My Little Wife

My Little Wife
Bab 261 : Kembali mual


__ADS_3

SALTO🤸‍♀️


.


.


.


Happy reading♡


Setelah melewati sore mereka dengan bercinta di dapur, kini kedua pasutri itu sedang duduk bersama menonton tv. Sebenarnya tadi Kavin akan melakukannya lagi saat ia menggendong istrinya ke kamar namun Ashel menolaknya dengan alasan lapar. Kavin sempat menggeleng tidak percaya, bahkan istri kecilnya ini sudah menghabiskan dua ramen, satu melon, dan beberapa buah buahan lainnya.


Ashel menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Mereka berdua sedang menonton kartu domba kesukaan Ashel. Mulut Ashel sedang mengunyah snack miliknya yang masih tersisa di dalam lemari harta karunnya. Bersandar di dada suaminya selalu membuatnya nyaman apalagi tangan Kavin juga memeluknya.


"Tanda tangan sertifikat rumah ini ya? Kan tadi mas udah lakuin apa yang kamu mau loh sampai sampai mas gak ke kantor lagi," pinta Kavin. Sejak tadi ia berusaha membujuk istrinya agar mau menandatangani sertifikat itu.


"Aku kan cuma istri-,"


"Justru karena kamu istri aku, kamu berhak mendapatkan apa yang aku berikan sayang. Perlu kamu ketahui, saat ijab kabul beberapa tahun yang lalu, saat mas bilang terima nikahnya itu bukan hanya terima kamu saja sebagai istri mas. Tapi mas juga harus membahagiakan kamu. Stop dengerin ocehan Rafello. Dia memang adik aku dan ada aliran darah kami sama tapi kamu berbeda sayang. Kamu sama Rafello memiliki arti penting berbeda di kehidupan mas. Ngerti?" Ucap Kavin panjang lebar. Sebenarnya dia juga sedikit kesal dengan adiknya itu. Namun apa boleh buat, Rafello memang seperti itu sifatnya.


"Jangan marah mas," ucap Ashel dengan nada purau. Ia bahkan menyimpan snack cikinya dan hendak mengusap matanya dengan tangannya yang kotor karena bumbu ciki itu.


"Jangan. Tangan kamu kotor," ucap Kavin. Ia menghela nafasnya dan mengambil tissue untuk membersihkan tangan istrinya. Perasaanya tadi ia berbicara begitu pelan dan tidak ada nada bentakan atau marah pada istrinya tapi kenapa istrinya sangat sensitif sekali?


"Mas gak marah cinta ku, sekarang kamu tanda tangan ya? Kasihan Josh sudah menunggu," ucap Kavin. Ia pun memberikan map itu beserta bolpointnya. Ashel menandatangi map itu dengan cepat.


"Mas pergi dulu ke depan. Josh di depan soalnya, nanti mas balik lagi."


"Jangan lama," peringat Ashel. Kavin tersenyum dan mengecup kepala istrinya, rambutnya masih basah.


"Enggak sayang." Kavin pun pergi meninggalkan istrinya untuk menemui Josh di depan.


"Urus saja semuanya. Berkasnya sudah di tanda tangani oleh istri ku dan pantau keadaan Sash cafe yang berada di Bandung dan Jakarta. Juga tetap waspada dan tetap berprilaku tidak tahu apa apa," ucap Kavin.

__ADS_1


Josh mengangguk patuh, "Baik tuan. Semuanya sudah dalam kendali kita. Tinggal kita lihat saja apa dia sudah berani bergerak lagi atau tidak."


Indra penciuman Kavin mencium sesuatu yang tidak senonoh untuk hidungnya. Ia tiba tiba mual saat mencium bau ini. Apa ini bau parfume Josh?


"Lakukan semuanya. Dan ganti parfume mu," ucap Kavin. Ia pun segera pergi meninggalkan asistennya karena bau parfume yang cukup menyengat sampai membuat ia ingin muntah.


Kavin menghela nafas panjang saat sudah berada di dalam rumah. Lebih baik memang seperti rumahnya ini, tidak berbau apapun.


"Kenapa kamu?" Tanya Ashel saat melihat raut muka suaminya yang berbeda.


"Gak tahu yang. Aku tiba tiba mual pas nyium bau parfume Josh. Biasanya kan gak kayak gitu, dari kemarin loh kayak gini mulu pas nyium bau yang enggak enak," ucap Kavin. Ia kembali memeluk tubuh istrinya dari samping.


"Kok bisa gitu ya? Nih minum greentea biar mendingan," ucap Ashel. Kavin pun membuka mulutnya dan menyedot minuman itu. Memang benar apa yang pernah dikatakan oleh istrinya ini, greentea itu minuman yang menenangkan.


"Gimana? Masih mual?" Tanya Ashel.


"Masih yang. Kayaknya aku butuh ******n mulut kamu," ucap Kavin.


"Modus." Ashel pun kembali merebut minuman miliknya dan meminumnya sampai habis. Sedangkan Kavin hanya terkikik geli. Senang sekali menggoda istrinya ini.


"Order atau ke tempatnya langsung?" Tanya Kavin.


"Mau ke tempatnya langsung aja mas. Sekalian nanti ke mini market. Jajanan aku udah abis," ucap Ashel.


"Laksanakan mami. Ayo ganti baju dulu, mas tunggu di depan," ucap Ashel.


"Oke papi sayang," ucap Ashel. Ia pun segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya untuk berganti baju. Sebab saat ini ia hanya menggunakan kaos oblong dam hotpants.


"Makin hot aja body istri gue anjir. Ga tahan gue liatnya," gumam Kavin saat melihat istrinya berjalan. Sialnya kaos yang digunakan Ashel mengangkut pada celana hotpantsnya sehingga terangkat dan menampilkan pantatnya yang montok.


"Gak salah emang gue suka sama dia sejak dulu. Ternyata setelah gue nikah sama dia malah menang banyak."


Sekitar sepuluh menit berlalu, Ashel pun sudah siap. Ia hanya mengenakan celana legging san sweater saja. Di depan Kavin sudah menunggunya.

__ADS_1


"Mas, gak mau naik mobil. Bau, kan kamu punya motor. Pake motor aja, motor kamu udah buluk gara gara gak di pake," ucap Ashel.


"Angin sayang. Nanti kamu masuk angin terus sakit. Lagian motor aku gak buluk. Kan dipake sama bodyguard bodyguard aku kalo mereka gabut," ucap Kavin.


"Pokoknya pake motor. Kalo gak pake motor aku nangis nih," ancam Ashel.


"Sstttt, iya iya sayang. Aku ambil dulu motornya, jangan nangis dong," ucap Kavin.


"Ya makanya kalo aku mau apa apa itu diturutin. Jangan di larang," ucap Ashel.


"Iya sayang. Maafin mas," ucap Kavin. Setelah istrinya sedikit tenang, ia pun mengambil motornya. Sedangkan para bodyguard yang berjaga hanya diam tanpa ekspresi melihat para majikan mereka yang sedang bertengkar kecil karena hal sepele.


"Ayo naik. Pake helmnya," ucap Kavin. Ashel pun mengangguk semangat dan memakai helm yang diberikan suaminya.


"Naiknya pelan pelan. Terus peluk aku yang erat, aku takut kamu jatuh," ucap Kavin.


"Iya papi bawel," ucap Ashel. Ia sudah memakai helmnya hanya tinggal menguncinya agar tidak terlepas saat terkena angin. Namun ia kesusahan.


Kavin pun membantu istrinya memakai helm itu. Lucu sekali. Istrinya seperti terlihat bocah kecil saja.


"Lucu banget kamu, mas jadi pengen unyel unyel kamu terus. Gak kebayang nanti anak kita lucunya kayak kamu, gemes deh. Bikin yuk," ajak Kavin.


Ashel menepuk pelan bahu suaminya, "Malam ini linur dulu mas. Punya ku perih gara gara kamu." Ucap Ashel pelan.


"Lah, kan kamu yang minta. Ya aku dengan senang hati menurutinya," ucap Kavin.


"Seneng banget ya kamu pas aku minta terus," ucap Ashel. Ia pun naik ke atas motornya.


"Seneng bangett mami."



Tbc.

__ADS_1


Ramein. Kalo typ maapin y guysss


__ADS_2