
VOTE KOMEN DULU GUYSS. BIAR AKU SEMANGAT UP
.
.
.
Happy reading♡
"Ngomong ngomong, gue boleh gak dansa sama istri lo?" Tanya George.
"Gak. Cari cewek lain aja," ucap Kavin ketus. Sejak tadi George terus menggoda istrinya. Terlihat juga Ashel yang kurang nyaman.
"Nikmatin pestanya, gue cabut dulu," ucap Kavin. Ia pun pergi dari sana membawa Ashel.
"Lo sih ganggu mulu bininya Kavin. Pergi kan dia," ucap Richi.
"Ya salah dia punya bini cakep amat. Kan gue jadi pengen anu," ucap George.
"Jaga ucapan lo anjir. Dia bini temen lo woi," ucap Wilem.
George hanya menggidikan bahunya. Ia tidak peduli tentang apapun yang jelas dia akan mengatakan apa yang ada di pikirannya.
Ashel bernafas lega saat Kavin akhirnya membawanya pergi dari kumpulan teman temannya. Ia merasa terintimidasi dengan tatapan dari salah satu teman Kavin yang bernama George.
"Maaf, mereka memang seperti itu. Jangan terlalu dipikirkan ya?" Ucap Kavin.
"Its okay. Tenang aja," ucap Ashel. Kavin pun mengangguk dan tersenyum. Namun seketika senyumnya luntur saat menyadari sesuatu.
"Siapa yang kasih kamu gaun ini?" Tanya Kavin. Saat ini mereka sudah duduk di pelaminan tadi.
"Mama," ucap Ashel. Saat ini ia tengah melihat ke arah depan dimana semua orang tengah tertawa riang dan saling berbincang.
Pemandangan yang sangat indah sekali. Dimana mereka semua tertawa bahagia di pesta pernikahannya.
"Kenapa mama kasih kamu baju itu?" Tanya Kavin.
"Gatau. Aku cuma pake aja gaun ini, toh yang ngasih mama mertua sendiri kan," ucap Ashel.
"Iya tahu yang kasih mama kita, tapi kenapa potongan dadanya harus serendah ini sayang? Pantas saja teman teman ku terus menggoda kamu," erang Kavin. Ia sangat tidak rela apa yang sudah menjadi miliknya dilihat orang lain.
Ashel langsung melihat ke arah dadanya saat Kavin mengucapkan hal itu.
"Ini biasa saja Apin. Bahkan ada yang lebih rendah potongan dadanya dari ini," jelas Ashel.
__ADS_1
"Andai saja aku tahu mama akan kasih kamu gaun ini, aku pasti akan langsung merobeknya. Aku tidak suka kamu menjadi pusat perhatian sayang," ucap Kavin. Nada posesif mulai terdengar dari mulut Kavin.
"Ya gak di robek juga Apin. Sayang ini mahal kayaknya," ucap Ashel.
Kavin menghela nafasnya. Lagi lagi soal harga. Saat Kavin akan kembali membahas gaun Ashel, tiba tiba suara mc terdengar.
Mc itu memberitahu jika acara dansa akan segera dimulai. Setelah mc selesai berbicara, suara musik pun terdengar.
"Ayok sayang kita berdansa," ajak Kavin.
"Aku gak mau, aku gak bisa dansa," ucap Ashel.
"Aku akan mengajari mu. Kamu hanya perlu mengikuti gerakan aku," ucap Kavin.
"Gak mau nanti malah jatuh," ucap Ashel.
Kavin tidak menjawab ucapan Ashel. Sepertinya istrinya ini tidak akan bergerak jika tidak ia tarik.
"Astaga, Apin jangan. Kamu mau buat aku malu?!" Pekik Ashel.
"Istri harus nurut sama ucapan suami sayang. Inget itu," ucap Kavin.
Mereka sudah sampai di tengah tengah. Orang orang yang semula sedang berdansa pun berhenti dan bergerak ke pinggir.
Kavin mengulurkan tangannya dan sedikit membungkukan badannya. Ashel ragu ragu menerima uluran itu namun ia tetap menerima uluran itu.
Kavin merasakan tangan Ashel yang berkeringat dan dingin. Ia juga melihat raut tegang di wajahnya.
Setelah tangan Ashel berada di genggaman tangan Kavin, Kavin langsung menariknya ke dalam pelukannya. Tentu saja Ashel memekik terkejut.
"Wajah tegang mu terlihat menggemaskan sayang," bisik Kavin.
"Diam. Aku marah ya sama kamu," ucap Ashel pelan.
Kavin tersenyum, "Aku mencintai mu."
Kavin langsung melakukan gerakan dansa mengikuti alunan lagu. Ashel berusaha sebisa mungkin agar tidak jatuh. Ditambah gaun yang ia gunakan menjuntai panjang dan cukup berat. Ashel sampai kesusahan mengikuti alunan dansa.
"Lihat, kau bisa cepat belajar kan?" Tanya Kavin.
"Tapi tolong cepat hentikan, aku kesusahan dengan gaun ini," ucap Ashel.
"Bagaimana bisa sayang, aku hanya bisa berhenti saat lagunya berhenti juga. Nikmati saja, malam ini adalah milik kita," ucap Kavin. Ia menempelkan kepalanya dengan kepala Ashel.
Orang orang yang tadi melipir ke pinggir kini kembali ke tengah dan ikut menari bersama. Mereka semua bersorak gembira dan sangat asik saat dansa.
__ADS_1
Orang yang menonton pun tak kalah gembiranya. Mereka ikut menggerakan badan mereka di tempatnya sesuai alunan musik.
Kavin tahu lagu ini. Lagu yang pernah ia dengar saat kedua orang tuanya berdansa bersama. Jadi ia tahu kapan lagunya berhenti.
Setelah lagu berhenti, Kavin mengangkat tubuh Ashel dan memutarkan badannya. Otomatis Ashel juga ikut berputar.
"KAU GILA?!" teriak Ashel memekik. Kavin pun menurunkan tubuh Ashel. Jika saja Kavin tidak menahannya sudah pasti Ashel akan jatuh ke lantai.
Ashel berpegangan erat ke bahu Kavin. Nafasnya tersenggal senggal karena terkejut. Namun tindakan Kavin lebih membuatnya terkejut.
Dimana Kavin melepaskan pelukan Ashel dan menyatukan bibir mereka.
Riuh tepuk tangan pun menggema di segala penjuru aula. Tak sedikit dari mereka juga yang memekik terkejut melihat adegan itu.
Ashel masih membuka matanya berbeda dengan Kavin yang menutup matanya. Ashel berusaha melepaskan ciuman itu namun tidak bisa. Ashel bahkan sudah menepuk nepuk bahu Kavin namun Kavin menulikan pendengarannya.
"Astaga, lihatlah kelakuannya persis seperti mu," ucap Sarah saat ia melihat kelakuan anaknya yang sama seperti suaminya, Faraz.
"Tentu saja. Dia darah daging ku sayang. Apa kamu tidak ingat seperti apa kita melakukannya?" Bisik Faraz di telinga istrinya.
Sarah merinding bukan main. Ia kemudian mencubit perut suaminya.
"Inget umur kamu. Udah punya mantu juga," ucap Sarah.
"Iya ya, aku sekarang punya menantu dan bentar lagi juga aku bakalan punya cucu. Kayaknya lucu ya kalo kita juga punya baby. Nanti mereka bisa jadi temen deket loh ma," ucap Faraz.
"Ngawur kamu. Aku gak mau ya kalo kita sampe punya anak lagi. Dua aja udah cukup. Aku udah pusing sama sikap kamu sama anak anak kita. Bikin aku emosi terus," ucap Sarah.
"Ya kita lihat aja nanti malam ya ma. Papa gak jamin loh kalo gak jadi, soalnya papa masih subur mama juga kan?" Ucap Faraz.
Sarah pun tidak menjawab ucapan suaminya. Menolak pun percuma karena pasti suaminya ini akan melakukan banyak cara agar Sarah mau melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Sedangkan di tengah tengah aula, Kavin dan Ashel sudah melepaskan bibir mereka. Beruntung Ashel menggigit bibir Kavin sehingga pria itu melepaskannya. Jiga tidak, sudah pasti saat ini mereka masih berciuman.
KAVINDER SARFARAZ NATAPRAJA
BRIANNA SASHEL NATAPRAJA
Tbc.
Ramein guysss.
__ADS_1