
Plakk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Kevin.
" apa kau gilaaaa......... bagaimana jika ada yang melihat kita ???" Isak Tasya.
" hiks.....hiks......apa yang akan mereka fikirkan tentang ku ?" isaknya
Pria itu langsung terdiam mematung, ia juga bingung dengan dirinya sendiri.
hanya karena cemburu ia baru saja bersikap kasar pada Tasya.
" Maaf " lirihnya kemudian pergi begitu saja,
meninggalkan Tasya yang masih terisak.
Celine yang berniat menyusul Tasya, terkejut melihat temannya yang kini sedang menangis dengan pakaian nya yang tampak berantakan.
" Tasya.........kamu kenapa ? " Celine mendekap tubuh Tasya.
" Siapa yang melakukan nya ?" tanyanya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca melihat penampilan temannya yang terlihat tidak baik baik saja.
" hikssss..... hikssss........" Tasya tidak menjawab pertanyaan Celine, ia hanya semakin mengeratkan pelukannya.
" bicaralah!.....siapa yang melakukan nya padamu ? "
" kumohon jangan katakan kepada siapapun tentang ku " ucapnya sendu, ia tidak ingin siapapun tau tentang hubungan nya dan Kevin.
" Tidak perlu takut !...aku disini bersama mu "
" katakanlah siapa yang berani melakukan ini padamu ? "
" kita akan melaporkan nya pada polisi "
" tidak..... kumohon jangan....aku baik baik saja "mohonnya.
" Baiklah......ayo aku akan membantumu merapikan pakaian mu, tapi jika terjadi sesuatu kau harus memberitahu ku ! "
" emmm "
" Kenapa lama sekali ?"
tanya Jack saat kedua wanita yang sedari tadi ditunggu nya sudah datang.
" Maaf tadi aku ada urusan mendadak " bohong Tasya.
sedangkan Celine hanya menatap nya khawatir.
" baiklah "
" aku akan mengantar para taun putri ke istana nya "
" kau kenapa ? , kenapa mata mu memerah ?"
" kau habis menangis ? " tanya Jack yang baru menyadari ada yang aneh pada gadis yang disukainya.
" Ti......tidak...tadi kemasukan debu saat mengambil buku " Tasya memalingkan wajahnya menghindari Jack yang tampak khawatir.
__ADS_1
" Benarkah ?"
" Emmm "
" Baiklah, nanti kau harus mengompres mata mu dengan air hangat agar tidak infeksi "
" kak, kau sudah tau pacar barunya kak Kevin ?" tanya Celine mengalikan pembicaraan.
" iya "
" Haiss.....aku sangat tidak suka dengan pacarnya.
dia sangat menyebalkan....... bagaimana bisa kak Kevin bisa menyukai gadis menyebalkan seperti nya "
" Memang nya, kau mengenal gadis itu ? " kekeh Jack.
" tidak "
" tapi melihat nya saja sudah sangat jelas dia bukan wanita baik baik "
" Kau tidak boleh seperti itu! kau belum mengenalnya, siapa tau dia tidak seperti yang kau fikirkan "
" Haisss......kalian para pria semuanya sama, menyukai gadis liar seperti nya "
" tapi sekarang aku menyukai gadis polos dan imut " ucap Jack melirik Tasya.
" benarkah ? "
" sejak kapan ? "
" diamlah anak kecil ! "
" kau tidak mengerti apa pun "
" yak......aku bukan anak kecil......" kesal Celine, yang hanya diabaikan oleh Jack.
" kami langsung pulang ya " ucap Celine.
" oke, makasih ya udah nganterin dadada......"
" daaaaaa "
Langkah gadis mungil itu terhenti saat memasuki ruang tengah, ia hanya melirik sekilas kegiatan sepasang kekasih itu yang sedang menonton TV.
" kau baru pulang ? " tanya Rere namun tak dihiraukan oleh Tasya.
sedangkan Kevin hanya meliriknya datar.
" hey.....aku bertanya kepada mu " kesalnya.
Tasya tak berniat menjawab pertanyaan gadis menyebalkan itu, ia hanya ingin pergi secepat nya dari ruangan ini.
" Haissss..... sayang lihatlah sikapnya padaku !, apakah sepupu mu itu tidak memiliki sopan santun " rengekannya.
" Sudahlah, sebaiknya kau pulang, aku ingin istirahat " ucap Kevin.
" tapi........"
__ADS_1
belum sempat ia menolak tapi Kevin sudah membawa nya keluar dari rumah.
" pulang lah ini sudah larut, supir ku akan mengantar mu " datarnya.
" kau mengusirku ? " tanyanya tak percaya.
" aku menyuruhmu pulang, bukan mengusir mu" tekan Kevin.
ia sudah sangat jengah dengan gadis ini yang terus menempel padanya.
" Tapi aku ingin tetap disini " tolak nya.
" tidak " tegas Kevin kemudian menutup pintu begitu saja.
" yak......"
" haiss.......dia sungguh mengusir ku ?"
" jika bukan karena untuk menambah popularitas ku di kampus, sungguh aku tidak akan pernah mau berpacaran dengan pria seperti nya " kesal nya kemudian pergi dari rumah itu.
Kevin berdiri di depan pintu kamar Tasya, pria itu tampak ragu untuk masuk kedalam.
sebenarnya ia ingin meminta maaf kepada Tasya karena kejadian tadi sore.
Ceklek
Setelah cukup lama ia akhirnya membuka pintu kamar Tasya.
sepertinya gadis itu sedang mandi, karena terdengar suara air dari dalam kamar mandi.
Kevin memutuskan untuk menunggunya, ia duduk di tepi ranjang.
hingga tak berapa lama suara pintu kamar mandi terbuka.
gadis mungil itu tampak sedikit terkejut melihat Kevin berada di kamar nya.
cukup lama kedua manik mata itu saling bertemu hingga Tasya memalingkan wajahnya.
Keduanya masih sama-sama diam, Tasya lebih memilih untuk mengeringkan rambutnya, sedangkan Kevin hanya memperhatikan kegiatan gadis itu.
Tasya terlihat tak nyaman karena Kevin terus memperhatikan sedari tadi.
Melihat Tasya yang tampak kesusahan mengerikan rambutnya membuat Kevin mengambil alih.
" apa kau masih belum bisa juga melakukan nya " ucapnya.
" aku bisa melakukan nya sendiri " tekan Tasya, ia berusaha mengambil kembali alat itu dari Kevin.
" duduklah, aku akan membantumu " ucapnya pelan.
mau tidak mau Tasya hanya menurut.
Dengan telaten pria itu mengeringkan rambut panjang milik istri nya.
## Ciluk baaaa 🤣🤣 ##
Masih ada gk yang nunggu cerita nya autor?
__ADS_1