
Happy reading♡
Esok harinya...
Setelah menempuh perjalanan berjam jam lamanya akhirnya pesawat jet yang dinaiki Ashel dan Kavin mendarat dengan sempurna di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Kedua orang tua Ashel dan kakek neneknya turun lebih dulu. Berlanjut pada baby's dan ketiga susternya baru dirinya dan Kavin. Ashel mengalami jet lag sehingga Kavin harus menggendongnya ketika turun dari atas jet. Sebenarnya Ashel sudah menolaknya namun Kavin memaksanya.
Ashel hanya ikut kemauan suaminya saja. Mereka masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka disana. Kedua orang tua Ashel langsung menuju ke mansion Prabu. Sedangkan Ashel dan Kavin memutuskan untuk ke rumah lama mereka. Baby's berada satu mobil bersama dengan suster sedangkan Kavin dan Ashel di mobil berbeda.
Perjalanan menuju ke rumah Kavin menghabiskan waktu satu jam lamanya dari bandara. Di dalam mobil Ashel memutuskan untuk tidur lagi. Kavin sendiri dengan setia memeluk sang istri.
Satu jam berlalu, mobil mereka pun sampai di kediaman Kavin dan Ashel. Ashel masih memejamkan matanya. Sepertinya wanita itu memang sangat kelelahan. Apa mungkin karena sudah lama tidak naik pesawat istrinya ini jadi jet lag?
"Kalian bawa masuk baby's. Tidurkan mereka di kamarnya. Kalian juga bisa istirahat dulu, akan diantar oleh bi Sati," ucap Kavin.
"Baik tuan."
Bi Sati memang memutuskan untuk mengurus rumah Kavin yang berada di Indonesia saja untuk sementara waktu sebelum nanti diminta Kavin kembali ke Boston untuk mengurus penthousenya. Bi Sati sudah berada di Indonesia selama satu bulan lamanya.
Kini Kavin beralih pada istri cantiknya. Dia masih memejamkan matanya dengan damai. Karena tak mau mengganggu tidur nyenyak istrinya, Kavin pun mengangkat tubuh Ashel perlahan dan memindahkannya ke kamar utama mereka.
Kamar ini adalah kamar yang menjadi saksi bisu cintanya dengan Ashel. Di kamar ini pula pertama kalinya Kavin nekat pada Ashel. Ia masih ingat saat itu ia memaksa membuka baju bagian atas Ashel dan bermain dengan kedua squishy-nya. Di rumah ini juga Kavin dan Ashel selalu bermesraan.
Kavin menidurkan istrinya perlahan. Ia melepas sepatu yang dipakai oleh Ashel dan juga melepas sabuk di tubuh istrinya. Ashel memang memakai dress yang terdapat sabuk ukuran sedang di pinggangnya. Setelah selesai dengan istrinya, Kavin juga melepas jas dan sabuknya. Karena terbiasa tidur tanpa memakai baju, Kavin juga melepas kemejanya. Menyisakan celananya saja. Pria itu ikut bergabung dengan istrinya ke atas kasur. Ia juga merasa lelah setelah menempuh perjalanan berjam jam lamanya. Belum lagi tadi Kavin sempat bekerja sedikit di dalam pesawat.
***
__ADS_1
Ayu dan Fello sampai di hari yang sama dengan Ashel dan Kavin namun mereka menggubakan pesawat yang berbeda. Ayu niatnya ingin pulang ke rumahnya namun Fello dan Sarah memintanya untuk ikut ke mansion besar keluarga Faraz. Ayu pun hanya mengiyakannya.
Mereka menaiki mobil yang akan membawa mereka ke mansion kedua orang tua Fello. Fello dan Ayu berada di mobil lain karena di mobil depan diisi oleh kakek, nenek, dan kedua orang tuanya.
"Mama kenapa minta aku ikut ke rumah kalian?" Tanya Ayu.
"Katanya nanti sore kakak ipar mau kesana juga. Sekalian bahas WO yang kamu mau termasuk konsep pernikahannya. Kamu juga udah harus mulai list siapa aja yang bakalan kamu undang ke pernikahan kita. Inget, jangan undang Dimas," peringat Rafello.
"Idih, siapa juga yang mau undang dia? Gak akan byy. Aku bahkan gak memikirkan dia untuk datang ke pernikahan kita. Males banget," ucap Ayu. Ia memang sudah terlihat cukup membenci Dimas karena sikap pria itu.
Dimas pernah kembali meneror Ayu melalui chat ancaman. Ternyata pria itu juga menetap di Boston selama beberapa hari hanya untuk memantau Ayu. Namun karena Kavin selalu menempatkan orang orang suruhannya, alhasil penculikan yang diniatkan Dimas tidak terjadi.
Rafello sangat bersyukur karena abangnya sangat peduli pada calon istrinya. Maka sejak kejadian itu, Fello juga menempatkan orang orangnya. Bahkan Fello memaksa Ayu resign pun bukan karena wanita itu melupakan pernikahan mereka melainkan karena rencana Fello.
Ia tidak mau tunangannya lecet akibat ulah Dimas. Sementara Ayu masih tidak menyangka jika Dimas sudah seperti seorang psikopat saja.
"Boleh sekamar kan?" Tanya Fello.
"Emang pernah kalian pisah kamar selama ini? Enggak kan," ucap Sarah.
"Loh, mama tahu?" Tanya Fello sedikit syok dan terkejut karena mamanya tahu.
"Yakali mama gak tahu Fell. Selama masih batas wajar mama gak larang kalian berdua tidur bareng," ucap Sarah.
"Hehe, mama emang the best. Fello sama calon istri masuk ke kamar dulu ya? Selamat beristirahat papa, mama, opa, oma," ucap Fello.
Sarah hanya mengangguk sekilas dan menarik suaminya masuk ke dalam kamar mereka. Hal yang sama yang dilakukan Praja pada istrinya Nata.
__ADS_1
Fello menggandeng tangan Ayu masuk ke dalam kamar miliknya. Rasanya sudah lama Fello tidak tidur di kamar kesayangannya ini. Ia pun membanting tubuhnya ke atas kasur saat sudah berada di dalam kamar.
Ayu sendiri tidak langsung tiduran seperti Rafello. Ia melihat lihat dulu isi kamar calon suaminya. Ini kali pertamanya masuk dan melihat kamar Rafello. Selama ini ia tidak pernah masuk kesini.
Di dalam kamar Fello, ada banyak frame foto menggantung di salah satu space yang ada di ruangan ini. Kamar Fello sangat luas, sama luasnya dengan kamar lama Kavin yang ada di ruangan sebelah.
Di dinding, banyak sekali frame foto menempel. Sebagian banyak foto Fello ketika sedang bayi sampai kisaran umur kelas tiga SMP.
"Ini Ashel?" Tanya Ayu saat melihat salah satu frame foto berisi Fello dan Ashel ketika sedang berumur tiga tahun.
Fello bangkit dari rebahannya dan melihat foto yang dimaksud oleh Ayu.
"Iya, itu aku sama kakak ipar. Waktu itu aku sekeluarga main ke rumahnya Ashel yang di Bandung. Ternyata kita berdua dijadiin model sama mama," jelas Fello.
"Keluarga kalian udah deket dari dulu ya?" Tanya Ayu.
"Iya byy. Papa mama teman lama orang tua kakak ipar. Mereka udah lama temenan sampe abang sama kakak ipar dijodohin sama opa buyut," ucap Fello.
"Untung bukan kamu," ucap Ayu.
"Sstt, jangan ngadi ngadi ah. Aku jodoh kamu, jodoh kakak ipar abang aku. Lagian aku sukanya cuma sama kamu," ucap Fello.
"Makasih sayang," ucap Ayu. Fello mengangguk sekilas dan membawa Ayu naik ke atas tempat tidur. Dirinya sudah benar benar kelelahan dan butuh tidur.
Tbc.
Cuma mau ngingetin, cerita ini kayaknya tamat bulan ini hehe🥹👍
__ADS_1