My Little Wife

My Little Wife
Ep. 111 >>> JANGAN TERULANG LAGI


__ADS_3

Zico langsung terkekeh mendapatkan pertanyaan konyol itu.


Dia melempar jaketnya ke atas sofa dan menghampiri Azalea, tentu. Dia langsung menenggelamkan Azalea di dalam pelukan nya.


"Kenapa badanmu dingin sekali?"


"Aku mencari mu ke kutub Utara. Aku pikir kau tersesat disana." Imbuh Azalea datar.


"Kau sudah punya bakat untuk jadi pelawak." Zico merebahkan tubuhnya berserta Azalea ke atas sofa yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Tidur di kamar saja, jika kau mengantuk." Imbuh Azalea yang kini sedang menindih tubuh Zico, ketika melihat Zico memejamkan matanya yang tampak lelah.


"Aku ingin seperti ini, sebentar saja." Zico kembali mengeratkan pelukannya. "Nyaman sekali." Lanjutkan sambil membenamkan wajahnya ke dada Azalea.


Azalea membiarkan Zico untuk terlelap sejenak disana. Sambil membelai pelan rambut lebat Zico.


"Apa kita bisa melakukannya malam ini?" Tanya Zico tiba-tiba.


"Tentu!"


"Apa kau yakin tidak sedang datang bulan."


"Tentu saja tidak."


"Waktu itu kau juga mengatakan hal yang sama, tapi apa yang terjadi pada akhirnya." Wajah Zico tampak kesal ketika mengingat momen tidak mengenakkan itu.


Pasalnya, disaat sedang berada dipuncaknya. Dan ketika Zico memasukkannya, ternyata Azalea justru sedang datang bulan.


Azalea justru terkekeh ketika mengingat momen itu. "Tapi aku sudah memastikan nya." Sambil menahan kekehannya.


Itu momen yang lucu, sekaligus memalukan baginya.


"Apa kau yakin malam ini tidak akan terjadi hal seperti itu lagi?" Zico memastikan.

__ADS_1


"Tapi bukannya kau lelah. Sebaiknya kau istirahat saja malam ini."


"Apa kau menolakku!"


"Bukan begitu."


Zico melepaskan pelukannya, lalu bangkit. Berjalan menuju ke kamar setelah kembali meraih jaketnya.


"Kau marah?" Azalea mengikuti Zico dari belakang.


"Untuk apa aku marah." Jawab Zico cuek


"Yasudah, ayo lakukan jika kau memang ingin."


"Tidur saja."


Zico melepaskan pakaiannya, meraih handuk dan bersiap untuk mandi.


Azalea hanya menatap ke arah Zico yang berlalu, masuk ke kamar mandi.


Setelah keluar, Zico memakai piyama dan langsung berbaring membelakangi Azalea.


"Kau benar-benar marah." Azalea mulai gelisah, ketika Zico seakan cuek padanya.


"Tidak. Cepat tidur, ini sudah hampir pagi."


"Hadap ke arahku." Azalea mencoba menarik lengan Zico agar berbalik menghadap ke arahnya.


"Aku lelah, aku ingin tidur."


"Zico..." Lirih Azalea dengan suara yang mulai bergetar.


Dengan cepat Zico langsung berbalik ke arah Azalea dan mendekap tubuh istrinya. Lalu dia tertawa puas karena berhasil mengerjai istri nya yang sudah berlinang air mata dan bersiap untuk menangis.

__ADS_1


"Kau jahat sekali." Rengek Azalea sambil memukul dada bidang Zico dengan kekuatan tak tanggung-tanggung.


"Mana mungkin aku marah pada mu, Baby!"


"Kau tidak jadi melakukannya?"


"Aku hanya bercanda, aku sangat lelah hari ini. Ayo cepat tidur." Zico mengecup kening Azalea, sebagai pengantar tidurnya.


Keduanya pun terlelap, dengan senyuman yang terlukis di bibir masing-masing.


*


*


Zico bersyukur di kirimkan Azalea dalam hidupnya, begitupun Azalea, yang bersyukur dikirim sosok Zico dalam hidupnya. Keduanya saling melengkapi dengan kekurangan masing-masing.


.


.


.


.


.


NEXT>>>


Jangan lupa like, komen, dan tambahkan ke favorit.


Dukungan kalian sangat berarti untuk Author.


Setiap Bab yang di Up, Author selalu menunggu Komentar kalian disana.

__ADS_1


>>> Your support means a lot. Thank you <<<


HAPPY READING GUYS 🥰


__ADS_2