
RAMEIN VOTE KOMEN DULU GUYSSS.
.
.
.
Happy reading♡
Ayu dan Ashel terus berusaha memanggi serta mengetuk pintu yang ada di depan mereka. Namun nihil, tidak ada yang menyahut.
Ashel berjalan melihat sekeliling rumah. Siapa tahu ia akan menemukan orang disini.
Area rumah ini sangat besar. Jarak dari depan menuju ke belakang rumah cukup jauh. Saking jauhnya, Ashel tidak mendengar teriakan Ayu.
"Permisi neng, cari siapa," tanya seorang pria paruh baya yang sukses membuat Ashel terkejut.
"Oh ini pak, saya mau cari temen saya. Namanya Liam, katanya ini rumahnya. Tapi kok gak ada orang ya?" Tanya Ashel.
"Tentu tidak akan ada orang neng. Rumah ini sudah lama kosong. Sekitar empat tahun yang lalu," ucapnya.
Ashel terdiam. Empat tahun? Waktunya sama dengan kepergian Liam. Saat itu mereka sedang duduk di bangku kelas sembilan SMP.
"Apa bapak tahu siapa yang punya rumah ini?"
"Pastinya bapak gak tahu neng, bapak sering lihat sih anak umuran lima belas tahun kalo gak salah. Dia waktu itu masih pake baju SMP," ucapnya.
"Namanya Liam? Liam Anggana?" Tanya Ashel.
"Iya namanya Liam neng. Tapi nama panjangnya bapak gak tahu."
"Apa rumah ini ditinggalkan begitu aja pak? Tapi rumah ini kayak terawat," ucap Ashel.
"Rumah ini memang kosong dan tidak ada yang tinggal disini neng. Tapi setiap satu minggu sekali ada yang datang untuk membersihkan rumah ini," ucapnya.
Saat Ashel akan bertanya lagi. Tiba tiba Ayu datang.
"Bapak tahu kemana perginya Liam?" Tanya Ayu.
"Waduh, enggak neng. Bapak gak tahu menahu soal itu. Tapi sebelum rumah ini kosong, ada orang orang berjas hitam yang berjaga setiap harinya. Bapak juga sempet lihat ada dokter yang datang. Tapi besoknya udah gak ada satu orang pun disini," jelasnya.
Ashel dan Ayu saling pandang. Dugaan mereka benar. Liam pergi dan kemungkinan besar masih hidup. Hanya saja mereka berdua tidak tahu dimana keberadaan Liam saat ini.
"Kalo begitu makasih ya pak. Maaf menggangu waktunya, kami berdua pamit dulu," ucap Ashel.
__ADS_1
"Iya neng sama sama."
Ashel dan Ayu pun pergi dari hadapan pria paruh baya itu. Mereka kembali berjalan menuju ke depan rumah.
"Gue kok makin penasaran ya Shel. Tentang Liam, kenapa makin misterius aja," ucap Ayu.
"Sama. Tapi lo merasa gak sih, kalo apa yang kita duga itu bener? Kemungkinan Liam masih hidup itu emang bener," ucap Ashel.
"Iya. Kemungkinan besar sih. Kita coba cari sesuatu aja di rumah ini. Kata bapak tadi kan rumah ini sering dibersihkan tiap seminggu sekali, gue yakin kita bisa dapet sesuatu dari dalam sana," ucap Ayu.
Ashel menganggukan kepalanya. Ia dan Ayu mencoba masuk ke dalam rumah itu. Mereka berdua celingukan memastikan tidak ada orang yang melihatnya baru mereka masuk.
Menggunakan pintu depan untuk masuk bukanlah hal yang baik. Bisa bisa mereka berdua akan dituduh maling. Lagi pula pintu depan di kunci.
Ashel mencoba mendorong pintu belakang namun sama, terkunci.
"Rumah ini cuma punya dua pintu?" Tanya Ayu.
"Rumah ini emang cuma punya dua pintu. Pintu depan sama belakang, tapi pasti ada satu space buat mereka keluar rumah tanpa menggunakan pintu," ucap Ashel.
"Maksud ngana apa?" Tanya Ayu tak paham.
Ashel melirik ke arah Ayu dan mengkode pada sahabatnya itu melalui tatapan matanya.
Ashel mencoba menyusuri beberapa jendela besar yang berjejer di belakang rumah ini. Sudah sejak awal Ashel agak curiga dengan bangunan ini.
Bangunan sebesar ini hanya memiliki dua pintu saja. Dan dibelakangnya banyak kaca yang tidak memiliki sekat seperti kaca kebanyakan.
"Lo ngapain dah?" Tanya Ayu.
Ashel menghiraukannya dan kembali menyusuri kaca itu. Hingga..
"Nah kan, udah gue duga," ucapnya. Ia mendorong kaca di depannya.
"Ommo, besti gue emang the best. Sejak kapan pinter?" Tanya Ayu.
"Diem Yu. Kita masuk dan jangan sampe ketahuan. Inget, perhatikan sekitar lo. Takutnya ada cctv," ucap Ashel.
Ayu mengacungkan jempolnya dan masuk mengikuti Ashel.
Ashel melirik ke berbagai arah rumah ini. Barang barang dirumah ini masih lengkap. Sepertinya memang ada sesuatu disini.
"Lo jangan jauh jauh. Kita ke lantai dua. Kayaknya kamar kamar ada disana," ucap Ashel. Ayu mengangguk dan mengikuti Ashel. Mereka berdua berjalan pelan mengendap ke lantai dua.
Mata tajam Ashel ke berbagai arah. Takutnya disini ada cctv. Namun ia tidak menemukannya.
__ADS_1
"Itu kamar Liam," ucap Ashel saat mereka sudah sampai di lantai dua.
"Dari mana lo tahu nge?" Tanya Ayu.
"Ada tulisannya anjir," ucap Ashel.
"Oh."
Mereka pun berjalan mendekat ke arah kamar Liam. Beruntung di pintu itu terdapat nama yang mereka cari. Liam Anggana.
Ashel membuka perlahan pintu di depannya. Ia dan Ayu masuk ke dalamnya.
"Rumah ini kayak berpenghuni ya? Semua barang masih lengkap," ucap Ayu.
"Iya. Lo coba cari sekitaran sana gue sekitaran sini," ucap Ashel.
Ayu pun mengangguk dan membuka laci laci yang ada disana. Sedangkan Ashel berjalan ke lemari. Saat membuka lemari, alangkah terkejutnya dia.
Disana banyak sekali foto foto dirinya. Dan ada sebuah sticky notes.
"Gue akan selalu mencintai lo. Entah lo cinta gue atau enggak Shel. Gue gak peduli sama siapapun lo nantinya, yang jelas lo hanya milik gue."
"Dah mirip penguntit gak sih? Pake nyimpen foto lo disini. Mana banyak banget," ucap Ayu.
"Berarti apa yang dibilang sama Dona itu bener. Liam emang suka sama gue."
Mereka berdua pun mencari lagi sesuatu yang mungkin akan mereka butuhkan. Namun sudah lama mencari, mereka berdua tidak menemukan apapun.
"Kayaknya kita emang gak bakalan nemuin apapun disini. Emang banyak barang, tapi gak berguna buat kita tahu yang lebih jelasnya," ucap Ayu.
"Iya, lo bener. Mendingan kita keluar aja," ucap Ashel. Mereka berdua pun menyerah karena disini mereka tidak menemukan apapun.
Namun saat mereka akan turun, tiba tiba ada orang yang masuk. Ashel dan Ayu buru buru sembunyi di belakang sofa yang ada di lantai dua.
Beruntung juga karena tadi sebelum masuk, Ashel memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah ini.
"Ambil semua barang tuan Liam," ucap seorang pria yang masuk kesana bersama dengan beberapa pria lainnya.
Ashel menduga jika mereka adalah orang kepercayaan Liam.
"Jangan sampai ada barang yang tersisa. Kita harus segera mengosongkan semuanya karena menurut tuan Liam, Nona muda Adinata akan segera mencari tahu keberadaanya."
Tbc.
Kalo ada typ maap yyuh.
__ADS_1