My Little Wife

My Little Wife
320 : Ibu Ibu Sultan


__ADS_3

Happy reading♡


Sarah dan Anna memasukan berbagai macam baju untuk anak berumur nol sampai tiga tahun ke dalam troli belanjaannya. Bahkan tadi troli khusus anak kembar sudah dikirim ke alamat mansion Kavin. Bahkan tidak tanggung tanggung, Anna memilih troli dengan harga cukup fantastis.


Sarah sendiri memilih ayunan untuk kedua cucunya. Ayunan itu juga sudah dikirimkan ke alamat Kavin. Sedangkan Adi dan Faraz hanya diam saja. Mereka berdua tidak ikut memilih karena memang tugas mereka berdua hanya bagian membayar saja.


"Ann, kayaknya udah cukup deh baju sama yang lainnya. Troli juga udah penuh," ucap Sarah.


"Iya deh. Kita suruh suami kita aja yang bayar. Aku udah laper banget ini," ucap Anna.


"Ide bagus. Kita suruh mereka bayar dan kita langsung ke restoran aja. Kalo gak salah deket sini juga ada restorannya," ucap Sarah.


"Iya, samping store ini ada mall yang makannya lumayan enak," ucap Anna.


"Sip. Aku panggil dulu mas Faraz deh," ucap Sarah.


Faraz yang merasa istrinya sudah memanggilnya pun mendekat, begitu juga dengan Adi. Dua pria paruh baya yang terlihat awet muda itu mendekat ke arah istri istri mereka.


"Papa, mama sama Anna mau makan dulu. Kalian berdua gak papa kan nunggu di kasir buat bayar belanjaan kita?" Tanya Anna.


"Iya yah, bunda udah laper banget. Gak papa?" Tanya Anna.


"Bunda makan aja sama Sarah. Biar ini semua jadi urusan Ayah sama Faraz," ucap Adi. Adi memang sangat menyayangi istrinya ini. Ia tidak pernah menolak apapun yang diinginkan oleh istrinya ini.


"Iya ma. Sana pergi aja. Nanti papa nyusul," ucap Faraz.


Sarah mengangguk dan mengajak Anna untuk pergi ke restoran Jepang yang ada di mall itu. Mereka berjalan meninggalkan suami mereka yang sedang mengantri di kasir.


"Dari dulu tetep bucin ya Di? Gak berubah berubah," tanya Faraz.


"Ya lo tahu sendiri Raz, gimana usaha gue buat dapetin hati Anna apalagi kepercayaan bokapnya. Harus nunggu beberapa tahun buat dapetin dia," ucap Adi.

__ADS_1


Faraz mengangguk. Memang benar, pengorbanan Adi untuk mendapatkan kepercayaan Anna dan keluarganya sangat susah. Bahkan Adi harus rela pulang pergi Jakarta - Bandung agar bisa mendapatkan Anna. Faraz tahu benar perjuangan Adi. Itu sebabnya kenapa dia bisa sebucin itu kepada Anna.


Sementara para istri sudah duduk anteng menunggu pesana mereka tiba. Makanan Jepang adalah makanan favorit Anna. Tahukan kenapa Ashel sangat menyukai makanan bahkan cemilan dari Jepang? Iya, itu semua menurun dari bundanya.


"Adi masih sama kayak dulu ya An? Dia masih tetep mau nurutin maunya kamu," ucap Sarah.


"Iya. Aku bersyukur banget suami aku itu mas Adi," ucap Anna.


"Sama. Aku juga bersyukur suami aku mas Faraz. Aku kira dia tetep bakalan jadi play boy. Tahunya semenjak sama aku dia tobat," ucap Sarah.


Anna terkikik geli. Ia ingat betul saat Sarah menangis nangis tidak jelas karena memergoki Faraz membonceng wanita lain saat mereka berdua masih kuliah.


***


Kavin benar benar memindahkan dua karyawan itu ke kantor cabangnya yang ada di Papua. Kedua karyawan itu mau tidak mau harus mengikuti arahan dari atasan  mereka.


Sebenarnya mereka diberi dua pilihan. Tetap melanjutkan kerja tetapi pindah kantor dan resign tanpa menerima persangon.


Ashel sebenarnya sudah tidak aneh lagi dengan sikap suaminya yang sangat bossy ini. Ia sedikit kasihan dengan kedua karyawan wanita itu. Mereka harus bekerja jauh dari keluarganya. Namun tak dipungkiri jika ia juga senang karena kuman kuman yang akan mengganggu rumah tangganya sudah pergi jauh. Meskipun tidak menutup kemungkinan masih banyak kuman bahkan bakteri lainnya yang akan mengganggu kehidupan rumah tangganya.


"Baby's mami kalian masih marah ya sama papi? Padahal kan papi udah keluarin mereka dari kantor pusat. Malahan papi depak mereka jauh dari sini ke ujung Indonesia," ucap Kavin. Ia memang tidak pernah tanggung tanggung dalam melakukan sesuatu hal. Bahkan ia tidak memikirkan bagaimana perasaan karyawannya.


Toh memikirkan perasaan orang lain bukan tugasnya kan?


"Tapi mas, apa gak terlalu jahat buat mereka sejauh itu dari keluarganya?" Tanya Ashel.


"Enggak. Biarin, biar mereka mandiri. Kamu jangan marah dong yang, gak suka aku di diemin kayak gini," ucap Kavin.


"Enggak marah, cuma kesel aja. Kamu udah mau jadi bapak tapi masih aja ganteng. Wajar kalo banyak kuman sama bakteri yang mau nempel sama kamu," ucap Ashel.


"Kuman? Bakteri? Maksudnya pelakor?" Tanya Kavin.

__ADS_1


"Emang tahu pelakor itu apa?" Tanya Ashel.


"Tahu lah, pelakor kepanjangannya perebut laki orang. Udah yang, aku gak bakalan berpaling dari kamu. Kamu cukup bahkan lebih cukup buat aku. Yakali kamu aku skip sedangkan service kamu bikin aku mabuk kepayang," ucap Kavin.


"Hilih, gombal gombel. Gak mempan, aku tetep kesel ya sama kamu. Malam ini tidur pisah. Kamu di kamar kita aku di kamar baby's. Gak ada bantahan," ucap Ashel final.


"Gak bisa. Gak bisa. Gak bisa. Aku bakalan tetep ikutin kamu dimana pun kamu tidur," ucap Kavin.


"Kenapa sih? Biarin dong aku tidur sendiri juga. Kan sebelum nikah kamu juga tidur sendirian," ucap Ashel.


"Ya beda lah yang. Kalo udah nikah ya harus terus bobo sama istri atau pun suami. Gak boleh pisah apapun alasannya. Aku gak bisa bobo kalo gak nyed*t squishy kamu," ucap Kavin.


"Mesum terus. Udah mau punya anak juga. Kurangin deh mesumnya," ucap Ashel.


"Gak mesum gak jadi baby's mami," ucap Kavin.


Sudahlah. Kavin tetaplah Kavin. Seorang suami yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah untuk kedua anaknya. Semakin lama, Ashel semakin tahu seperti apa sifat Kavin. Ia akan terlihat sangat bossy dan cool sedangkan ketika bersamanya, Kavin akan berubah menjadi seperti bocah lima tahun.


"Besok kita USG sekali lagi ya mami. Tadi Lupita kasih tahu aku besok kita ke rumah sakit," ucap Kavin.


"Iya. Kamu temenin kan?" Tanya Ashel.


"Temenin cinta. Yakali aku gak temenin. Masalah kantor ada Josh sama papa. Aku bakalan serahin kerjaan ke mereka besok. Toh besok cuma meeting biasa doang," ucap Kavin.


"Sayang deh sama papi. Makasih yaa papi, baby' love you," ucap Ashel.


"Baby's doang nih? Maminya enggak?" Tanya Kavin.


"Maminya big love buat papi. Makanya jadi baby's kembar," ucap Ashel.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2