My Little Wife

My Little Wife
Bab 253 : Kedatangan Tamu


__ADS_3

SALTOOO🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


.


.


.


Happy reading♡


Kavin tersenyum geli melihat mimik wajah istrinya yang terkejut karena permintaan Bella. Ia pun mendekat ke arah samping istrinya. Kebetulan mereka berada di pintu utama untuk mengantar Bella.


"Jadi gimana yang? Udah siap punya baby?" Tanya Kavin.


"Apa sih mas," ucap Ashel. Ia pun berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya.


Rasanya aneh saja mendengar permintaan suaminya itu. Bukan, bukan Ashel tidak mau menurutinya. Hanya saja terasa aneh.


Mereka memang sudah lama menikah, tapi tetap saja Ashel kadang merasa aneh dengan sikap suaminya itu. Tak jarang pula ia malu dengan permintaan suaminya ini.


"Jangan kabur," ucap Kavin. Ia menarik tangan istrinya setelah berada dekat dengannya. Tubuh Ashel yang ditarik terhuyung ke belakang menyebabkan punggungnya menubruk tubuh suaminya.


"Jangan coba lari karena aku akan tetap mengejar mu sampai keinginan ku terwujud," bisik Kavin.


"Aku gak lari. Tapi masa siang bolong gini kita itu sih mas," ucap Ashel. Ia memegang tangan suaminya yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang.


Saat ini mereka berdua berada di ruang tengah. Ashel menggerakan kakinya agar pandangannya menatap ke arah kolam berenang. Cuaca hari ini sangat cerah sekali sehingga pantulan air kolam berenang sangat indah.


"Apa salahnya kita melakukan itu. Tidak ada batasan waktu bukan? Lagi pula hari ini kita tidak memiliki kegiatan apapun," ucap Kavin.


"Kan temen temen aku mau kesini mas," ucap Ashel.


"Mereka akan tiba nanti sore, sekitar pukul dua. Dan sekarang masih pukul sebelas. Empat jam, lumayan lah untuk menyalurkan hasrat aku," ucap Kavin.


Tanpa aba aba, ia pun menggendong istrinya untuk kembali ke kamar mereka. Ashel memekik terkejut karena tindakan suaminya ini. Ia sampai mengalungkan tangannya karena takut terjatuh.


"Kebiasaan kalo apa apa itu suka sekaligus dipikir aku gak kaget apa?!" Dumel Ashel pada suaminya. Sedangkan Kavin hanya terkikik geli mendengar gerutuan istrinya.


Kavin menidurkan istrinya dan menindih tubuhnya. Satu tangannya ia gunakan sebagai tumpuan tubuhnya agar tidak terlalu menimpa tubuh istrinya sedangkan satu tangannya lagi ia gunakan untuk membelai tubuh Ashel.


"Mas minta maaf ya kalo prank kemarin kesannya keterlaluan banget sampe sampe kamu stress dan terluka. Mas janji gak gitu lagi," ucap Kavin.

__ADS_1


Ashel menatap tubuh suaminya yang berada di samping atasnya. Tangannya terangkat untuk meraba jakun suaminya yang naik turun ketika berbicara.


"Ini isinya apa mas? Kok kayak bola bekel gini," tanya Ashel mengabaikan pertanyaan suaminya.


Sedangkan Kavin sengaja memainkan jakunnya. Ashel terkikik geli sekaligus gemas melihatnya. Ia sedikit menekan jakun suaminya. Ia kira itu akan mendelem ke dalam tapi ternyata kembali lagi seperti semula.


"Kok kamu punya ini sih di leher, sedangkan leher ku gak ada," celetuk Ashel sampai membuat Kavin membuka matanya kembali setelah sempat memejam saat istrinya memainkan jakun miliknya.


"Kamu gak punya di leher, tapi punya disini," ucap Kavin. Tangannya mendarat mulus diatas squishy milik Ashel. Ia bahkan merem*snya membuat gerakan tangan Ashel terhenti.


"Bahkan ukurannya lebih besar dari pada jakun milik aku. Punya kamu empuk banget," gumam Kavin. Ia kembali menindih tubuh istrinya dan merendahkan kepalanya agar bibirnya dan bibir istrinya bertemu. Sedangkan tangannya sudah sejak tadi terus merem*s squishy istrinya.


Namun baru saja bibir mereka bertemu dan Kavin akan bergerak untuk memagutnya, tiba tiba perutnya terasa seperti di kocok. Ia ingin muntah.


Kavin buru buru bangkit dari atas tubuh istrinya dan berjalan ke kamar mandi. Bukan berjalan sih, lebih tepatnya setengah berlari.


Ashel mengernyitkan alisnya cukup aneh. Apa mulutnya bau? Ia pun menghembuskan nafas di mulutnya ke tangannya dan mencium baunya.


Tidak bau dan lebih wangi greentea. Sebab pasta gigi yang ia pakai terbuat dari greentea.


"Mas Kavin kenapa?" Gumam Ashel. Ia pun berjalan ke kamar mandi untuk melihat suaminya yang tengah muntah muntah tidak jelas.


Tidak ada yang dikeluarkan oleh muntahan suaminya ini. Namun Kavin terus terusan mual.


"Udah muntahnya?" Tanya Ashel.


Kavin mengangguk lemah dan duduk diatas ubin kamar mandi yang dingin


"Lemes yang. Kok tiba tiba aku muntah, kemarin kan gak makan yang aneh aneh," ucap Kavin lirih.


"Yakin gak makan aneh aneh? Kok bisa sampe muntah muntah gini. Gak biasanya loh," ucap Ashel.


Saat Kavin akan kembali berbicara, ia kembali mual dan ingin muntah. Kavin muntah namun tidak ada apapun yang keluar.


Cukup lama Kavin muntah muntah tidak jelas seperti itu. Tenaganya terkuras habis. Seperti sudah meniduri istrinya saja. Bahkan ia sampai di bopong oleh istrinya untuk kembali ke kamar.


Kavin menyandarkan bahunya pada dashbor ranjang. Sedangkan Ashel memberinya minum air hangat.


"Ke dokter aja ya? Kita panggil kesini."


"Gak mau yang. Tiduran aja," ucap Kavin.

__ADS_1


"Makan gak mau?" Tanya Ashel. Kavin menggelengkan kepalanya. Ia merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya yang sedang duduk di dekatnya.


Ashel mengusap usap kepala suaminya agar bisa tertidur. Kasihan juga melihatnya seperti tadi.


***


Pukul dua.


Rumah besar Ashel kedatangan teman temannya. Mereka semua dengan heboh bercerita lagi dan lagi. Sebelum berkunjung kesini, mereka sempat main main ke salah satu pusat perbelanjaan ditemani Ayu. Tentunya dengan kendaraan yang sudah disediakan Kavin.


"Asli perfect banget laki lo. Masa kita berempat dikasih hotel vip. Mana kita semua beda kamar lagi njing. Seneng bet dah gue," ucap Yuta.


"Hooh, mana kita juga dapet layanan pijat gratis," ucap Rita.


"Bukan pijat plus plus?" Tanya Ashel.


"Itu mah elo sama laki lo," ucap Ayu terkikik geli. Ia juga ikut di pijat, sebab Kavin juga memintanya untuk tinggal bersama di hotel itu.


"Beda cerita. Gue sih udah halal," ucap Ashel bangga.


"Iya deh. Jomblo mah diem," ucap Yasmin.


Mereka pun tertawa bersama. Obrolan panjang mereka berlanjut sampai tidak kenal waktu tentunya dengan ditemani cemilan yang sudah disediakan oleh Ashel selaku tuan rumah.


"Betah banget gue disini. Rasanya pengen lama lama, tapi realitanya gue kudu balik Jakarta," ucap Feli.


"Iya anjir. Mana pas masuk gue udah masuk ulangan harian. Bete banget," ucap Yuta.


"Gue juga anjir. Mana dosennya gak seru banget, masa kita tiap minggu ulangan harian," ucap Rita.


"Yang sabar ya prend. Derita kita emang beda beda," ucap Ayu.


"Yaudah sih kita cuma perlu ngejalaninnya aja. Yang penting persahabatan kita terus langgeng meskipun kita berada di tempat berbeda. Makasih banyak loh kalian udah nyempetin buat datang," ucap Ashel.


"Kan laki lo yang bayar. Yakali yang gratisan gak kita ambil. Ye ga?" Tanya Rita yang diangguki teman teman Ashel.



Tbc.


Ramein guys. Kalo ada typ maapin🫱🫨🫲

__ADS_1


__ADS_2