My Little Wife

My Little Wife
Bab 234 : Rujak


__ADS_3

Happy reading♡


Bugh...


Bughh...


Ashel dan Kavin bersamaan melempar bantal sofa ke arah Rafello. Mereka berdua sungguh kesal dengan sikap Rafello yang kelewat random itu.


"Lo ngadi ngadi sumpah. Geli gue liatnya. Jauhin gakk?" Teriak Ashel saat melihat banyak boneka kecil berbentuk bayi di tangan Rafello.


"Dih, kok geli. Kan nanti lo juga punya anak anjir," ucao Rafello.


"Ya gak gitu juga. Masa anak gue lebih kecil dari jari jempol mas Kavin. Kan gak mungkin," ucap Ashel.


"Lah, ini kan cuma perumpamaan kakak ipar ku sayang," ucap Rafello yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari abangnya.


Rafello cengengesan menatap ke arah abangnya.


"Kelamaan jomblo jadi gini ya lo? Kasihan banget," ucap Ashel.


"Udahlah yang kita pergi aja. Ngapain ngurusin jomblo satu ini," ucap Kavin. Ashel menganggukan kepalanya setuju.


Lama lama bersama Rafello selalu membuat otaknya mendidih.


"Hey kalian mau kemana? Cogan kok ditinggal sih," teriak Rafello saat melihat kedua kakaknya itu pergi dari sana.


"Dasar pasutri. Pantesan jodoh, orang sifat mereka berdua sama," gumam Rafello.


Ia pun beranjak dari ruang tamu menuju ke salah satu kamar yang sering ia tempati disini. Lebih baik tidur.


Tidur merupakan salah satu solusi bagi Rafello untuk mengistirahatkan sejenak pikirannya dari hingar bingar kehidupannya.


Sebenarnya hubungan Rafello dan Ayu saat ini sedang kurang baik. Entah mengapa Ayu tiba tiba menjauhinya. Padahal seingatnya, ia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Cewek emang gitu, sulit banget dimengerti," gumamnya. Ia pun memejamkan matanya setelah tiduran di atas kasur.


Setelah beberapa saat memejamkan matanya, anehnya ia sulit tertidur. Sudah berbagai cara ia lakukan agar bisa tidur namun sangat susah sekali. Pikirannya terus memikirkan tentang Ayu.


"Anjin* lah, ngapain sih lo Yu ada di pikiran gue mulu. Capek gue, lo nya susah buat di gapai. Mending jangan ada di pikiran gue," erang Rafello.


Tengkurap, terlentang bahkan yang lainnya sudah ia coba namun nihil. Matanya terpejam namun sangat sulit untuk bisa terlelap.


"Awas aja lo Yu. Kalo sampe lo gak jadi milik gue, gue sumpahin lo cuma berjodoh sama gue. Kalo gue bukan jodoh lo semoga lo yang jadi jodoh gue," ucap Rafello.


Ia pun bangun dari tidurnya dan kembali menyalakan ponselnya. Lebih baik bermain game dari pada tiduran tapi tidak tidur lelap.

__ADS_1


Semoga saja ia bisa menghilangkan Ayu dari dalam otaknya.


***


Ashel menatap girang pada deretan boneka yang di pajang di salah satu mall yang ia kunjungi bersama suaminya. Sejak tadi, Kavin terus menawarkan barang branded yang ia temui di mall ini namun istrinya menolak.


"Mas mau itu," ucap Ashel menunjuk salah satu boneka yang di pajang.


"Gak mau barang yang lain? Disini banyak loh barang branded," tawar Kavin.


Ashel menggelengkan kepalanya tanda tak mau. Ia terus memaksa Kavin untuk membelikannya boneka yang ia mau.


Sebenarnya boneka itu tidak terlihat seperti boneka pada umunya. Boneka yang diingakan istrinya itu terbuat dari barang yang mudah pecah.


Boneka itu lebih terlihat seperti guci. Warnanya cukup bagus juga.


"Beneran mau yang itu aja?" Tanya Kavin. Lagi dan lagi Ashel hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Yaudah, tunggu disini. Mas bayar dulu boneka yang kamu mau," ucap Kavin. Ashel pun mengangguk dan tetap diam di dekat beberapa boneka yang dipajang.


"Ada yang bisa dibantu pak?" Tanya pelayan toko.


"Saya mau boneka yang itu mbak. Tolong di packing," ucap Kavin menunjuk boneka yang diinginkan oleh istrinya.


Kavin mengangguk dan pergi ke kasir untuk membayarnya.


Total harga boneka itu tidak mahal. Jika dirupiahkan hanya sekitar seratus lima puluh juta saja.


"Nanti barangnya dianter langsung sama pihak toko ke rumah kita. Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Kavin.


"Makan." Jawab Ashel singkat.


"Boleh. Mau makan apa?" Tanya Kavin.


"Rujak mas, tapi dicampur sama ice cream," ucap Ashel.


"Hah? Makanan apa itu? Emang disini ada?" Tanya Kavin.


"Gak ada di jual tapi mau aku buat. Sekarang kita ke supermarket yang ada di mall ini yuk buat beli bahan bahannya," ajak Ashel. Kavin pun mengangguk saja dan mengikuti langkah istrinya yang menariknya ke supermarket.


Sebelum masuk, Ashel lebih dulu membawa troli. Tiba tiba tubuh Ashel yang kecil dinaikan oleh suaminya ke dalam troli.


Tentu saja Ashel memekik terkejut karena tindakan suaminya ini.


"Biar kamu gak cape yang. Aku dorong ya," ucap Kavin. Mereka pun masuk ke dalam supermarket tersebut.

__ADS_1


Ashel dan Kavin menjadi pusat perhatian saat masuk ke dalam. Namun Ashel tidak peduli dengan pandangan orang orang. Begitu juga Kavin.


Ashel meminta turun dari atas troli saat mereka sudah sampai di rak buah. Disana banyak sekali buah buahan yang dipajang.


Ashel mengambil mangga muda berukuran besar tiga biji. Dilanjutkan dengan buah buahan lainnya seperti nanas, jambu biji dan yang lain.


"Ada yang kurang?" Tanya Kavin saat melihat istrinya terdiam.


"Iya. Aku mau ubi jalar mas. Disini kira kira ada yang jual gak ya?" Tanya Ashel.


"Di stand buah gak ada emang?" Tanya Kavin.


Ashel menggelengkan kepalanya. Ia sudah mengitari stand stand buah yang ada disini namun tidak menemukan ubi jalar.


"Yaudah coba kita cari di stand sayuran. Siapa tahu disana ada," ucap Kavin. Ashel pun mengangguk dan berjalan menuju stand sayur sayuran yang letaknya tak jauh dari stand buah buahan.


Di tempat sayuran, Ashel mengambil wortel. Namun ia kembali terdiam.


"Kenapa lagi yang?" Tanya Kavin.


"Di rumah ada wortel gak ya? Takutnya banyak nanti malah mubadzir," ucap Ashel.


"Udah masukin aja dari pada pusing mikir," ucap Kavin.


"Yaudah iya."


Ashel pun memasukan kantong wortel yang tadi ia pegang ke dalam troli. Ia juga akhirnya menemukan ubi jalar disini. Tak lupa ia juga mengambil cabai rawit dan beberapa bahan lainnya untuk dibuat rujak.


Setelah selesai berbelanja, Kavin pun membayar semuanya di kasir. Total belanjaan istrinya tidak banyak juga.


Kenapa juga istrinya ini sangat irit sekali pada uang. Padahal ia sering mengomel pada Ashel untuk boros sesekali.


"Udah gak ada yang mau dibeli lagi?" Tanya Kavin.


"Udah mas. Pulang aja, gak sabar pengen bikin rujak," ucap Ashel.


Kavin mengangguk. Mereka berdua berjalan keluar dari dalam supermarket menuju ke bassement parkiran.


Satu tangan Kavin menenteng belanjaan dan satunya lagi merangkul bahu istrinya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana menuju ke rumah mereka.


Tbc.


Kalo ada typ maap ya

__ADS_1


__ADS_2