My Little Wife

My Little Wife
Bab 260 : Keputusan Ayu


__ADS_3

saltoooooo🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🫱


.


.


.


Happy reading♡


Ashel mencoba menahan tangan suaminya yang masuk ke dalam kemeja yang ia kenakan. Namun gagal karena Kavin menggunakan satu tangannya untuk menahan tangan Ashel. Tangan Kavin dengan cepat merembat masuk ke dalam kemeja itu.


Selepas berhubungan tadi, Ashel tidak menggunakan dalam apapun. Ia hanya membalut tubuhnya dengan kemeja ini. Ashel memejamkan matanya saat tangan kekar suaminya meraba halus miliknya. Ia berusaha menahan desah*nnya saat tangan Kavin mulai bergerak.


Kavin sendiri menatap wajah istrinya. Memperhatikan mimik wajahnya yang akan selalu ia ingat dalam memorinya. Istrinya hanya boleh berekspresi seperti ini padanya. Bila perlu Kavin akan selalu melakukan hal ini setiap hari agar istrinya tidak berpaling dan hanya akan mengingat tentang dirinya.


Ashel menggigit bibirnya saat sudah tidak tahan dengan permainan tangan suaminya dibawah sana. Semakin lama semakin cepat dan Ashel sudah tidak tahan.


"M-mas," ucap Ashel terbata.


"Hm? Menikmatinya mami?" Tanya Kavin.


Terlintas ide jahil di otaknya. Sepertinya akan menyenangkan jika mempermainkan istrinya. Ia pun melakukannya. Permainan tangannya yang semula bergerak cepat kini menjadi pelan dan perlahan. Padahal Ashel sudah akan mencapai puncaknya namun suaminya malah mempermainkannya.


"Mas. Jangan permainkan aku," pinta Ashel.


"Baik, tapi jangan meminta berhenti. Kamu yang buat mas gak masuk kantor sore ini. Jadi kamu harus melayani mas sampe pagi besok. Bagaimana?" Tanya Kavin. Bibirnya tersenyum miring saat berhasil mempermainkan istrinya yang sedang dilanda kenikmatan.

__ADS_1


"Besok- aku masuk ku-liah mas," ucap Ashel.


"Aku tidak peduli. Setuju atau tidak terserah kamu. Semua pilihan ada di tangan kamu, sayang," ucap Kavin. Ia semakin memelankan gerakan tangannya dibawah sana. Dan dengan jahilnya satu tangannya yang menganggur merem*s squishy milik istrinya cukup keras sehingga Ashel mengaduh kesakitan. Namun Kavin tidak memperdulikannya. Saat istrinya kesakitan Kavin justru jadi mempercep*t gerakan jarinya.


Ashel rasanya ingin menangis karena dipermainkan seperti ini oleh suaminya. Ia pun memukul pelan suaminya.


"Jahat," ucapnya.


Kavin menahan senyumnya dan mengecup bibir sang istri. Ia kemudian melepaskan jarinya dari milik sang istri dan menggantikannya dengan mul*t dan lid*hnya.


Ashel memekik terkejut karena tindakan suaminya. Jujur saja ia takut ada orang yang tiba tiba kesini dan ia terciduk sedang dalam posisi seperti ini. Namun Ashel tak sempat protes sebab Kavin lebih dulu mempermainkannya dibawah sana.


Cukup lama ia bermain sampai Ashel mencapai puncaknya namun tidak ada tanda tanda ia akan berhenti. Setelah merasa cukup, Kavin pun bangun dan menatap sang istri yang tengah memejamkan matanya sembari nafasnya memburu naik turun. Sungguh pemandangan yang indah.


"Menikmatinya?" Tanya Kavin. Tanpa aba aba lagi mulai mem*sukan miliknya yang sudah menger*s ke dalam milik sang istri. Ashel memekik tertahan karena tindakan Kavin yang diluar dugaannya.


"Don't worry babe. Semuanya sudah aku usir dan tidak akan ada yang berani masuk kesini sebelum mendapat perintah," ucap Kavin. Ia memang sudah merencanakan hal ini saat ia menemukan istrinya tengah asik makan di dapur. Kavin hanya ingin mencoba hal baru saja. Bercinta di tempat lain. Mungkin nanti ia akan mencobanya di kolam berenang atau mungkin di mobil.


***


Setelah mengantarkan Rafello pulang, Ayu menatap cincin yang sengaja disematkan Rafello di jari tengahnya. Entah apa maksudnya. Sebenarnya Ayu merasa nyaman berada di sisi Rafello selama ini. Hanya saja ia masih ragu dengan perasaannya. Takutnya ini hanya perasaan kagum saja.


Banyak ketakutan di dalam dirinya. Setelah dipatahkan oleh Dimas beberapa tahun yang lalu, Ayu menjadi enggan menjalin hubungan lagi dengan pria lain. Ia tentu saja tidak menyamakan Rafello atau pria lain dengan sikap Dimas, ia hanya berjaga jaga saja. Ia takut hatinya kembali terluka, sebab sulit menyembuhkannya.


Ayu memang dikenal cukup frontal dan kasar dalam berbicara. Tak jarang juga mulutnya mengucapkan kata kata yang cukup toxic. Beruntung sahabatnya Ashel sudah mengerti kebiasaanya.


"Gue gak tahu harus gimana. Fello baik dan gue gak mungkin buat dia kecewa karena perasaan gue. Apa gue ikutin apa yang dia bilang ya? Biar gue gak stuck sama Dimas. Ashel juga minta hal yang sama, sama gue," gumamnya.

__ADS_1


Permintaan Ashel dan Rafello sama. Yaitu meminta Ayu untuk membuka semua blokiran sosmed milik Dimas. Ia harus berusaha menerima kenyataannya agar tidak melulu stuck pada Dimas.


"Ya udah gue coba. Kasihan juga Fello udah coba deketin gue selama ini. Gue gak boleh kecewain dia," gumam Ayu.


Ia pun mengambil ponsel miliknya dan melakukannya. Yap, Ayu membuka semua blokiran tentang Dimas di ponselnya. Setelah semua aku ia unblok, muncul banyak notif dari sana. Mulai dari whatsapp, telegram, instagram, dan yang lainnya. Bahkan Dimas mengiriminya email.


Ayu mulai membukanya satu persatu. Isi pesan Dimas sama. Dimas mengutarakan penyesalannya karena telah menyianyiakan Ayu yang tulus dan malah memilih wanita yang tidak tulus.


Dimas juga bilang jika sekarang ia sendiri dan tidak menjalin hubungan apapun dengan siapapun. Ia masih menunggu kedatangan Ayu untuk memaafkannya dan kembali menerimanya.


Ayu tersenyum remeh. Bisa bisanya Dimas dengan enteng memintanya kembali. Sayangnya Ayu tidak sebodoh dulu. Jika harus memilih antara Dimas dan Rafello, tentu saja ia akan memilih Rafello.


Rafello jauh lebih baik sikapnya dari pada Dimas. Belum menjalin hubungan saja Dimas sudah bermain tangan. Bagaimana jika Ayu sudah menjalin hubungan dan terjerat dengan hubungan yang toxic? Ayu tidak sanggup walaupun hanya membayangkannya.


"Mungkin ini karma buat lo Dim. Semoga dengan ini semua lo sadar dan gak nyakitin cewek lain lagi," gumam Ayu. Ia hanya membaca semua notif dari Dimas dan tidak berminat membalasnya satu pun.


"Kayaknya emang Rafello yang terbaik. Semoga saja tuhan, aku mohon. Aku lelah jika harus kembali patah," gumam Ayu.


Ia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Pikirannya menerawang ke kejadian beberapa tahun yang sudah ia lewati. Dan hanya Rafello yang selalu mendengarkan keluh kesahnya. Rafello memang terlihat tidak peduli padanya, tapi selama ini Rafello selalu bersamanya. Untuk itu ia merasa nyaman berada dekat dengannya. Ayu merasa selalu terlindungi saat berada di dekat pria itu.


"Gak ada salahnya gue coba buka hati gue buat lo Fell. Thanks udah sabar selama ini nunggu gue, gue yakin sama perasaan gue kalo lo emang orang yang selama ini gue tunggu," gumam Ayu. Tangannya memegang ponsel miliknya yang menampilkan fotonya dengan Rafello.



Tbc.


Ramein🫨🫨🫨🫨 kalo typ maapin

__ADS_1


__ADS_2