
Happy reading♡
Skip, 6 tahun kemudian....
Seorang bocah laki laki berambut coklat sedang berjalan masuk ke dalam kelasnya. Ia terpisah dari abang dan adiknya karena tadi ia kebelet pipis. Untungnya ada maminya yang mengantarnya ke toilet. Ia cukup takut sendirian ke toilet, sebab toilet disana cukup sepi dan gelap.
Ia masuk ke dalam kelasnya dan langsung mendudukan bokongnya pada kursi yang tersedia di sebelah abangnya. Sedangkan di depan, adiknya sudah duduk anteng dengan seorang bocah perempuan yang tidak ia kenali. Ini adalah hari pertamanya masuk Sekolah Dasar.
Kai, Ling dan Briella sudah beranjak besar. Saat ini usia mereka adalah enam tahun. Mereka sudah menghabiskan waktu satu tahun di taman kanak kanak dan kini mereka sudah lulus kemudian melanjutkan pendidikan selanjutnya.
Ashel dan Kavin dengan setia mengantar anak anaknya ke sekolah pagi tadi. Dan setelah memastikan anak anaknya ada di dalam kelas, baru mereka kembali ke untuk melanjutkan aktivitas mereka.
Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Ashel masih tidak menyangka jika anak anaknya kini sudah masuk ke sekolah dasar. Rasanya baru kemarin ia mengandung mereka tapi kini mereka semua sudah cerewet sekali. Apalagi Briella.
"Nanti anak anak pulang sekolah biar aku yang jemput. Kamu tunggu kita di rumah aja," ucap Kavin. Saat ini ia sedang mengantar istrinya kembali ke mansion.
"Iya mas. Awas jangan telat, nanti Briella ngambek lagi kayak yang udah udah," ucap Ashel. Kavin terkekeh mengingatnya. Anak gadis kecilnya itu memang hobby marah marah jika Kavin telat menjemputnya meskipun hanya satu menit saja.
"Aku usahain enggak sayang. Cape aku bujuk Briella terus. Dia kalo ngambek suka susah banget dibujuknya," ucap Kavin.
"Makanya jangan telat sayang," ucap Ashel.
"Iya enggak. Kamu baik baik di rumah. Diem aja jangan banyak gerak, biarin kerjaan di handel sama pelayan. Aku gaji mereka," ucap Kavin. Mereka saat ini sudah sampai di depan mansion keluarga Kavinder.
"Iya mas. Aku gak mungkin kerjain lagi kerjaan rumah. Males sama hukuman yang kamu kasih. Hati hati di jalannya sayang," ucap Ashel.
"Yes mami. Bye."
***
Waktu pulang sekolah sudah tiba. Ketiga anak kembar Ashel dan Kavin sudah menunggu di depan kelasnya. Beserta seorang anak perempuan yang rambutnya selalu saja di kuncir sejak mereka TK. Dia adalah teman baik Briella. Namanya Ailee.
__ADS_1
Bricia Ailee Fox adalah anak dari tetangga mansion Kavin. Ayahnya seorang pebisnis sama seperti Kavin. Hanya saja bisnis keluarga Ailee bergerak di bidang kuliner.
"Bri, kamu mau main gak sama aku sore ini?" Tanya Ailee.
"Mau lah. Nanti kamu ke rumah aku aja, kemarin papi udah beliin aku banyak banget boneka barbie. Sekarang aja barengan ke rumah aku," ucap Briella.
"Boleh," ucap Ailee.
"Hallo baby's. Papi gak telat jemput kalian kan?" Tanya Kavin.
"Engga pi. Ayo pulang, Briell mau mau barbie sama Ailee," ucap Briella.
"Iya sayang ayo. Ailee, ikut sama om aja ya. Tadi om udah bilang sama papa kamu kalo kamu pulangnya sama om," ucap Kavin.
"Iya om."
Mereka berlima pun berjalan bersama menuju ke mobil milik Kavin. Sejak tadi Ling melemparkan tatapan tak suka pada Ailee. Anak itu terlalu berisik sekali. Ling tidak suka dengan kebisingan.
Tiga puluh menit berlalu, Kavin dan anak anak sudah sampai di mansion mereka. Briella langsung mengajak Ailee bermain boneka barbie sedangkan Kai bergabung namun bermain mobil mobilan. Ling sendiri memilih tidur agar ia tidak mendengar ocehan anak bernama Ailee itu.
"Gak mi. Ling mau bobo aja, ngantuk," ucap Ling.
"Ya udah, ganti baju dulu baru tidur. Briella sama Kai juga ya. Ailee mau ganti pakai baju Briella?" Tanya Ashel.
Bocah dengan rambut kuncir dua itu pun menggeleng. "Gak usah tante. Ailee pake seragam aja. Ailee gak main kotor kotoran kok."
"Beneran? Gak papa kok pake baju Briella dulu," ucap Ashel.
"Enggak tante, makasih."
"Oke kalo gitu. Tapi sebelum main kalian makan siang dulu ya?" Ucap Ashel.
__ADS_1
"Iya mi."
Ke empat anak anak itu pun makan bersama di meja makan. Beserta Kavin dan Ashel. Mereka selalu merasa senang jika ada Ailee berkunjung. Rasanya rumah mereka jadi ramai.
Selesai makan, Kai, Briella dan Ailee main bersama di depan ruang tv sembari di awasi oleh suster. Sementara Ling sudah masuk ke dalam kamarnya. Anak itu selalu menghindar jika ada Ailee berkunjung. Ashel dan Kavin tentu saja tahu hal itu. Namun ketika ditanya Ling selalu menjawab jika ia memang malas bermain.
"Mas, kamu merasa aneh gak sih kalo Ling suka menghindar waktu ada Ailee main kesini," ucap Ashel.
"Iya yang. Anak itu kayak jaga jarak sama Ailee. Padahal setahu aku Ailee anaknya baik. Bahkan Briella juga suka temenan sama dia bahkan sejak mereka masuk taman kanak kanak," ucap Kavin.
"Yang aku denger dari Kai sih, Ling gak suka sama Ailee karena anak ini berisik banget katanya. Mana dia sering kasih Ling coklat," ucap Ashel.
Kavin terkekeh mendengar ucapan istrinya ini, "Kayaknya anak kita udah dikejar kejar meskipun masih SD juga. Ling emang ganteng banget sih," ucap Kavin.
"Iya ganteng, tapi dia kok pendiem banget ya? Ngomong kayak seperlunya gitu. Padahal kan kamu sama aku gak sependiem itu," ucap Ashel.
"Aneh tapi nyata. Anak kita yang satu itu kayaknya bakalan jadi modelan cowok kalem dan gak suka deket deket sama cewek deh. Aku yakin seratus persen," ucap Kavin.
"Ya kita lihat aja nanti," ucap Ashel.
Sejak beberapa tahun yang lalu, Ashel dan Kavin memutuskan akan menetap di Boston setelah berpikir cukup lama. Mereka memilih disini karena sebagian besar pekerjaan Kavin ada disini. Ditambah pendidikan disini juga lebih unggul dan juga tidak perlu pindah pindah lagi.
Kedua orang tua mereka hanya mengiyakan saja. Toh ini jalan hidup anak anak mereka. Mereka tidak memiliki hak untuk melarang. Yang penting anak dan cucu cucu mereka bahagia dan selalu sehat.
"Besok Ayu mau titipin anaknya disini. Kebetulan suster Lee juga gak sibuk besok," ucap Ashel.
"Heran sama Fello, kenapa dia gak coba cari baby siter untuk anaknya. Mana selalu minta suster anak kita buat jagain. Aku harus ngomong nih sama dia," ucap Kavin.
"Udah lah mas, biarin aja. Lagian suster Lee besok aku suruh Free. Ling anaknya kalem gak neko neko. Lagian udah besar juga," ucap Ashel.
"Yaudah."
__ADS_1
Tbc.
Aku cepetin alurnya ya soalnya bentar lagi end. Ini awas aja kalo gak naik level. Aku udah ngetik banyak bab hari ini🥹🥹✊️