My Little Wife

My Little Wife
Ep. 129 > Next


__ADS_3

Azalea terduduk lemas di dalam Aula, seorang diri. Ia benar-benar tidak menyangka semuanya jadi berantakan seperti ini.


"Minum dulu." Ella menghampiri Azalea, dan memberikannya sebotol air mineral. Azalea memang tampak sangat pucat setelah kejadian itu.


"Apa Mama sudah siuman?" Tanya Azalea memastikan.


Ella ikut duduk bersama Azalea tepat dihadapannya. "Sudah." Jawabnya kemudian.


"Syukurlah." Diiringi helaan nafas leganya. Azalea meneguk sedikit air mineral yang diberikan Ella, setelah itu meletakkan botol itu di atas meja. "Apa Zico masih disana?" Lanjut Azalea.


"Iya, mereka sedang mengobrol." Jawab Ella sambil terus menatap Azalea. Memperhatikan setiap inci sudut wajah Azalea.


Azalea memang menyadari tatapan itu, namun saat ini ia sedang tidak ingin memperdulikannya. Terserah orang lain akan berfikir apa tentang dirinya, yang jelas saat ini ia hanya ingin Ibu Mertuanya saja yang jangan sampai salah faham padanya. Padahal ia ingin menjelaskan semuanya sendiri pada Tante Ema. Namun Zico melarangnya, menurut Zico lebih baik Zico sendiri yang menceritakan kronologinya pada Mamanya.


"Kau terlihat sangat pucat." Ujar Ella akhirnya.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Azalea sekenanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau istirahat saja dulu di kamar Resort." Ella bangkit dari duduknya. "Biar aku siapkan kamarnya dulu."


"Tidak perlu, aku tunggu Zico disini saja." Tolak Azalea.


"Tapi-"


"Aku baik-baik saja, tidak apa-apa."


'Benarkah? Benarkah aku baik-baik saja? Bagaiamana aku bisa menghadapi Mama setelah kejadian ini. Masih maukah ia memaafkan aku?'


Azalea menghela nafas dalam.


***


"Jadi kau sudah tahu sejak awal?" Tanya Tante Ema dengan suarah lirih dan raut wajah kecewanya.


Zico mengangguk pelan, sembari menunduk dalam. Tak punya keberanian untuk menatap mata Mamanya.

__ADS_1


"Sebenarnya wanita seperti apa yang sudah kamu nikahi itu, Zico?" Dalam waktu sekejap, Azalea seakan menjadi asing untuk dirinya. Sosok Azalea seakan menjadi wanita baru, yang tidak sama lagi dengan wanita yang dikenalnya sejak pertama kali. Tidak, Tante Ema hanya belum siap, jika ada kebohongan lain yang disimpan Azalea.


Menurutnya, wanita macam apa yang mau menjual rahimnya seperti itu. Jelas, itu bukan wanita baik-baik.


Wanita baik tidak akan pernah menjual darah dagingnya! Begitulah menurut Tante Ema.


"Lea terpaksa melakukan semua itu, Ma."


"Jangan jelaskan apapun pada Mama. Mama tidak butuh alasan apapun! Mama sudah salah menilai wanita itu selama ini."


"Ma, Lea tidak seperti yang Mama pikirkan." Zico masih ingin mencoba untuk menceritakan semuanya. Namun, Tante Ema benar-benar tidak ingin mendengarkan apapun. Ia sama sekali tidak mau tahu, apa alasan Azalea hingga sampai hati menjual anaknya.


"Cukup Zico! Jika kau bersikeras ingin mencari-cari alasan untuk membenarkan apa yang sudah dilakukan wanita itu, sebaiknya kau keluar dari sini." Tante Ema sudah kekeh dengan pendiriannya, dia terlalu kecewa dan merasa tidak dapat memaafkan perbuatan yang telah dilakukan Azalea.


"Mama sudah melakukan kesalahan besar, dengan memintamu menikahi wanita itu." Lanjut Tante Ema kemudian.


Zico langsung menatap tajam ke arah Mamanya. Apa maksudnya kalimat itu? Sedangkan Tante Ema, justru mengalihkan wajahnya ke arah lain. Dengan tatapan kosongnya, ia sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang sulit untuk di tebak oleh Zico.

__ADS_1


Semoga saja Tante Ema tidak memiliki pemikiran yang diluar nalar.


^TO BE CONTINUED^


__ADS_2