
bismillah dulss dongggggg✊️✊️✊️
Spesial pelentin ga seeeeh🫢
.
.
.
Happy reading♡
Sore harinya, Anna san Sarah benar benar datang bersama suami suaminya. Sebenarnya masing masing dari suami mereka bertanya kenapa mereka menginap lagi, namun keduanya sepakat ingin bermain bersama di kembar. Mumpung Kavin juga memberikan ijin untuk mereka tidur bersama cucu cucu mereka.
Ashel menyambut mereka dengan senang. Si kembar sedang bermain. Mereka tadi sempat tertidur di siang harinya. Dan sore ini mereka bangun untuk mengedot asi dan susu formula. Sebenarnya Ashel ingin semua anaknya meminum asi-nya dan tidak mau menggunakan susu formula, namun ketiga bayinya ini sangat banyak sekali meminum asinya. Terkadang salah satu dari mereka tidak kebagian. Alhasil mereka meminum susu formula.
Ashel sebisa mungkin selalu memakan kukus pepaya muda juga nyemil pepaya yang matang. Selain itu juga, Anna selalu menyediakan sayuran katuk agar anaknya ini menghasilkan banyak asi. Bahkan Nata, wanita paruh baya itu sengaja menanam katuk di halaman mansion Kavin. Terniat memang, namun itu sangat berguna untuk Ashel. Tanaman katuk itu ditanam Nata sekitar satu bulan lalu. Bahkan Kavin meminta pelayannya untuk mengurus tanaman itu agar selalu sehat dan juga lebat daunnya.
"Sayang, ini mama beliin kamu sayuran. Udah mama masak juga, biar asi kamu makin lancar," ucap Sarah.
"Wah, mama baik banget. Riana mau banget makan ini. Makasih ya ma," ucap Ashel.
"Sama sama sayang. Jangan lupa juga diselingi daging rebus," ucap Sarah.
"Iya ma," ucap Ashel.
__ADS_1
"Nanti jangan lupa pompa asi kamu, buat stok nanti malam biar bunda gak ganggu kamu," ucap Anna menggoda.
"Ish bunda mah," ucap Ashel. Wanita itu pun pergi ke dapur. Kebetulan dia belum makan, jadi ia akan makan disana. Pelayan sudah merebuskan ayam yang dicampur santan dan beberapa rempah. Sehingga membuat ayam itu lebih gurih dan enak.
Sementara Anna dan Sarah pergi bermain dengan cucu cucu mereka. Kavin sedang berbicara dengan papa dan ayah mertuanya. Bahasan mereka tidak jauh jauh dari pekerjaan di kantor.
Si kecil Ling sejak tadi membuka matanya. Pria kecil itu dengan anteng menghis*p jari jari tangannya. Sementara Briella dan Kai berada di pangkuan Sarah dan Anna. Adi yang tidak tega pun mengambil bayi itu dan memangkunya. Bayi itu sangat tampan dengan kulit putih seperti papi dan maminya. Sedangkan wajahnya sangat mirip sekali dengan putrinya, Ashel.
Ashel di dapur dengan lahapnya makan. Wanita itu hanya memakan satu potong ayam sisanya ia banyak makan nasi dan sayur. Entah sayur yang di cah atau pun sayur mentah seperti selada. Makanan ini sangat nikmat. Untung saja sejak masih kecil sampai sekarang, Ashel sangat menyukai sayuran.
Ashel membereskan bekas makanannya. Ia mencuci tangan dan minum air putih kemudian dilanjutkan dengan nyemil pepaya potong yang sudah disiapkan oleh pelayan di mansionnya. Ashel sangat menikmati makanannya. Entah mengapa saat sedang menyusui seperti ini ia sangat mudah lapar.
"Ah, kenyang. Alhamdulilah, makasih tuhan atas nikmatnya," ucap Ashel. Ia pun meminum segelas air dan pergi menuju ke ruang tv. Disana ada anak anaknya.
"Udah makannya?" Tanya Anna.
"Pompa asi udah?" Tanya Sarah.
"Beres ma. Ada di kulkas nanti tinggal diambil," ucap Ashel.
Mereka pun kembali berbincang. Sesekali juga bercanda gurau dengan bayi bayi kecil itu. Meskipun bayi bayi itu belum bisa merespon dengan ucapan, namun mereka cukup bahagia melihat senyum bayi bayi itu.
***
Sudah pukul delapan malam, bayi bayi Ashel sudah tertidur lelap. Mereka tidur di kamar tamu yang dihuni bunda dan mamanya. Kedua wanita itu sepakat ingin tidur satu kasur dengan bayi bayi itu. Alhasil dua ranjang disatukan dan diatasnya dialasi kasur bayi bayinya. Di sampint kiri dan kanannya akan ditiduri oleh Sarah dan Anna.
__ADS_1
"Bun, ma, Riana titip mereka ya," ucap Ashel.
"Iya sayang, kamu tenang aja," ucap Sarah yang diangguki oleh Anna. Ashel pun beralih pada ketiga bayinya yang sudah terlelap.
"Baby's, kalian jangan rewel ya? Kasihan nenda nenda-nya kalo harus begadang. Nurut sama mami ya? Besok mami janji kita main bareng lagi," ucap Ashel. Ling, si bayi tampan yang paling kalem itu tersenyum. Membuat Ashel juga ikut tersenyum sementara Sarah Dan Anna memekik lucu.
Ashel mengecup kening anak anaknya. Ia pun pamit dari sana menuju ke kamarnya. Papa dan ayahnya kembali ke mansion masing masing. Mereka memang ada pekerjaan disana. Jadi mereka pun kembali sejak maghrib tadi.
Ashel masuk ke dalam kamarnya. Disana Kavin sudah duduk diatas kasur. Pria itu menatap penuh goda ke arah istrinya. Kamarnya juga sangat harum. Bahkan lebih harum dari biasanya.
"Sini sayang," ucap Kavin.
"Bentar. Sabar," ucap Ashel. Wanita itu pergi ke walk in closet miliknya. Bagaimana pun ia harus tampil special di depan suaminya. Lingerie berwarna merah ia gunakan yang dibalut dengan jubah hitam. Ia memakai sedikit make up dan juga menggunakan lipstik berwarna merah. Ashel menggerai rambutnya dan menggunakan parfume khusus untuk memancing nafsu suaminya. Setelah siap, ia pun keluar.
Ashel berjalan ke arah ranjang. Jantungnya sudah jedag jedug sejak tadi. Rasanya ia akan seperti malam pertama lagi dengan suaminya ini.
Kavin menatap penuh damba ke arah istrinya. Sangat cantik sekali. Tanpa banyak bicara lagi, Kavin pun menyambar bibir istrinya yang sudah menggoda sejak tadi. Bahkan harum tubuh istrinya mampu meningkatkan nafsunya. Sebelumnya tadi Kavin sudah mengunci pintu terlebih dahulu.
Ashel tentu tidak diam saja. Wanita itu sudah berpengalaman dan ia tahu dimana saja titik sensitif suaminya. Namun sepertinya Kavin sudah menyusun rencana lebih dulu, saat Ashel akan bergerak diatasnya, Kavin lebih dulu bergerak. Selama satu bulan ini dan beberapa bulan terakhir, istrinya tidak pernah merasakan puas atas hubungan s*x-nya. Jadi Kavin akan menghabisinya malam ini.
Ciuman Kavin bergerak ke leher istrinya. Tangannya juga sejak tadi terus bermain diantara kedua squishy yang kenyal dan sangat besar itu. Dalam satu kali tarikan, Kavin menarik jubah yang digunakan istrinya. Untuk beberapa saat, Kavin terdiam menatap pemandangan indah di depannya. Ia dengan tidak sabaran menarik lingerie itu menyebabkan lingerie itu robek. Kedua squishy istrinya sudah masuk ke dalam mulutnya. Bermain dengan put*ng sang istri sampah membuat suara indah keluar dan mengalun indah terdengar ke telinga Kavin. Suara itu seolah memberikan semangat untuknya. Tangan Kavin bergerak ke area milik istrinya. Mengusap lembut kenikmatan itu.
"Aku akan mulai sayang, jangan meminta ku berhenti. Karena aku tidak akan mengabulkan permintaan mu," bisik Kavin.
Tbc.
__ADS_1
Ayoloh dosa ditanggung sendiri sendiri ya🥹👍