My Little Wife

My Little Wife
Bab 301 : Nando Tersadar


__ADS_3

Happy reading♡


Rafello mengelus wajahnya yang terkena timpukan bantal sofa yang melayang bebas menuju ke wajahnya. Ulah siapa lagi kalo bukan ulah Kavin. Mereka adik kakak yang sifatnya sudah seperti tom and jerry.


Faraz hanya mampu mengelus dadanya melihat tingkah random kedua anak anaknya. Mereka sudah dewasa namun tingkah mereka masih seperti bocah TK saja.


"Wedehh, ada kakak ipar ku tersayang nih. Pakabar lu?" Tanya Fello. Ia ikut duduk berkumpul dengan keluarganya.


"Punya mata kan? Ngapain nanya," sinis Kavin.


"Laki lo kurang jatah ya kak? Sampe sampe sensi mulu sama gue. Kalo anak lo mirip gue, mampus," ucap Rafello. Ia tertawa lepas setelah mengatakan hal itu.


"Amit, amit ya allah. Pait, pait. Jangan sampe yang baby's kalian mirip manusia itu. Kalian harus mirip mami, papi ambil dikit aja," ucap Ashel. Ia mengelus perutnya. Seketika terlihat lagi pergerakan di perutnya.


Ashel sedikit meringis ngilu karena gerakan bayinya yang cukup kuat kali ini.


"Astaga sayang, bayi kamu aktif banget," ucap Nata.


"Anjir, gerakannya kayak apa ya? Kok bayi dalam kandungan geraknya gitu sih ma? Apa emang kayak gitu?" Tanya Fello.


"Ya emang gitu Rafello. Calon keponakan keponakan kamu ini aktif banget. Beda sama kamu yang adem ayem gak ada gerak. Kalo kata abang kamu, kamu mageran. Tapi pas keluar malah gak bisa diem. Mau heran tapi emang kenyataan," ucap Sarah.


"Idih, Fello kalem kali mah," ucap Fello.


"Kadang kadang tapi." Bukan Fello yang berbicara tapi Praja. Opa Fello.


"Opa mah gitu."


Rafello memang selalu menjadi sasaran pembullyan keluarganya. Namun ia tidak pernah sakit hati. Ia selalu menganggap mereka melakukan itu semua karena bentuk kasih sayang mereka.


Sarah kembali menatap ke arah menantunya yang berada di sampingnya. Senyumnya sudah terbit kembali. Ia senang bukan main. Sedangkan Ashel hanya tertawa melihat pembullyan yang dilontarkan pada Rafello sembari memakan anggur yang diberikan oma Nata.


"Jaga kandungan kamu ya sayang? Mama tahu beberapa bulan ini cukup berat buat kamu. Tapi mama yakin, dibalik semua kejadian yang menimpa kamu, ada kebahagiaan yang disiapkan oleh tuhan," ucap Sarah. Membuat semua atensi keluarga menoleh kepadanya.

__ADS_1


Terlihat buliran bening keluar dari pelupuk mata sang mama mertua. Ashel menyimpan buah anggur yang ada di tangannya dan menghapus air mata yang mengalir di mata mertuanya.


"Ma, Riana akan selalu menjaga si kembar. Apalagi mas Kavin sama Riana udah lama menunggu kehadiran mereka. Mas Kavin juga selalu siaga kok. Apalagi Riana punya dua keluarga yang selalu melindungi Riana. Makasih ya ma, oma, semuanya" ucap Ashel. Ia memeluk mama dan oma yang ada di samping kiri dan kanannya.


"Sama sama sayang. Oma kenal kamu sejak kecil, oma tahu kamu kayak gimana. Makanya pas kamu sama Kavin menikah, oma senang bukan kepalang," ucap Nata.


"Memang sudah seharusnya kami menjaga kamu menantu. Papa akan selalu berusaha untuk melindungi kamu, kamu tahu kan, sebelum menikah dengan anak papa. Kamu sudah papa anggap seperti anak papa sendiri," ucap Faraz. Ashel hanya tersenyum dan mengangguk. Ia sangat bersyukur sekali memiliki mertua dan keluarga dari suaminya yang sangat sayang padanya dan sangat mengerti dirinya.


Tuhan terlalu baik padanya sampai mengkaruniai keluarga dari pihak suaminya yang sangat menyayanginya.


"Ah elah, udah kali. Besok Fello tunangan. Jangan sedih sedih lah," ucap Fello.


"Iya jones yang besok udah gak jones lagi," ucap Ashel.


Rafello hanya mendelik karena ucapan kakak iparnya ini. Ia ingin membalasnya namun ia menahannya. Ia harus tetap cool juga slay.


***


Sementara itu di rumah sakit, Nando sudah membuka matanya lebar. Dokter sedang memeriksa keadaanya. Nando hanya diam tenang menatap lurus ke depan. Sedangkan perasaan Liando senang bukan kepalang saat putranya sadar.


"Lebih baik. Hanya saja badan saya terasa sakit sakit," ucap Nando.


"Itu wajar. Saat kejadian anda mungkin baku hantam dengan seseorang. Luka bekas operasi pun sudah mengering," ucap Dokter. Nando hanya mengangguk sekilas.


"Keadaan pasien sudah lebih baik. Namun tidak bisa untuk pulang dulu mungkin sekitar empat sampai lima hari. Dan setelah pulang nanti juga, pasien harus bed rest," ucap Dokter.


"Baik dokter, terimakasih." Ucap Liando.


"Sama sama. Saya permisi dulu,"


Liando menganggukan kepalanya. Ia kemudian menatap putranya yang terbaring.


"Kamu mau minum?" Tanya Liando.

__ADS_1


"Enggak pah. Gimana keadaan Ashel?" Tanya Nando.


"Setelah kejadian itu, Ashel menjadi trauma saat bertemu dengan orang orang. Namun syukurlah, sekarang traumanya sudah membaik. Dan mungkin sudah sembuh," ucap Liando.


Nando menghela nafasnya. Ia bersyukur karena Ashel tidak kembali di tangkap oleh Liam. Jujur saja ia menjadi semakin benci pada pria itu. Yang sialnya dia adalah kakaknya.


"Ada yang mau Nando tanyakan pah," ucap Nando.


"Apa nak? Tanyakan saja," ucap Liando.


"Liam dimana sekarang? Apa dia sudah tertangkap?" Tanya Nando.


"Liam sudah berada di tangan Ardian. Entah apa yang dia lakukan pada kakak mu. Papa sendiri sudah tidak peduli dengan dia, meskipun ya memang papa sedikit kasihan juga. Tapi bagaimana pun dia harus menerima semua karmanya," ucap Liando.


"Syukurlah. Terkait kematian mama, apa benar itu ulah Liam?" Tanya Nando.


Liando menundukan kepalanya. Kenapa harus Nando menanyakan hal ini. Apa mungkin anaknya ini mengetahuinya?


"Iya. Liam sengaja menabrak mama kalian berdua. Kamu tahu kan kesehatan mental Liam sudah tidak baik," ucap Liando.


Sekitar sembilan tahun yang lalu, Liam memang sudah sembih akibat kecelakaan yang dilakukan oleh Doni, papanya Dona. Namun akibat kecelakaan itu, entah bagaimana caranya kesehatan Liam menjadi terganggu.


Liando tidak mau mengingat kejadian itu. Kejadian yang membuatnya sangat membenci anaknya itu. Selama ini ia hanya berpura pura karena permintaan istrinya. Dia bilang, ini bukan kesalahan Liam. Karena saat itu Liam memang sakit mental.


"Kenapa papa gak pernah jujur sama Nando? Apa Nando gak berhak tahu?" Tanya Nando.


"Bukan seperti itu nak, papa sengaja menutupi kejadian itu dari kamu agar kamu tidak memusuhi kakak kamu. Ini semua permintaan mama kamu. Mama kamu sangat menyayangi kalian, namun hanya kamu yang diberi kalung kesayangan mama mu ini," ucap Liando.


Nando memejamkan matanya. Kenapa ini semua harus terjadi pada keluarganya. Nando harus kehilangan mamanya. Dan yang membuat mamanya pergi adalah kakak kandungnya sendiri.


"Kamu tidak perlu memikirkan kenapa ini semua terjadi pada keluarga kita. Mungkin ini semua sudah harus terjadi. Tugas kamu sekarang adalah segera sembuh. Kamu harus membantu papa di perusahaan," ucap Liando.


"Ashel juga berkata seperti itu. Dua jam yang lalu dia kesini."

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2