My Little Wife

My Little Wife
Ep. 148 > Next


__ADS_3

"Puas kau tertawakan aku!" Keluh Ella dengan wajah murungnya. Setelah kepergian Azalea, ia menghadang Zico.


Dibalik meja kerjanya, Zico yang tadinya sedang serius membaca beberapa laporan, kini kembali dibuat senyum-senyum.


"Kenapa bisa-bisanya kau banggakan hal yang sudah sangat lama terjadi?" Zico meletakkan laporan itu, lalu duduk bersandar sambil menatap Ella. Ia masih belum tahu apa yang terjadi pagi tadi. Hingga sampai Ella harus membanggakan hal yang tidak penting untuk membela dirinya.


"Memangnya apa yang kalian bahas, sampai kau bawa-bawa masa lalu?" Tanya Zico kembali.


"Sudahlah, lupakan saja." Ella memanyunkan bibirnya sambil menunduk. Memainkan jarinya, tentu saja ia tidak mungkin memberitahukan hal yang sebenarnya.


"Apa Lea akan memberitahukannya pada Zico? Apa yang akan terjadi jika Zico sampai tahu!"


Ella mulai menerka-nerka, ia masih menunduk dalam. Ella hanyut dalam pikirannya sendiri.


"Heii... Kenapa jadi melamun?" Zico membuyarkan lamunan Ella.


"Apa kau akan marah, jika aku jujur?" Ella, sedang mengumpulkan keberaniannya. Sepertinya ia harus menceritakannya sendiri, dari pada Zico tahu dari Azalea. Dan hubungan mereka akan canggung.


Zico mengernyitkan keningnya, Melihat kegugupan Ella membuat dia sedikit bingung.

__ADS_1


"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Zico penasaran.


"Sebenarnya-" Ucap Ella terputus.


"Katakan saja, aku tidak akan marah." Desak Zico.


"Tadi pagi aku menciummu, dan Lea memergokinya!" Ujar Ella cepat. Ia masih menunduk, masih tak berani menatap mata Zico.


"Mencium ku? Untuk apa?" Dengan ekspresi bingungnya, Zico kembali bertanya.


"Aku hanya ingin memastikan perasaan ku. Kau ingat, dulu aku selalu menolakmu. Tapi akhir-akhir ini, seperti ada yang berbeda. Aku menciummu, untuk memastikan. Apa aku benar-benar jatuh cinta padamu!" Ella menjelaskan panjang lebar.


Sedangkan Zico, sudah termangu dengan tatapan kosong.


Mendengar pertanyaan itu, Ella mendongakkan wajahnya. Dengan kening yang sedikit berkerut. 'Seharusnya kau bertanya tentang bagaimana perasaan ku. Benarkah aku benar-benar jatuh cinta padamu!'


"Iya, dia melihatnya. Dan melabrak ku!" Ketus Ella.


Zico kembali terdiam. Cukup lama, ia bahkan tak menghiraukan lagi kalimat selanjutnya yang di ucapkan Ella.

__ADS_1


"Zic! Apa kau mendengar ku." Gertak Ella.


Tak ada jawaban, Zico justru bangkit dari duduknya. Tanpa menghiraukan Ella yang masih duduk didepannya.


"Kau mau kemana?" Tanya Ella lagi, namun Zico sudah terlanjur berlalu pergi.


Ella kembali mengutuk dirinya. 'Seharusnya tak kau katakan itu. Bagaimana jika Zico sampai marah!' Gumam Ella seorang diri.


Zico, melajukan mobilnya. Menuju kediamanya, ia ingin pulang dan menemui Azalea.


Grrttt ... Ponsel Zico berdering. Ia merogoh kantong celana dan mengambil ponselnya yang berdering dari dalam sana. Melihat ke arah layar ponselnya sekilas. Itu panggilan telpon dari Mamanya.


"Iya hallo, Ma. Ada apa?" Tanya Zico, setelah mengangkat panggilan telpon itu.


"Bisa kau kesini sekarang?" Tanya Tante Ema dari balik sana.


"Ada apa, Ma?" Zico kembali bertanya, sebenarnya ia ingin menolak. Jika tidak terlalu penting. Karena saat ini, ia sedang ingin cepat menemui Azalea.


"Apa kau keberatan jika Mama memintamu untuk datang kesini? Apa harus ada alasannya dulu, baru kau akan datang?" Imbuh Tante Ema sedikit ketus.

__ADS_1


"Baiklah, baiklah. Zico akan kesana sekarang." Zico menghela nafas dalam. Setelah mematikan panggilan itu.


>>>


__ADS_2