
Happy reading♡
Di Indonesia, dua orang ibu dari dua keluarga sudah sibuk sejak ditetapkannya hari pernikahan Ashel dan Kavin.
Anna dan Sarah sering bertemu setiap harinya. Entah itu mengecek catering, baju keluarga, dan yang lainnya.
Pernikahan anak anak mereka tinggal menghitung hari. Undangan sengaja belum mereka sebar mengingat Keluarga Natapraja akan mengadakan pesta ulang tahun perusahaan tepat dua minggu sebelum pernikahan Ashel dan Kavin.
Namun Sarah tidak terlalu fokus pada pesta itu, ia lebih fokus pada acara pernikahan. Toh untuk acara pesta ada mamanya yang mengurus.
"Ann, menurut mu undangan pernikahan anak anak kita akan disebar kapan?" Tanya Sarah. Saat ini mereka sedang berada di salah satu gedung milik keluarga Kavin. Gedung ini nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk pernikahan.
"Kita nunggu persetujuan Kavin dulu. Kemarin dia sempat kasih tahu untuk undangan jangan dulu disebar dan jangan sampai ada yang tahu dulu soal pernikahan mereka. Kavin sendiri yang minta hal itu," ucap Anna.
"Aku juga kadang gak bisa nebak pikiran anak aku sendiri. Padahal ini berita yang bagus kenapa harus dirahasiakan," keluh Sarah.
"Mungkin Kavin memiliki maksud tersendiri sampai meminta hal itu. Setahu ku alasan dia melakukan ini karena kenyamanan anak ku," ucap Anna.
"Maksudnya?"
"Kau tahu sendiri Ashel menikah setelah lulus SMA. Anak itu terlalu berpikiran jauh. Katanya takut dikira hamil duluan gitu kalo buru buru nikah setelah lulus," ucap Anna.
Sarah tertawa pelan mendengar ucapan Anna. Kenapa Ashel bisa berpikiran sejauh itu?
"Ya sudahlah biar saja dia berpikir apapun itu asal mereka tetap menikah. Toh Ashel juga sudah menyetujuinya bukan jika pernikahan mereka akan mengundang cukup banyak orang? Apalagi rekan kerja Kavin banyak sekali," ucap Sarah.
"Iya, makanya kemarin Kavin meminta cetak undangan sampai lima ribu," ucap Anna.
"Mereka akan sampai besok. Nanti aku suruh desainer untuk mengosongkan jadwalnya agar Riana bisa bebas berada di butiknya nanti," ucap Sarah.
"Aku akan menemaninya nanti. Mama Ningrat juga sepertinya akan ikut," ucap Anna.
"Iya biar sekalian kita coba baju buat kita juga nanti disana."
Anna dan Sarah pun terus mengobrol membahas beberapa hal lagi untuk acara pernikahan anak anak mereka.
***
__ADS_1
Sekitar pukul enam pagi tadi Ashel dan Kavin sudah bangun dan bersiap untuk pulang ke Indonesia. Mereka sudah berada di dalam pesawat sejak tujuh jam yang lalu.
Waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke Indonesia sekitar tujuh jam tiga puluh menit.
Mereka berangkat dari bandara yang ada di Tokyo. Kebetulan hotel milik Kavin berada di sekitaran Tokyo. Jadi mereka tidak perlu berkendara jauh untuk sampai ke bandara.
Ashel tetidur selama perjalanan namun saat pesawat akan landing, ia terbangun. Sepanjang perjalanan Kavin yterus menggengam tangan Ashel.
Setelah pesawat mendarat sempurna, Kavin dan Ashel bamgkit dari kursi penumpang kemudian berjalan keluar dari dalam pesawat.
Ashel berjalan lebih dulu daripada Kavin. Setelah menapakan kakinya diatas tanah. Ashel menghirup banyak udara Jakarta. Rasanya ia sudah lama sekali tidak menghirup udara Jakarta.
Kavin datang dan merangkul bahu Ashel. "Sekarang aku anter kamu pulang."
"Boleh," ucap Ashel. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil yang sudah stay disana sejak beberapa menit yang lalu.
Saat di dalam mobil, Kavin terus memegang tangan Ashel. Entah mengapa dia hanya ingin melakukannya.
"Nanti langsung istirahat aja gak usah ke butik. Kesehatan kamu lebih penting," ucap Kavin.
"Iya. Gimana nanti aja. Kalo gak cape ya aku ke butik. Sekalian kan nyari gaun buat ke pesta perusahaan keluarga kamu," ucap Ashel.
Astaga. Ashel masih berada di dalam mobil dan belum memilih gaun. Tapi Kavin sudah memperingatinya.
"Iya iya. Bawel," ucap Ashel.
"Kamu cantik, body kamu juga oke. Aku gak mau ya kalo nanti kamu jadi pusat perhatian disana," ucap Kavin.
"Astaga, iya Apin iya," ucap Ashel. Ia kadang jengah dengan sikap posesif Kavin. Namun bagaimana pun Ashel tetap menuruti ucapannya.
Satu jam berlalu mobil yang ditumpangi Ashel dan Kavin pun sampai di area perumahan Ashel.
"Aku gak nganterin kamu sampe depan rumah gak papa? Aku cape banget yang butuh kasur," ucap Kavin.
"Iya gak papa. Kamu pulang aja. Mandi, makan terus bobo ya."
"Maunya bobo sama kamu," ucap Kavin.
__ADS_1
"Gak usah ngadi ngadi. Aku keluar dulu ya," ucap Ashel.
Kavin mengangguk dan memeluk Ashel. Ia juga sempat mengecup bibir Ashel dan sedikit melum*tnya.
Ashel melambaikan tangannya saat mobil Kavin pergi dari rumahnya. Ia hanya membawa tas kecil yang berisi dompet dan ponselnya. Sedangkan bajunya berada satu koper dengan Kavin yang jelas Ashel lupa tentang koper itu. Tapi ia tidak perlu khawatir karena Kavin sudah pasti mengurusnya.
"HALLO. RIANA PULANG. INI GAK ADA YANG SAMBUT GITU? KAN BARU BALIK DARI LUAR NEGRI," teriak Ashel saat ia masuk ke dalam rumah.
"Kamu ini udah mau nikah masih teriak teriak gak jelas. Gak malu sama calon ibu mertua kamu?" Semprot Anna saat Ashel sudah berada di ruang tengah.
"Ya gak papa. Mama Sarah terima aku apa adanya kan?" Tanya Ashel pada Sarah. Kebetulan saat ini Sarah sengaja datang ke rumah keluarga Ashel. Karena tahu Ashel akan tiba di Indonesia hari ini. Jadi ia memutuskan untuk datang kesana.
"Iya dong sayang. Mau kayak gimana pun kamu, mama tetep nerima kamu soalnya Kavin udah bucin akut sama kamu," ucap Sarah.
"Mama bisa aja," ucap Ashel.
"Gimana penerbangan kamu? Gak jetlag kan kamu?" Tanya Anna.
"Aman bun. Kan ada Kavin," ucap Ashel.
"Biasain panggil dia dengan sebutan 'mas' gimana pun nanti dia akan jadi suami kamu. Gak boleh manggil namanya," peringat Anna.
"Iya bunda ku. Nanti Riana panggil dia kakanda kalo bosen panggil dia mas," ucap Ashel.
"Ada ada aja kamu ini. Oh iya, kamu cape gak hari ini?" Tanya Sarah.
"Enggak terlalu ma. Emang kenapa?"
"Bunda sama mama Sarah mau ajak kamu ke butik. Kamu harus coba gaun yang nanti bakal kamu pakai. Ukurannya harus pas gak boleh kendor. Nanti dikira minjem," ucap Anna.
"Boleh yuk pergi sekarang aja. Riana juga sekalian mau nyari gaun buat acara pesta nanti. Biar gak ribet lagi harus nyari tempat lain," ucap Ashel.
"Yaudah ayo. Pake mobil mama aja. Mama sama supir kok," ucap Sarah.
"Boleh," ucap Anna.
Mereka berdua pun langsung keluar dari dalam rumah menuju ke depan tepatnya ke mobil.
__ADS_1
Ketiganya masuk ke dalam mobil untuk bisa sampai ke butik.
Tbc.