
Happy reading♡
Ashel makan banyak sekali tadi di restoran. Ia tidak hanya memesan bibimbap, tapi ia juga memesan makanan khas korea lainnya seperti corn dog. Kavin tidak merasa keberatan habis sebanyak apapun uang yang ia keluarkan untuk membayar makanan istrinya. Selagi istrinya suka dan habis dimakan, ia pasti akan dengan senang hati mengeluarkan puluhan dolar untuk membayarnya.
Saat ini mereka baru saja sampai di store khusus perlengkapan bayi. Ashel dengan girang menarik suaminya masuk ke dalam store itu. Store itu sangat besar. Di papan yang di pajang di depan, store ini tidak hanya menyediakan baju baju untuk bayi tetapi juga menyediakan furniture khusus untuk bayi. Seperti ranjang, ayunan dan lain lain.
Ashel masuk ke dalam toko itu bersama Kavin. Sejak tadi Kavin tidak melepaskan tautan tangannya. Istrinya ini pasti akan kalap belanja apalagi melihat barang barang lucu. Beberapa pelayan toko menyapa mereka. Mereka tahu siapa dua orang ini. Orang ini adalah orang yang paling berpengaruh di dunia bisnis.
Memang benar, semenjak Ashel menikah dengan Kavin. Kehidupannya juga ikut disorot. Bahkan wajahnya juga sering terlihat di laman internet seperti instagram dan twitter.
"Mas, lihat ranjang buat baby's dulu yuk," ajak Ashel.
"Iya, ayo."
Mereka pun melihat banyak sekali ranjang bayi. Bentuknya juga gemas gemas. Ashel sampai tersenyum girangnya melihat isi store ini.
"Ini terbuat dari kayu apa?" Tanya Ashel.
"Ini kami import dari Indonesia. Terbuat dari kayu jati asli," ucap pelayan toko. Ashel manggut manggut. Pantas saja, dari tampilan saja sudah berbeda dengan ranjang yang lain.
"Bagus yang ini gak?" Tanya Ashel. Kavin menarik tubuh istrinya dan berbisik.
"Pilih apapun yang kamu suka. Aku gak terlalu pandai dalam hal beginian. Yang penting warnanya netral, cewek cowok bisa pake. Kita gak tahu kan anak kita cewek atau cowoknya," bisiknya.
"Okey papi," ucap Ashel tersenyum. Ia pun meminta ranjang tadi yang berukuran cukup besar dari ini. Bayi yang ia kandung tidak hanya satu. Warna coklat tua, baik perempuan ataupun laki laki cocok dengan warna itu.
__ADS_1
Ia pun berlanjut memilih milih perlengkapan bayi. Seperti baju, kain pernel, dan yang lainnya. Ia juga membeli kaos kaki. Saat memilih kaos kaki, Ashel terkikik geli sampai membuat suaminya terheran.
"Kenapa mi?" Tanya Kavin.
"Ini lihat, kaos kakinya mini banget. Bahkan jari aku cuma masuk tiga," ucap Ashel terkikik. Ia tidak bisa menyembunyikan kelucuannya pada kaos kaki itu.
"Ya namanya juga new born sayang. Pantas kalo mereka masih kecil. Lanjut pilih bedak bayi, telon, parfume, dan yang lainnya yuk," ajak Kavin. Ashel mengangguk dan memasukan sepuluh pasang kaos kaki kecil berbagai warna ke dalam troli yang di dorong suaminya.
Kebanyakan warna yang dipilih Ashel adalah cream, mocha, hijau, putih, dan abu abu. Menurutnya itu warna yang netral untuk bayi perempuan dan laki laki. Ia juga iseng membeli bandana kain untuk perempuan. Ia hanya mengambil satu bandana, namun Kavin malah memasukannya tiga ditambah lagi semuanya warna pink.
"Siapa tahu anak kita cewek yang. Kalo pun emang bukan cewek, gak papa. Nanti kita kasih ke anak Ayu sama Fello aja," ucap Kavin. Ashel pun menganggukan kepalanya. Benar juga, meskipun nantinya tidak dipakai oleh anaknya, masih ada anak orang lain yang bisa memakainya. Namun ia berharap jika barang itu dipakai oleh anaknya nanti.
"Mas, beli sabuk khusus buat aku dong. Nanti kan pas aku lahiran, aku harus pake itu," ucap Ashel.
"Iya yuk, tuh disana kayaknya," ucap Kavin. Mereka pun berjalan menuju sedikit ke depan mereka. Ashel mengambil satu sabuk khusus untuknya. Sedangkan Kavin melihat lihat dress untuk anak perempuan warna pinknya sangat cantik sekali. Ia pun mengambil dress itu dan memasukannya ke dalam troli. Ashel melirik heran ke arah suaminya.
Ashel tersenyum, "Boleh papi. Kan kamu yang bayar."
"Yeay. Aventador kamu udah sampe di rumah. Sesuai warna yang kamu mau, kuning," bisik Kavin membuat Ashel melototkan matanya.
"Mas, aku cuma becanda waktu itu. Kok udah ada di rumah sih?!" Ucap Ashel. Ia memang hanya tidak bersungguh sungguh mengatakan hal itu. Saking pusingnya harus meminta apa, ia asal bicara.
"Gak bisa. Apapun yang kamu ucapkan itu udah harus aku turutin yang," ucap Kavin.
"Aku matre dong," ucap Ashel cemberut.
__ADS_1
"Gak ada namanya cewek matre. Cewek itu realistis karena kebutuhannya banyak. Cowoknya aja yang harus modal. Mau ceweknya glowing in the dark yang harus mau modalin lah," ucap Kavin.
"Sayang banget deh. Untung aku nerima perjodohan itu. Gak sia sia ternyata. Dapet suami gantengnya spek dewa, tajir melintir, dan yang paling penting jago di ranjang," bisik Ashel di akhir ucapannya.
"Hishh, kamu ini yang. Pulang yuk, aku pengen kamu lagi," ucap Kavin tersenyum menggoda.
"Gak ya! Kamu sodokin si kembar mulu. Kasihan mas," ucap Ashel. Ia mengambil celana celana panjang untuk anaknya nanti. Ia juga mengambil legging kecil untuk anak perempuan. Semuanya sangat lucu.
"Yah, kasihannya cuma sama si kembar. Sama adik aku gak kasihan?" Tanya Kavin.
"Enggak. Semalem kegigit sama aku aja kamu gak marah apalagi kesakitan," ucap Ashel. Pikiran Kavin jadi berkelana ke kejadian semalam. Memang benar gigi istrinya ini menggigit miliknya. Namun anehnya tidak sakit, malah libido Kavin semakin meningkat setelah kejadian itu.
"Udah deh yang. Aku jadi panas dingin dengerin ucapan kamu. Kan jadi pengen," gumam Kavin.
"Sabar dong papi. Kamu harus puasa sampe si kembar lahir. Inget gak tadi ucapan dokter apa. 'Tuan harus puasa sampai si kembar lahir' gitu. Jadi, kamu main solo deh," ucap Ashel menirukan suara dokter tadi.
"Gak bisa yang ah, kesiksa aku. Mana harus munggu tiga bulan lagi. Gak bisa, aku bakalan tetep minta hal itu ke kamu. Kewajiban kamu harus layanin aku. Gak mau tahu pokoknya harus," ucap Kavin menggebu gebu. Ia pun mendorong troli lebih dulu sehingga ia berada di depan istrinya.
"Hahha, kamu lucu banget sih. Semoga si kembar mirip aku," ucap Ashel.
"Ngawur," ucap Kavin mendelik. Ashel semakin tertawa kencang mendengar ucapan suaminya ini. Hingga ia tidak sadar Liam sudah berada di dekatnya. Tanpa menunggu lama lagi, Liam pun mendekat ke arah Ashel dan meletakan tangannya pada leher Ashel. Ashel tentu saja menjerit terkejut karena hal itu.
Tbc.
__ADS_1
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_