My Little Wife

My Little Wife
Ep. 116 >>> Next


__ADS_3

"Hari ini pun akan terlambat pulang lagi?" Azalea yang sedang bersandar di dinding sambil memperhatikan Zico memakai sepatunya, hanya bisa memasang wajah sendunya.


"Aku usahakan akan cepat pulang."


"Kemarin juga gitu, tapi ujung-ujungnya tetap saja pulang terlambat."


Zico bangkit dari duduknya. Menghampiri Azalea, lalu menarik pelan lengan istrinya hingga terjatuh dalam pelukannya, setelahnya mendekap pelan tubuh istrinya. "Aku minta maaf, tapi aku benar-benar sangat sibuk." Lengkap dengan wajah rasa bersalah.


"Makanya, kalau tidak bisa pulang cepat jangan berjanji. Jadi aku tidak akan menunggumu pulang."


"Aku tidak berjanji, aku katakan hanya akan mengusahakan untuk cepat pulang bukan."


"Iya.. iyaa Tuan Zico, Anda yang selalu benar." Imbuh Azalea sambil memanyunkan bibirnya.


Kecupan mendarat dipuncak kepala Azalea. Lalu Zico berlutup menyeimbangi perut Azalea. Mengusap pelan perut Azalea yang masih rata itu.


"Papa pergi kerja dulu, baik-baik dirumah. Jagain Mama ya, biar gak bandel." Imbuh Zico seraya mengecup perut Azalea berulang kali. Membuat Azalea bergeliat karena geli.


"Geli Zico!" Diiringi gelak tawanya.


Zico yang ikut terbahak pun mendekap pinggang Azalea agar dia tidak mengelak dan menghindar dari kecupannya yang bertubi-tubi.

__ADS_1


Zico kembali beridiri. "Ingat, jangan lupa minum obat, susu dan makan yang teratur. Baik-baik dirumah." Sambil menowel hidung Azalea.


"Kamu juga, jangan ganjen diluar. Lihat aja kalau kedapatan."


"Hahag.. Siap ibu bos! Yaudah, aku berangkat dulu ya."


Azalea mengangguk, dan tidak lupa menunjukkan senyuman terbaiknya.


Sampai saat ini, Azalea masih belum tahu kalau kesibukkan Zico adalah membantu memajukan kembali perusahaan Biandra.


*


*


Namun, sampai detik ini. Belum ada yang bisa dilakukannya. Karena Biandra memperkerjakan dua orang Bodyguard untuk mengawasi Queen.


"Aku akan merebut Queen kembali Biandra! Lihat saja. Aku akan ambil Anakku kembali."


Tekat Maya bulat. Dia berlalu pergi, setelah melihat Queen sejenak. Itu sudah menyembuhkan sedikit rasa rindunya.


Maya memang sangat menyayangi Queen dengan tulus. Di alam bawah sadarnya dia mengaggap Queen adalah Anaknya sendiri. Dan dia tidak akan mebiarkan siapapun merebut Queen dari dirinya. Walaupun orang itu Biandra sekali pun.

__ADS_1


*


*


Terduduk seorang diri di balkon rumah. Azalea menatap jauh ke ufuk barat. Kini, pikirannya melayang entah kemana.


"Aku merindukan kalian!"


Azalea bersyukur, hidupnya jauh lebih enak dibandingkan dulu. Jika dulu dia harus membanting tulang untuk mendapatkan upah yang tidak seberapa. Ditambah lagi harus selalu menerima perlakuan buruk dari ibu dan abang tirinya. Namun kini, hanya dengan duduk saja, uangnya terus mengalir didalam rekening.


Tapi dia harus membayar mahal untuk semua kesuksesannya itu. Yaitu harus kehilangan Ayahnya untuk selama-lamanya. Dan Adiknya yang entah kemana. Sampai detik ini, walau dalam tawanya, dia masih merindukan mereka.


"Dimanapun kau berada, semoga saja kau baik-baik saja Riel." Harapan Azalea selama ini adalah, semoga Adiknya bisa sebahagia dia kini.


Azalea menghela nafas dalam, dia tidak ingin terus larut dalam kesedihannya. Semua itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa.


Azalea kembali masuk kedalam rumah. Mencari keberadaan ponselnya, dia ingin memeriksa ponselnya. Barang kali saja ada pesan dari Agen Properti yang dia pekerjakan untuk mengelola bisnisnya. Semenjak kembali rujuk bersama Zico, Azalea memang sudah menyerahkan pekerjaannya kepada Agen Properti. Dia ingin fokus mengurus keluarga, dan tidak ingin waktunya tersita oleh pekerjaan


.


.

__ADS_1


.


NEXT>>>


__ADS_2