
HAYU ALANGKAH BAIKANYA VOTE KOMEN DULU SEBELUM BACA. KARENA VOTE DAN KOMEN DARI KALIAN SANGAT BERHARGA BUAT AKU.
.
.
.
Happy reading♡
Kavin sudah bersiap bersama dengan mamanya di salah satu kamar yang ada di gedung itu. Sebenarnya Kavin ingin berada di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Ashel. Namun mamanya dan mama Ashel menolak keras. Kavin hanya bisa pasrah saja.
Ia menatap tampilannya di depan cermin. Tuxedo putih melekat di tubuh atletisnya. Ia juga menggunakan dasi kupu kupu kupu.
"Anak mama ganteng banget sih," ucap Sarah.
"Jelaslah ma, aku kan emang ganteng makanya Riana mau sama aku," ucap Kavin.
"Narsis banget jadi orang," ucap Rafello. Saat ini mereka berada satu ruangan yang sama. Sebenarnya Rafello sudah bosan berada di ruangan ini, namun mau bagaimana lagi, jika ia keluar pun disana akan lebih membosankan.
"Janji sama mama kamu gak bakalan buat Riana nangis. Kalo sampe suatu saat nanti mama denger Riana nangis karena kamu, mama gak segan segan buat ambil Riana dari kamu. Kamu tahu kan seberapa sayang mama sama Riana?" Ucap Sarah.
"Iya ma Kavin tahu. Yang perlu mama tahu juga, sebelum adanya perjodohan ini, Kavin sudaha berniat ingin menjadikan Riana sebagai istri Kavin. Kavin sangat menyayanginya ma," jelas Kavin. Selama ini mamanya memang tidak pernah tahu tentang hal itu. Bahkan keluarganya juga. Kavin sengaka tidak membicarakannya karena memang ia ingin berjuang sendiri untuk mendapatkan Ashel.
Namun ternyata, takdir berkata lain. Tanpa harus berjuang extra, Ashel akan menjadi miliknya.
Meskipun memang pada awalnya Ashel bersikap kaku padanya. Tapi seiring berjalannya waktu, gadis itu mulai menerimanya. Apalagi Kavin sangat menyukai sifat manja Ashel.
"Yaelah ma, mama tenang aja kali. Abang mana mungkin sudi buat nyakitin Ashel. Abang takut sama mama. Baik aku atau abang tahu kok kalo mama lebih sayang sama Ashel daripada Aku anak kandung mama," ucap Rafello.
"Gak kayak gitu Fello, mama sayang sama kamu. Cuma cara menyampaikannya berbeda antara kamu dan Ashel. Kalian sama sama penting buat mama," jelas Sarah.
"Iya iya," ucap Rafello.
"Mama tenang aja, kekhawatiran apapun itu mama harus percaya sama aku kalo sayangnya aku sama Ashel gak main main," ucap Kavin. Ia paham betul kekhawatiran mamanya ini. Bahkan mama Ashel beberapa hari yang lalu mengatakan hal yang sama padanya.
Ia beruntung karena bisa memiliki Ashel. Wanita istimewa yang disayangi semua orang.
Tiba tiba papa Kavin datang. Ia memberitahu Kavin untuk segera bersiap turun karena penghulu dan wali sudah siap.
Kavin menarik nafasnya. Jujur saja ia sedikit nervous. Semoga saja semuanya berjalan lancar.
__ADS_1
***
Saat ini, Ashel masih berada di ruangannya. Disana sudah ada teman temannya. Sejak tadi mereka terus mengambil foto bersama Ashel.
Mereka semua melihat ke satu layar dimana layar itu terhubung ke aula tempat ijab kabul.
Disana Ashel melihat bahwa Kavin sudah ada di area ijab kabul. Entah apa yang mereka bicarakan karena Ashel hanya melihat gerak geriknya.
Suara mikrofon belum dinyalakan itu sebabnya Ashel tidak dapat mendengarkan apapun.
Hingaa tiba tiba mikrofon dibunyikan. Disana ia mampu mendengar gemuruh orang orang yang sudah ada di aula gedung.
"Apa sudah siap?" Tanya penghulu pada Kavin.
Kavin menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Baik kalau begitu kita mulai saja," ucap penghulu.
Mic berukuran kecil sudah tersemat di kerah kemeja Kavin. Begitu juga dengan Adi. Ia sendiri yang akan menikahkan putrinya dengan Kavin.
Adi menjabat tangan Kavin dan Kavin menerimanya.
"Saudara Kavinder Sarfaraz Natapraja aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri ku yang bernama Brianna Sashel Adinata dengan mas kawin uang sebesar satu triliyun rupiah, saham Praja Technology sebesar 40%, mansion yang berada di Boston, dan seperangkat alat solat dibayar tunai," ucap Adi.
"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu.
"Sah," jawab serentak para saksi dan semua orang yang ada disana.
Kavin berucap syukur karena dalam satu kali percobaan dan satu kali tarikan nafas ia berhasil mengucapkan ijab kabul.
Semua orang yang ada disana berucap syukur dan bertepuk tangan saat mendengar Kavin selesai mengucapkan kata ijab.
Sedangkan di ruangan Ashel diam, semua teman temannya sudah heboh.
"OMMO OMMO, UANG COY UANG. SETERILIYUN," teriak Rita.
"BUKAN HANYA ITU COK, SAHAM ANJIR SAHAM. GILAAA," teriak Yuta tak kalah histeris.
"KAKAK BRI BAGI INGPO BUAT DAPET CALON SUAMI SPEK KAYAK GITU WOI," ucap Ajeng.
"SUDAH TIDAK BISA BERWORD WORD," ucap Yasmin.
__ADS_1
Ashel sendiri hanya terdiam. Ia menangis terharu mendengar ijab kabul yang diucapkan Kavin. Hanya satu kali percobaan dan Kavin sukses mengucapkannya.
Ia juga sempat terkejut seperti teman temannya saat Kavin mengucapkan mas kawin yang ia berikan pada Ashel. Saham Praja Tech? Yang benar saja. Bahkan sampai 40%.
"Riana, sekarang kamu harus temuin suami kamu. Teman teman kamu yang akan anter kamu sampai ke depan Kavin," ucap Anna.
Ashel pun bangun dari duduknya kemudian mulai berjalan keluar dari ruangannya.
Suami? Rasanya masih cukup aneh mendengarnya bahwa sekarang Kavin adalah suaminya dan sekarang dia sudah menjadi seorang istri.
Gaun Ashel dirapihkan ujungnya agar menjuntai indah. Para temannya bergerak cepat untuk melebarkan gaun Ashel.
Gaun Ashel sangat indah. Berwarna putih dengan dihiasi mutiara. Gaun Ashel juga bergelombang. Nampak sangat cantik saat melekat di tubuhnya.
"Rileks Cel, nanti lo bisa na ena sama suami lo," ucap Feli.
"Mulut ngana suka bener," ucap Ayu.
Mereka pun mulai berjalan menuju ke aula tempat pernikahan Ashel dan Kavin dilaksanakan.
Perasaan Ashel saat ini campur aduk. Antara senang, sedih dan yang lainnya. Semuanya bercampur satu.
Ia tidak pernah menyangka jika takdirnya seperti ini. Semuanya begitu cepat. Setelah kemarin ia mendapatkan musibah karena disekap selama berhari hari oleh Dona. Sekarang ia sudah mendapatkan ganjaran kebahagiaannya. Ia menikah dengan pria yang sangat mencintainya.
"Kok bengong Shel?" Tanya Ayu.
"Berasa mimpi Yu. Perasaan gue baru kemarin masih main main sama lo. Sekarang gue udah jadi bini orang aja," ucap Ashel.
"Takdir memang misterius Shel," ucap Rita.
"Bener banget. Kita gak pernah bisa menebaknya soalnya kita cuma bisa menjalaninya," ucap Yuta.
"Sekarang tinggal takdir kita kita aja bakalan berjodoh sama siapa. Ashel udah punya pawang, kita gak bisa selalu buat ajak dia keluar main kayak dulu," ucap Ayu.
"Kalian bisa sesekali main ke rumah gue," ucap Ashel.
"Males, rumah lo jauh. Kan lo bakalan tinggal di Boston," ucap Rita.
Mereka semua hanya tertawa saja mendengar ucapan Rita, sampai tak terasa mereka sudah berada di depan pintu aula yang sengaja ditutup sebelum Ashel masuk.
__ADS_1
Tbc.
Amplop onlinenya ditunggu ya🤏😊