
Happy reading♡
Setelah berhasil keluar dari jeratan suaminya yang ganas dan nafsuan itu, Ashel pun berjalan menuju ke gedung fakultasnya. Disana ia berjalan bersama dengan Nando.
Sebenarnya ini tidak sengaja. Ashel dan Nando bertemu di depan gedung utama dan Nando mengikutinya begitu saja. Padahal biasanya anak ini tidak akan langsung masuk ke dalam kelas.
"Lo baik baik aja kan Shel? Akhir akhir ini gue ngerasa lo udah gak kayak dulu lagi semenjak menikah. Padahalkan kita temenan," ucap Nando.
"Gak gitu, gue gak berubah Nan. Lo nya aja kali yang terlalu bawa perasaan. Gue tetep kayak yang dulu kali," ucap Ashel.
"Ya mungkin gue terlalu bawa perasaan ya. Padahal perasaan gue bertepuk sebelah tangan," ucap Nando.
"Maksudnya? Jadi lo masih belum bilang sama cewek yang pernah lo ceritain ke gue kalo lo suka sama dia?" Tanya Ashel.
Nando menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Ashel.
"Kenapa anjir. Perasaan tuh lo ungkapin jangan di pendem aja, siapa tahu tuh cewek juga suka sama lo," ucap Ashel.
"Terlambat. Gue kalah start sama yang lain. Dia udah punya cowok," ucap Nando.
Ashel menatap iba ke arah Nando. "Sabar ya. Cewek bukan dia aja. Gue yakin kok masih banyak cewek diluaran sana yang mungkin buat lo suka. Belajar move on Nan, jangan stuck di satu tempat. Dunia luas dan cewek bukan cuma dia aja."
"Yang lo omongin ada benernya, tapi mau gimana lagi. Gue patah sebelum gue sama dia jadi kita," ucap Nando.
Ashel bingung harus menjawab apa. Ternyata Nando diam diam menjadi sad boy. Ia kira Nando sudah bersama dengan wanita yang pernah ia dengar ceritanya, tapi ternyata kenyataannya seperti ini.
"Gue lagi butuh temen cerita. Sore ini lo bisa gak temenin gue? Bareng Ayu juga gak papa," ucap Nando.
"Gatau Nan, lihat nanti aja. Gue gak bisa janji," ucap Ashel.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas mereka. Disana sudah ada Ayu yang sedang memainkan ponselnya. Ashel langsung ikut duduk bergabung dengan Ayu.
"Pagi jomblo," sapa Ashel.
"Idih, mentang mentang udah dicelup suami lo jadi ngatain gue," ucap Ayu.
"Kalo ngomong suka bener," ucap Ashel. Mereka berdua menggunakan bahasa Indonesia dan berbicara pelan, jadi tidak mungkin ada yang mendengarnya.
"Serius lo jing?" Tanya Ayu heboh membuat beberapa orang yang sudah berada di kelas menoleh ke arah mereka.
"Kurang kenceng mbak," sindir Ashel. Ayu hanya cengengesan saja dan mengucapkan maaf dalam bahasa inggris pada mereka.
"Serius nge? Lo udah ngen?" Tanya Ayu.
__ADS_1
"Bahasa lo anjir. Kebanyakan gaul sama Rafello jadi gini," ucap Ashel.
"Jawab gue jingan! Serius lo udah ehem ehem? Gimana rasanya?" Tanya Ayu beruntung.
"Dih, kepo. Nikah sono biar lo gak perlu testimoni dari gue," ucap Ashel.
Ayu menghela nafasnya, "Masalahnya cowok aja kagak punya. Gimana mau nikah."
"Kan ada Fello. Dia kayaknya suka sama lo," ucap Ashel.
"Moh. Yang ada gue berantem mulu tiap hari," ucap Ayu.
Ashel pun menggidikan bahunya. Kemudian membalas chat dari suaminya yang sudah menspam. Ponsel Ashel ngehang karena notif yang masuk.
Padahal ini ponsel baru tapi sudah ngehang saja.
"Oh iya, orang suruhan bokap udah nemu alamat Anggana Corp," ucap Ayu.
"Gue juga udah kali. Ada di pusat kota kan? Gak jauh dari taman kota," ucap Ashel.
"Lah, lo udah tau ternyata. Dari siapa nge?"
"Gue curi curi waktu pas mas Kavin kerja dan gue berhasil dapet alamat lengkapnya plus beberapa info lainnya," ucap Ashel.
"Gue coba bobol beberapa situs resmi milik perusahaan itu. Ada beberapa data yang valid makanya gue percaya," ucap Ashel membuat Ayu melongo.
Saat Ayu akan kembali bertanya, tiba tiba dosen masuk. Ayu pun mengurungkan niatnya. Namun ia akan kembali bertanya pada sahabatnya ini nanti setelah mereka istirahat.
***
Ashel harus membatalkan janjinya dengan suaminya sebab mendadak ada tugas kelompok. Yang mau tidak mau ia harus ikut.
Ia satu kelompok bersama dengan Nando dan satu orang perempuan bernama Alice.
Mereka bertiga memilih mengerjakan tugas itu di cafe yang ada di dekat kampus mereka. Mereka ditugaskan untuk membuat makalah perkelompok. Dan perkelompoknya itu berjumlah tiga orang.
"Kita makan dulu yah gapapa? Aku laper banget," ucap Alice.
"Pesen aja. Gue yang bayar," ucap Nando.
"Yeay, makasih rich boy," ucap Alice.
Nando hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia kembali memperhatikan Ashel yang sedang fokus pada laptop di depannya.
__ADS_1
"Kamu juga makan dulu Shel. Dibayarin Nando loh," ucap Alice.
"Kamu aja duluan Lice," ucap Ashel.
"Yang dikatakan Alice benar Shel. Makan dulu," ucap Nando.
"Gue belum laper Nan. Lagian gue juga lagi cari referensinya nanti tinggal di copas aja biar cepet. Gue yang kerjain makalahnya nanti lo sama Alice yang print ya. Gue gak bisa ikut, gak papa?" Tanya Ashel.
"Gak papa Shel. Aku beruntung lo sekelompok sama kamu, ternyata kamu pinter banget," ucap Alice.
"Tapi kenapa? Lo ada acara?" Tanya Nando.
"Maybe," ucap Ashel.
Sebenarnya ia sudah selesai dengan makalah itu hanya saja ia sedang sibuk meretas data perusahaan Liam. Ia bukan ingin menjatuhkannya hanya saja ia ingin mengetahui secara detail tentang Liam.
Semalam setelah ia dan suaminya selesai melakukan hubungan suami istri, samar samar ia mendengar Kavin berbicara dengan seseorang melalui telepon genggamnya.
Kebetulan Kavin menelepon di dekatnya jadi ia bisa mendengarnya. Ia mendengar nama Liam disebut. Sepertinya suaminya ini juga sedang mencari keberadaan Liam namun belum menemukan hasilnya.
Hari ini ia dan Ayu sudah sepakat akan pergi setelah selesai kerja kelompok. Ashel juga sudah ijin kepada suaminya dan untungnya Kavin cepat mengijinkannya. Sebab Kavin juga akan ada pertemuan penting dengan beberapa clientnya dari Jepang dan Indonesia.
"Astaga, Shel, Nan, aku boleh pulang duluan gak? Adik aku masuk rumah sakit, kecelakaan katanya," ucap Alice tiba tiba.
"Oh iya gak papa Lice. Udah selesai juga kok tinggal aku edit. Hati hati di jalannya," ucap Ashel.
"Iya Shel makasih, sorry ya aku pulang duluan. Bye," ucap Alice. Ia pun pergi dari sana meninggalkan Ashel dan Nando.
Sedangkan Nando sangat bersyukur karena ia ditinggalkan dengan Ashel berdua. Sudah lama sekali ia tidak bisa mengobrol berdua seperti ini dengan Ashel.
"Makan dulu," ucap Nando. Ia menggeser laptop milik Ashel dan menggantinya dengan steak yang sudah ia potong.
"Tapi-,"
"Makan Shel. Nanti lo kerjain lagi," ucap Nando. Ashel pun hanya menurut karena ia juga sudah lapar.
...Asel yg tidak habis pikir dengan suaminya yg sering minta jatah✋️😌...
Tbc.
kalo typ maap yyy ges.
__ADS_1