My Little Wife

My Little Wife
Ep. 109 >>> TIDAK GOSOK GIGI


__ADS_3

Sempat Biandra berfikir, untuk menitipkan Queen pada Azalea sampai keadaan perusahaan kembali normal. Namun, dia terlalu gengsi untuk melakukan itu.


Al hasil, dia harus membawa Queen kemana pun dia pergi.


*


Pagi-pagi sekali, Biandra sudah disibukkan didapur, mempersiapkan sarapan untuk Queen.


Lalu membangunkan Queen yang masih terlelap begitu nyaman. Rasanya kasihan harus membangun kan Queen di tidur lelap nya. Namun, Biandra juga harus ke kantor. Dia benar-benar tidak punya pilihan lain.


"Queen, bangun sayang." Biandra mencoba membangunkan Queen yang masih dialam mimpinya.


"Queen ayo bangun, hari ini Queen harus temani Papa ke kantor lagi." Bujuk Biandra. Sebenarnya, Biandra sudah mencoba mencarikan Queen pengasuh, namun tidak satupun yang bertahan. Biandra dengan sangat terpaksa harus memecat mereka, ketika Queen bertingkah. Tidak ingin ditinggalkan dengan pengasuh.


"Apa boleh Queen tidur sebentar lagi, Papa?" Queen bangkit dari tidurnya. Dengan mata yang masih terpejam, sambil mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk. Dia meminta kelonggaran pada Biandra.


"Maaf Sayang, Papa ada meeting penting hari ini." Ucap Biandra penuh penyesalan.


"Baiklah." Queen turun dari tempat tidurnya, seakan mengerti dengan keadaan keluarganya. Dia harus mandiri sedini mungkin tanpa adanya seorang ibu.


Queen mandi sendiri, memakai baju sendiri, dan menyisir rambutnya sendiri. Walaupun tidak rapi, paling tidak dia sudah berusaha melakukan yang terbaik.


Dengan buru-buru Biandra menghidangkan makanan di meja makan. Sambil berulang kali melihat ke rah jam tangannya.


"Papa, aku ingin sarapan di mobil saja hari ini." Queen tahu, Biandra sedang terburu-buru pagi ini.


"Benarkah?" Biandra sempat terdiam. "Baiklah!" Lanjutnya kembali, dan langsung memasukkannya kedalam kotak bekal.


Mereka pun melaju, menyusuri ibu kota. Queen menikmati sarapannya didalam mobil.


"Papa! Queen ingin sekolah disana." Tunjuk Queen pada salah satu TK yang mereka lewati. Biandra hanya sempat menoleh sekilas.

__ADS_1


"Kenapa Queen ingin sekolah disitu?"


"Karena banyak teman-teman dan ada prosotannya."


Biandra terkekeh. "Baiklah, besok Papa antar Queen bersekolah disitu ya." Setelah mengucapkan kalimat itu, Biandra tersadarkan. Mungkin itu bukan ide yang buruk. Jadi dia punya waktu untuk bekerja lebih fokus ketika Queen sedang berada disekolahnya.


*


*


Azalea melingkar kan tangannya di pinggang Zico yang sedang berdiri di balkon lantai dua. "Apa yang sedang kau pikirkan?" Azalea penasaran, melihat suaminya termenung semenjak tadi.


"Nothing!" Jawabnya sambil menarik tangan Azalea, membawanya kehadapan nya. Lalu, gantian. Kini ia yang memeluk Azalea dari belakang.


"Apa kau suka tinggal disini?" Zico memastikan.


"Sebenarnya aku sedikit bosan. Apa aku boleh bekerja?"


"Kau keterlaluan sekali."


"Aku ingin kau menjadi ibu rumah tangga seutuhnya."


"Baiklah, jika memang itu mau mu."


"Apa kau terpaksa?"


"Tidak..."


"Tapi nada nya terdengar sepertinya kau sangat terpaksa."


"Tidak Zico! Aku sama sekali tidak terpaksa."

__ADS_1


"Aku tidak percaya."


"Lalu aku harus apa agar kau percaya?"


Zico membalikkan tubuh Azalea menghadap ke arahnya, menatap mata indah Azalea lalu tersenyum manis.


Perlahan dia mendekat kan wajahnya, ingin mengecup bibir yang selalu membuat dia candu.


Pun, begitu dengan Azalea yang ikut menatap mata teduh Zico. Bulu matanya yang lentik membuat Azalea betah berlama-lama menatap mata itu.


Namun, ketika wajah mereka semakin dekat.


"Uuwwleekkkk.... " Azalea menutup mulut dengan tangannya.


Sedangkan Zico langsung menjauhkan wajahnya sambil mengernyitkan keningnya.


"Apa kau tidak gosok gigi?" Azalea langsung berlari menuju kamar mandi.


"Hah hah..!" Zico mengecek bau mulutnya. "Gak bau juga." Imbuhnya heran.


.


.


.


.


.


NEXT>>>

__ADS_1


__ADS_2