My Little Wife

My Little Wife
Bab 197 : Mengingat Masa Lalu


__ADS_3

Ramein vote komen y guysss.


Yg udh baca, tolong kasih ulasannya ya. Makasihh


.


.


.


Happy reading♡


Ayu mematikan mesin mobilnya saat ia sudah sampai di depan rumah Ashel. Ia keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu masuk.


Ayu menekan bel beberapa kali, namun masih belum ada yang membuka pintunya. Ia kemudian mengambil ponsel miliknya kemudian menghubungi Ashel.


"Bukain anjir. Gue kayak gembel gak bisa masuk," gerurunya pada Ashel saat teleponnya sudah terhubung.


"..."


"Yee, belek onta! Sekate kate cangkeman mu itu," ucapnya.


"..."


"Iye gue masuk ye nyonya Kavinder. Bye," ucap Ayu. Ia pun mematikan sambungan telepon dan membuka pintu besar yang ada di depannya.


Ayu masuk ke dalam rumah. Di tangga ia melihat Ashel yang sepertinya baru mandi.


"Mentang mentang pengantin baru, jam segini baru mandi," sindir Ayu.


"Ya gimana, suami gue kan dia. Mana bisa gue nolak. Dosa," ucap Ashel. Ia pun berjalan menuju ke arah Ayu.


Ashel mengajak Ayu untuk mengobrol santai di belakang rumahnya. Kebetulan disana ada gazebo yang terbuka.


"Ya iya juga sih. Tapi lo beneran udah gak virgin dong?" Tanya Ayu.


"Masih. Gue belum main jauh sama suami gue," ucap Ashel. Mereka kemudian duduk lesehan diatas karpet berbulu yang sebelumnya sudah Ashel siapkan. Disana juga ada beberapa minuman soda dan berbagai kantong cemilan.


"Lah napa? Gue kira udah," ucap Ayu. Ia mengamil sekaleng soda yang ada di depannya.


"Gue udah pernah bilang sama mas Kavin kalo dia boleh ambil haknya. Tapi dia masih belum mau, katanya tatapan gue ke dia masih ragu. Jadi ya udah," ucap Ashel.

__ADS_1


Ayu menyimak ucapan sahabatnya ini sembari memakan cemilan. "Ya elo jangan ragu lah anjir. Kasian suami lo. Dia nikahin lo juga buat menyalurkan nafsunya," omel Ayu.


"Kan dibilang gue udah mau kasih. Tapi alesan dia kayak gitu, gue pribadi bukan ragu cuma takut aja anjir. Lo kan tahu sendiri gue gak pernah pacaran, sekalinya dapet cowok langsung nikah," ucap Ashel. Ia mengambil cemilan juga. Perutnya kembali keroncongan. Padahal tadi pagi dia sudah makan, mungkin karena harus melayani suaminya. Ia jadi kelelahan dan lapar.


"Ngapa kamu takut besti? Gas aja lah. Udah halal juga," ucap Ayu dengan entengnya.


"Cangkeman mu minta di sleding gajah ya Yu?" Tanya Ashel kesal.


"Mhehe, becanda kanjeng."


Mereka pun kembali berbincang santai sembari menikmati udara segar di siang hari.


Cuaca hari ini cukup panas. Namun terasa segar karena Ashel dan Ayu duduk di bawah atap gazebo. Semilir angin menerpa wajah keduanya. Rambut Ashel juga hampir mengering karena tertiup hairdryer alami dari alam, yaitu angin.


"Ngomong ngomong, lo mau ngomong apaan Shel? Sampe sampe gue kudu ke rumah lo? Biasanya kita ketemuan di luar," ucap Ayu.


"Masih tentang kita bertiga di masa lalu. Gue beneran lupa Yu. Gak inget sama sekali sama kejadian yang kita bertiga alami dulu," ucap Ashel.


Ayu nampak berpikir. "Liam?" Tanyanya.


"Iya itu," ucap Ashel menganggukan kepalanya.


"Emang apa yang lo lupa? Barangkali gue juga lupa," ucap Ayu.


"Iya apa nyonya apa?" Tanya Ayu.


"Liam masih hidup apa udah meninggal waktu itu Yu?" Tanya Ashel.


"Gak tahu pasti. Waktu kecelakaan itu kan langsung banyak orang yang berkerumun, pas kita mau samperin Liam. Liam udah dibawa pergi sama orang orang yang pake jas," ucap Ayu.


Ashel terdiam. Ia sama sekali tidak ingat kejadian ini. Pantas saja ia merasa ada yang janggal disini.


"Lo emang gak inget kejadian itu? Kan kita berdua ada di lokasi waktu itu," ucap Ayu.


Ashel menggelengkan kepalanya. "Kalo gue inget gue gak mungkin nanya sama lo," ucapnya.


"Ada banyak kemungkinan Shel. Entah dia masih hidup atau udah meninggal kita gak ada yang tahu. Termasuk Dona mungkin," ucap Ayu.


"Setelah Liam dibawa dia gak balik lagi kan?" Tanya Ashel.


"Enggak. Pihak sekolah gak ada bahas apapun tentang dia. Entah Liam meninggal atau pindah sekolah. Setelah tragedi itu, gak ada siapapun yang bahas soal Liam," jelas Ayu.

__ADS_1


"Lo tahu orang terdekat Liam gak? Sebisa mungkin gue mau cari tahu soal dia. Gue gak mau Dona terus terusan salahin gue. Jelas jelas ini semua karena bokapnya dia," ucap Ashel.


Ayu mengangguk, "Ada baiknya emang kita harus cari tahu dulu sebelum kita jelasin sama si Dona. Dia gak bakalan percaya gitu aja kalo gak disertai bukti. Gedek banget gue sama dia."


"Gue gak tahu pasti tentang keluarga Liam. Tapi gue tahu rumah dia karena setelah kejadian itu gue sempet cari tahu ke rumah dia. Ya siapa tahu aja kita bisa dapet petunjuk dari sana," sambung Ayu.


"Kapan lo ke rumah Liam? Kok gak ngajak gue," ucap Ashel.


"Heh panjul! Waktu itu lo lagi sibuk buat persiapan lomba nasional. Yakali gue seret lo juga, gak mungkin lah. Dan gue ke rumah Liam itu satu minggu setelah kejadian, pas lo berangkat lomba," ucap Ayu.


"Lo dapet apa dari sana?" Tanya Ashel.


"Gak dapet apa apa. Soalnya rumah Liam di jaga ketat sama bodyguard gitu. Gue mau coba masuk dan nego gitu kan, secara Liam temen kita. Tapi gak jadi, orang orangnya nyeremin," ucap Ayu.


"Lo masih inget alamat rumahnya? Besok kita kesana aja, tapi jangan kasih tahu siapa siapa," ucap Ashel.


"Mangga kanjeng," ucap Ayu.


Ashel terdiam. Kenapa semuanya menjadi teka teki seperti ini? Dan kenapa ia baru teringat soal Liam setelah bertahun tahun yang lalu?


Kenapa bisa ia melupakan kejadian tragis hari itu. Hari dimana semuanya berubah. Ashel sama sekali tidak mengingat apapun kejadian itu. Beruntung disana ada Ayu, jadi ia bisa sedikit sedikit mencari tahu.


"Felling gue sih, Liam masih hidup. Tapi kita gak tahu keberadaan dia dimana. Terlebih waktu kita temenan, Liam gak pernah cerita soal keluarganya," ucap Ayu.


"Nama panjang Liam apa?" Tanya Ashel tiba tiba.


"Lo lupa juga nama panjangnya dia? Kebangetan banget sih lo," ucap Ayu.


"Jawab aja kalo lo tahu."


"Liam Anggana apa ya, panjang deh pokoknya. Gue lupa," ucap Ayu.


"Liam Anggana," ulang Ashel. Ayu menganggukan kepalanya.


Ia harus meminta bantuan Ardian. Soal seperti ini Ardian ahlinya. Tapi apa dia akan membantunya? Secara sekarang ia dan Kavin menjadi bekerja sama setelah kejadian Dona menyekapnya.


Bahkan Ardian juga tidak mau memberitahunya tentang keadaan Dona. Padahal Ashel yakin Ardian juga mengetahui soal itu.


Tbc.


Ape nih? Wkwkwk.

__ADS_1


kl typ maap ya.


__ADS_2