
Happy reading♡
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Sejak kemarin Kavin sudah sibuk mengecek tempat untuk ulang tahun anak anaknya. Sedangkan Ashel sudah sibuk menyiapkan konsumsi, gift, dan yang lainnya. Ia juga sudah meminta suaminya menghubungi panti untuk datang besok ke acara anak anaknya. Beruntung panti ke tempat acaranya dekat.
Pagi hari sekitar pukul tujuh, baby's sudah dibangunkan dan dimandikan oleh para susternya. Mereka juga sudah memakai baju yang sebelumnya disiapkan oleh sang mami.
Saat bayi bayinya bersiap, Ashel juga bersiap dengan suaminya. Kavin memakai jas berwarna hitam dengan dalaman turtle neck hitam. Dan untuk pakaian Kai dan Ling, kedua bayi tampan itu memakai baju kemeja putih lengan pendek yang dipadukan dengan rompi hitam juga celana hitam. Kedua bayi laki laki itu juga memakai dasi kupu kupu
Sedangkan Ashel memakai gaun berwarna putih tulang dengan atasannya berwarna merah. Warna dress Ashel sama seperti dress yang digunakan oleh Briella, hanya saja dress yang dipakai Briella full merah.
...gaun Ashel...
...gaun Briella...
"Jangan cantik cantik sayang. Kamu cuma milik aku," peringat Kavin.
"Enggak sayang. Aku make up tipis ini," ucap Ashel.
Setelah mereka siap, mereka pun turun. Di ruang tengah sudah ada semua keluarga dari kedua pihak berkumpul, termasuk Ayu dan Fello. Mereka sedang berbincang selagi menunggu Ashel dan keluarga kecilnya bersiap.
Kavin menggendong Briella sedangkan Ling dan Kai digendong susternya. Mereka turun bersama dari lantai dua.
"Asekkk, bapak dan ibu hajatnya udah turun nih. Party kita hari ini," ucap Fello.
__ADS_1
"Dikira mereka mau nikahin anak anak mereka apa. Ada ada aja kamu byy," ucap Ayu. Rafello hanya cengengesan saja.
"Langsung berangkat aja, anak anak panti udah di tempat," ucap Kavin.
Mereka semua mengangguk dan berjalan keluar ruamh. Total ada lima mobil utama dan dua mobil bodyguard yang pergi dari kediaman mansion Kavinder. Mereka berjalan beriringan dengan mobil Kavin yang paling depan.
Ashel dan Kavin mengendarai mobil pribadi mereka sendiri tanpa supir. Dibangku belakang ada ketiga anaknya yang sangat anteng. Di barisan kedua ada orang tua Kavin beserta oma dan opa. Di barisan ketiga ada orang tua Ashel lengkap bersama Prabu dan Ningrat. Dibarisan ke empat ada mobil Rafello dan Ayu. Barisan kelima ada mobil khusus untuk suster suster anak anak Kavin dan Ashel dan dua mobil terakhir adalah mobil bodyguard.
Jarak dari mansion ke tempat acara tidaklah jauh, karena dalam waku dua puluh menit mereka akhirnya sampai di tempat acara.
Semuanya keluar dari dalam mobil. Para suster juga sudah mengambil anak asuk mereka dan memangkunya. Sedangkan Kavin menarik pinggang istrinya agar tidak jauh darinya.
"Posesif amat mas. Kan aku cuma mau sama kamu," ucap Ashel.
"Jatah sayang. Malam ini," ucap Kavin.
Lagi dan lagi tentang jatah. Tolong, Ashel lama lama akan muak dengan kata kata itu.
"As your wish, mami," ucap Kavin dengan mudahnya. Toh dia kan memang bekerja untuk istri dan anak anaknya kan?
Kai, Ling dan Briella duduk di kursi bayi yang sudah disiapkan sebelumnya. Di depan mereka terhidang tiga kue sesuai dengan kesukaannya masing masing.
Kairav, si anak pertama yang sanga suka sekali mobil dan uang. Iya, Kai masih bayi namun suka sekali memegang uang cash milik maminya. Anehnya anak itu tidak mau uangnya ditukar dengan uang mainan. Alhasil, banyak uang dollar Ashel yang sobek dan tidak bisa digunakan. Maka dari itu, Ashel meminta replika cake yang diatasnya ada mobil mobilan yang bisa dimakan serta juga dengan hiasan uang dollar yang tentunya bisa dimakan.
Kalingga, anak kedua sekaligus penengah. Memiliki sifat kalem sejak bayi. Namun entah sudah dewasa nanti. Kai, memiliki kesukaan pada pesawat terbang. Hampir semua mainannya pesawat. Ia suka mobil mobilan, namun anak itu lebih tertarik dengan pesawat terbang. Sesuai dengan kesukaannya, Ling diberi replika cake pesawat dan pakaian pilot.
__ADS_1
Sedangkan si bungsu cantik Briella, seusai dengan gendernya bayi itu menyukai hal hal seperti barbie apalagi warna yang gonjreng seperti merah menyala, fuscia dan pink. Untuk itu Ashel meminta replika cake berwarna full putih dengan hiasan lainnya juga yang masih berwarna pink dan putih.
Setelah semuanya siap, acara tiup lilin pun dimulai. Kavin berdiri di samping Kai sedangkan Ashel berdiri di samping Briella. Mereka berlima meniup lilis secara bersamaan. Riuh tepuk tangan pun menggema ditempat ini.
Tempat yang nantinya akan dibuka untuk umum, tempat yang Kavin persembahkan untuk istri dan anak anaknya. Bahkan seluruh sertifikat tanah dan kepemilikan taman bermain ini adalah milik Ashel.
Sudah tahu kan seberapa besar cinta dan kasih sayang Kavin untuk istri dan anak anaknya?
"Selamat ya sayang sayang nenda, kalian makin gede aja," ucap Sarah.
"Bener Sar, perasaan baru kemarin keluar sekarang udah dua tahun aja. Ini kita makin tua," ucap Anna.
Semua keluarga pun mengucapkan selamat serta memberikan kado yang mereka sudah siapkan sebelumnya. Prabu nampak senang sekali karena Briella mau dipangku olehnya. Sementara Faraz memangku Kai. Ling sendiri memang akrab dengan Adi.
"Dek, abang gak tahu kasih apa buat anak anak kamu. Jadi ini aja ya. Gak usah protes kalo pestanya gak mau abang hancurin," ucap Ardian memberikan tiga lembar kertas kecil berukuran panjang kesamping.
"Ardian maksa kasih itu aja katanya, kalo kado pasti banyak dari yang lain. Tapi aku tetep mau kasih mereka kado. Selamat ya Shel," ucap Lupita.
"Makasih kak Lupi, abang emang gitu. Cek lagi cek lagi. Mentang mentang banyak duit. Ini tabungan baby's angkanya pasti nambah lagi ini. Untuk ada bawahan mas Kavin yang urus," ucap Ashel tersenyum ia memasukan cek yang diberikan Ardian ke dalam saku jas suaminya. Jangan salah, setiap cek untuk anak anak Ashel bernilai 1 M. Bayangkan saja berapa banyak uang mereka yang diberi oleh pamannya.
Ashel beralih pada anak anak panti yang sedang makan. "Nikmatin hidangannya ya, nanti kalo kalian udah selesai makan. Kalian bisa main wahana disini sepuasnya, gratis. Tapi hati hati ya."
Semua anak panti bersorak ria. Mereka pun segera menghabiskan makanan mereka dan langsung berlarian menuju ke wahana yang mereka inginkan.
"Kakak ipar, nyomot kue-nya Briella boleh? BM gue," ucap Fello cengengesan.
"Ambil aja Fell. Kasih juga Ayu," ucap Ashel.
__ADS_1
"Sihapp," ucap Fello semangat.
Tbc.