
Sepulang dari jalan jalan, Sky mengerutkan dahi melihat perubahan sikap suaminya yang terlihat mendiaminya semenjak bertemu Bima di taman tadi.
Srek dia mencekal tangan suaminya kemudian membalik tubuh sang suami. "Kenapa hubby diam, apa kamu cemburu melihat Bima tadi mengobrol denganku! tebak Sky menatap Bintang dengan tatapan penuh selidik.
"Gadis di sebelah Bima tadi adalah Eliza, gadis yang dijodohkan dengan Bima. " ungkap Sky dengan raut serius.
Setelah menjelaskan semuanya, Sky berjalan menuju ke ruang tamu mengistirahatkan dirinya di sana. Semenjak usia kandungannya membesar, dia sangat mudah kelelahan makanya tak kuat berdiri lama lama. Bintang bernafas lega, bergegas menyusul sang istri.
Maafkan aku sayang, maaf karena aku menjadi pria pencemburu akut karena aku hanya takut kamu direbut oleh pria lain. Padahal kita baru saja merasakan bahagia setelah melewati badai yang terjal.
Sky memilih mengusap perut buncitnya, merasakan tendangan kuat dari dalam sana. "Sayang dengar deh calon anak kita nendang nendang. "
Bintang langsung mendekatkan telinganya, duh suara tendangan sontak membuatnya sangat senang. Dia mengangkat wajahnya dan menatap sang istri dengan wajah berseri seri. "Calon anak kita sangat aktif ternyata. " ujar Bintang sambil tersenyum.
"Iya dan kelak dia akan menjadi anak yang llinca, aktif dan juga cerdas. " timpal Sky.
Mommy Hana dan Daddy Alexpun datang berkunjung sambil membawa oleh oleh. Sky tersenyum lebar melihat kedatangan orang tuanya. "Lho si kembar ke mana Mom kok enggak ikut. "
"Kedua adikmu itu lagi berantem hanya karena masalah seorang gadis. " balas Mom Hana dengan raut kesalnya.
"Ayolah Mom, Xavier dan Xavion sudah besar dan usianyapun menginjak 19 tahun. " sahut Daddy Alex dengan santai.
__ADS_1
Mommy Hana melirik suaminya itu degan sorot tajamnya. "Ya sudah kalau Daddy masih bela mereka, nanti malam tidur di sofa. " tandas Mommy Hana.
Raut Daddy Alex berubah lesu mendengar penuturan Mommy. Bintang dan Sky tertawa melihat penderitaan Daddy mereka itu karena dihukum Mommy Hana. Daddy Alex berdecak kesal melihat puteri dan menantunya malah menertawakan dirinya.
"Abaikan saja Daddymu Sky, Bagaimana kondisi calon bayi kamu sayang. " ucap Mommy Hana dengan antusias.
"Sangat sehat Mom. " jawab Hana sambil mengelus perut buncitnya itu.
Mommy Hana bernafas lega mendengarnya, diapun bangkit dan langsung ke dapur. Tak lama kemudian dia kembali dengan membawa minuman, ditaruhnya di meja setelah itu dia mulai mengupas buah. Setelah selesai Mommy Hana langsung memberikan irisan buah apel pada Sky. "Ayo di makan sayang apelnya. "
"Iya Mom. " Sky mengambilnya menggunakan garpu setelah itu memasukkan ke dalam mulut lalu mengunyahnya.
Sesekali Sky menyuapi Bintang dengan potongan buah setelah itu kembali pada dirinya sendiri. Sementara Daddy Alex hanya bisa menghela nafas pelan merasa dirinya diabaikan oleh Mommy Hana, istrinya hal itu membuatnya frustrasi.
"Daddy kamu 'kan enggak lagi hamil sayang, jadi dia bisa makan sendiri. " ucap Mommy Hana cuek.
Daddy Alex hanya bisa merengut mendengar ucapan Mommy Hana. Sementara Bintang hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan kedua mertuanya itu. "Mommy akan nginap sini sayang, ya sudah mommy mau ke kamar. " ujar Mommy Hana bangkit dari sofa.
Mommy Hana melenggang pergi dari ruang tamu. Daddy Alex ikut berdiri dan langsung menyusul sang istri ke kamar mereka. Sky pun menoleh kearah sang suami sambil tertawa. "Aku yakin Daddy bujuk mommy terus Mommy luluh dan berakhir olahraga di atas ranjang. " kekehnya sambil tertawa.
Bintang ikut terkekeh, mencubit pelan hidung sang istri. "Kok kamu tahu sayang, apa kamu sering ngintip ya. " goda Bintang meledek sang istri.
__ADS_1
"Cuma nebak saja sih, lagian biasanya juga gitu 'kan bie. "
❣️❣️
Di Kamar Daddy
Kini pasangan paruh baya itu tengah melakukan aktivitas panas mereka. suara erangan dan desahan terus saling bersahutan dalam kamar. Kegiatan itu baru berhenti setelah satu jam lebih, Mommy Hana menarik selimut lalu mengatur nafasnya yang tak beraturan. Sementara Daddy Alex terlihat tersenyum puas karena mendapatkan keinginannya sekaligus berhasil merayu Mommy Hana.
"Dasar pria tua mesum, ingat Daddy sudah tua astaga. " omel Mommy Hana.
"Walaupun tua tua begini, Daddy masih bisa membuat Mommy lemas dan loyo lho. " jawabnya sambil tersenyum miring.
Mommy Hana berdecak, namun apa yang dikatakan suaminya memang benar apa adanya. Dia langsung menelusupkan wajahnya di dada bidang paruh baya yang masih sangat gagah dan tampan itu.
Daddy Alex mengulas senyumnya, sesekali mendaratkan kecupan di dahi sang istri. Hidupnya sangat bahagia semenjak hadirnya wanita dalam dekapannya saat ini yang selalu sabar dalam menghadapi sikapnya selama ini.
"Mom, Daddy memutuskan akan melakukan perjalanan liburan untuk kita berdua bagaimana namun setelah cucu kita lahir. " ungkap Daddy Alex.
"Iya Daddy, Mommy setuju kalau perlu kita liburan bersama para anak anak dan menantu kita. " usulnya.
Daddy mengangguk, dia langsung menyibak selimutnya kemudian mengulang kegiatan mereka lagi. Mommy Hana hanya bisa pasrah harus melayani suaminya yang nak serigala lapar meski usianya tak lagi muda.
__ADS_1
TBc