
Happy reading♡
Ashel dan Ayu sedang dalam perjalanan menuju ke alamat yang sudah di kantongi Ashel sejak beberapa hari yang lalu.
Ashel berhasil meretas informasi alamat tentang perusahaan Anggana milik Liam. Dan ternyata itu memang perusahaan milik Liam. Hanya saja informasinya belum mendetail sebab Liam sengaja menutup semua informasi tentang dirinya.
"Nge, ini gak bakalan ketauan suami lo kan? Trauma gue," ucap Ayu.
"Sans, gue udah ijin mau main sama lo. Dia ijinin juga kan udah kenal sama lo, apalagi lo deket sama adiknya," ucap Ashel.
"Heh gak ya. Gue gak deket sama dia, dia aja yang sering deketin gue," sangkal Ayu.
Ashel hanya tertawa saja mendengarnya. Sahabatnya ini sering menyangkalnya padahal ia tahu jika Ayu sudah mulai menyukai Rafello hanya saja separuh hatinya masih milik Dimas.
Satu jam berlalu, mobil yang dikendarai Ashel pun berhenti di salah satu gedung tinggi yang ada di depannya.
Ia kembali mengecek foto banguanannya dan tepat. Ini perusahaan milik Liam.
"Cok, itu yang pake jas jas di belakang kita siapa? Orang suruhan suami lo?" Tanya Ayu.
"Hah? Siapa?" Tanya Ashel. Ia menolehkan kepalanya ke arah belakang untuk melihat orang yang dimaksud Ayu.
Ternyata benar. Ada mobil yang mengikuti mereka berdua. Ashel sudah bisa menebaknya siapa mereka.
"Awas aja ya mas. Aku marah pokoknya," gumam Ashel. Matanya menatap ke arah spion.
"Lo mau langsung ke tempat Liam? Apa mau ngalihin perhatian mereka dulu?" Tanya Ayu.
"Hahh, yakali gue langsung ke tempat Liam. Yang ada mas Kavin bisa nemuin dia duluan dari pada gue. Gak mau lah, bahkan sampe sekarang mas Kavin belum tahu keberadaan Liam dan katanya dia juga lagi berusaha cari alamat Liam," jelas Ashel. Ia memutar balik arah mobilnya dan melaju cukup cepat.
"Anjin* lo nge! Gue belum kawin jangan ngajak gue mati," ucap Ayu saat Ashel melajukan mobilnya cukup cepat dari biasanya.
"Santuy aje. Gue gak mau mati, kan belum punya anak. Yakali," ucap Ashel. Ia memang sudah mahir berkendara sejak dulu.
Ayu mengeratkan pegangannya pada seat belt yang ia pakai. Ia sesekali merapalkan doa dan memejamkan matanya karena cukup takut. Sedangkan Ashel mengeluarkan smirknya saat mobil tadi kehilangan arah untuk mengikuti mobilnya.
"Sial! Ternyata nyonya bos udah tahu kalo kita ikutin dia. Mana bawa mobilnya cepet banget," ucap bawahan Kavin yang tadi mengikuti mobil Ashel.
__ADS_1
Sedangkan Ashel tersenyum puas. Ia berhasil membuat mobil itu tidak mengikutinya.
Ia kembali melajukan mobilnya menuju ke lokasi tadi. Lokasi dimana adanya Liam, semoga saja.
Ashel menghentikan mobilnya saat ia sudah sampai di depan perusahaan milik Liam. Ia memperhatikannya dari jauh.
"Nge, lo gak mau samperin kesono aje? Kali aja Liam mau nemuin lo," ucap Ayu.
"Gak bisa. Harus ada janji atau reservasi dulu baru bisa ketemu. Kita gak dibolehin ketemu meskipun kita temenan sama Liam," ucap Ashel.
"Gitu ya? Gue gak tahu sih soal perkantoran kayak gitu. Tapi Shel, sejak kapan lo bisa retas informasi kayak gitu?" Tanya Ayu.
"Udah dari lama tapi gue baru kali ini retas info soal perusahaan Liam. Ya ini sih ilegal, tapi mau gimana lagi. Liam sendiri yang buat gue harus kayak gini, kalo aja dia kagak ngilang," ucap Ashel.
Ayu manggut manggut, "Ya bener juga sih. Yang penting gak ketahuan aja sama pihak lain."
Ashel mengangguk. Ia kembali memperhatikan ke arah perusahaan itu. Ia berharap jika Liam keluar dan dengan itu Ashel bisa memastikan jika perusahaan ini milik Liam.
"Yu, liat tuh liat. Liam bukan sih?" Tanya Ashel saat matanya melihat seorang pria dengan perawakan tinggi seperti Liam
"Iya njir. Kok jadi hansem? Kan aku like hehe," ucap Ayu.
"LIAM, BERHENTI LO. JANGAN LARI LAGI!" teriak Ayu tanpa tahu malu.
Beberapa bodyguard langsung menahan mereka saat Ashel dan Ayu akan mendekat. Mereka berdua berontak agar orang orang itu tidak menghalangi mereka.
"LEPAS NJING! GUE MAU KETEMU TEMEN GUE. ITU LIAM ITU, LIAM ANGGANA," ucap Ayu.
"Diem lo anjir. Malu maluin, nyesel gue ajak lo," ucap Ashel.
Liam pun keluar dari dalam mobilnya dan berjalan mendekat ke arah temannya. Yaitu Ashel dan Ayu.
"Lepaskan mereka. Mereka teman teman ku," ucap Liam. Ia pun berjalan ke arah dua cewek itu dan tersenyum.
"Hai, apa kabar kalian?" Sapa Liam.
"Kagak usah basa basi bacot lo Yam. Pokoknya lo harus ada waktu hari ini, jam ini. Gue terutama Ashel ada keperluan penting sama lo," ucap Ayu sewot.
__ADS_1
"Weitss, santai Ayu. Gue disini," ucap Liam.
"Lo gak sibuk kan? Ada beberapa hal yang mau gue tanyain sama lo," ucap Ashel.
"Sorry, gue ada meeting penting Ashel," ucap Liam.
"Bilang aja lo mau kabur lagi jing," ucap Ayu kesal.
"Oke lo bisa pergi, tapi sebelum itu apa gue bisa bicara sama lo? Ini penting. Terserah lo mau kapan yang jelas gue bener bener perlu bicara sama lo," ucap Ashel.
"Yaudah, lo berdua ikut gue. Kebetulan meetingnya gak lama jadi kita bisa bicara setelah itu. Gimana?" Tanya Liam.
"Boleh. Boleh banget," ucap Ayu.
"Gue ikutin mobil lo dari belakang," ucap Ashel. Liam pun mengangguk.
"Lo berdua kagak kangen gue? Gak mau meluk gue?" Tanya Liam. Ia merentangkan tangannya ke arah dua cewek itu.
"GAK YE NAJIS," ucap Ayu. Ia pun menarik Ashel untuk masuk ke dalam mobil mereka dan mengikuti mobil Liam.
"Pastikan semuanya berjalan lancar," ucap Liam pada Adam.
"Baik tuan."
***
Kavin sebenarnya sangat ingin berduaan dengan istrinya namun Ardian meminta bertemu karena ia memiliki beberapa info tentang cowok bernama Liam.
"Dia punya perusahaan tapi gue gak tahu perusahaan apa. Udah gue coba retas tapi gak bisa, mereka terlalu pinter ternyata," ucap Ardian.
"Santai saja. Jangan terburu buru. Takutnya nanti Ashel curiga sama kita dan dia bisa salah paham," ucap Kavin.
"Kalo aja ini gak nyangkut nyawa adek gue, gue gak mau urus beginian," ucap Ardian. Kavin hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapan Ardian.
Pikirannya berkelana kemana mana. Ia harus segera menemukan alamat laki laki itu dan semoga saja istrinya tidak curiga padanya.
"Tuan maaf, bodyguard yang anda perintahkan untuk mengikuti nyonya muda kehilangan jejak. Nyonya muda sudah tahu jika ada yang mengikuti mereka dan dia berusaha menghilangkan jejak, dan itu berhasil. Mereka kehilangan keberadaan nyonya," ucap Josh tiba tiba membuat mata Kavin membulat sempurna.
__ADS_1
Tbc.
Ramein goyss.