
Happy reading♡
Sekitar pagi pagi buta Ayu sudah harus berangkat ke bandara untuk menjemput Yuta dan yang lainnya. Ayu dengan malas mengeluarkan mobilnya dari bassement apartementnya dan langsung pergi ke bandara. Panggilan dari Feli sejak subuh tadi mengganggu tidurnya. Jadi mai tidak mau dia harus pergi juga untuk menjemput mereka.
Kedatangan Yuta dan yang lainnya hanya diketahui oleh Ayu saja. Bahkan Fello tidak tahu soal ini. Ayu memang diperingatkan untuk tidak memberitahu siapapun termasuk tunangannya. Ayu sendiri hanya mengiyakan saja biar cepat.
"Wuih buk Ayu udah sampe aje nih," ucap Yuta. Ayu memang sedang duduk di kursi yang disediakan disana. Ia sampai lebih dulu sebelum mereka landing.
Yuta dan yang lainnya memang sengaja mengambil jam penerbangan siang supaya mereka bisa sampai ke Boston di pagi harinya.
"Gara gara lo semua ye gue jadi bangun pagi pagi buta. Beruntung kagak nabrak tadi di jalan," ucap Ayu. Hari ini ia memang libur kuliah.
"Hehe, ya maap deh. Kan kita ini pendatang disini, jadi gak tahu tuh seluk beluk kota Boston itu kayak apa," ucap Rita.
"Nih Pel lo nyetir deh, sumpah gue ngantuk banget," ucap Ayu, ia memberikan kunci mobilnya pada Feli.
"Si anjrot, gue baru juga napak diatas bumi udah kudu bawa mobil bae," ucap Feli. Ia mendumel namun tetap menerima kunci mobil itu.
"Udah Pel terima aja, lagian diantara kita cuma lo yang tahu jalanan luar negeri kayak apa. Lo kan sering keluar negara buat fashion show," ucap Rita.
"Iya itu bener. Udah yuk aku ngantuk banget, mau nebeng tidur dulu di apartement Ayu," ucap Yasmin.
"Iya udah ayo," ucap Ayu. Gadis itu kembali menguap. Ia memang benar benar mengantuk. Saat ini ia sedang sibuk dengan jadwal skripsinya. Beruntung ini hari libur jadi ia bisa berisirahat sejenak dari pusingnya kata yang ada di skripsi miliknya itu.
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil Ayu. Beruntung mobil milik Ayu cukup besar jadi mereka bisa masuk semuanya. Sementara barang barang mereka diantar oleh taksi yang mengikuti mobil mereka.
Feli tidak perlu bertanya lagi dimana letak apartement Ayu. Karena ia pernah beberapa kali bermain kesana saat ia ada pekerjaan disini. Bahkan ia juga sempat menginap di penthouse milik Ashel kala itu.
Mereka semua pun sampai di apartment Ayu. Yuta, Yasmin dan Rita turun di depan lobby karena mereka akan mengeluarkan barang bawaan mereka dari taksi sedangkan Ayu dan Feli membawa mobil itu kembali ke bassment. Mereka akan naik menggunakan lift.
Koper koper milik mereka dibantu masuk oleh petugas apartement. Mereka semua bertemu Ayu dan Feli di depan lift.
Sesampainya di kamar Ayu, mereka semua langsung merebahkan tubuh mereka karena kelelahan selama penerbangan itu. Langit juga masih gelap. Mereka semua tidur di kamar Ayu. Sebagian diatas ranjang sebagian lagi di kasur pompa yang ada disana.
__ADS_1
***
Ashel dan ketiga bayinya sedang berjalan jalan di depan mansionnya dengan ditemani suaminya. Mereka memang rutin melakukan kegiatan ini setiap pagi. Tujuannya agar bayi mereka mendapatkan cahaya matahari.
Ketiga bayi Ashel di tidurkan diatas stroler besar yang muat tiga bayi. Ketika cahaya matahari datang, penutup stroler itu dibuka sehingga cahaya matahari mengenai bayi bayi.
"Yang, makan dulu nih. Barengan aja," ucap Kavin. Ia membawa sepiring nasi yang cukup banyak. Dia ingin makan satu piring berdua dengan istrinya.
"Suapin," ucap Ashel.
"Manja ya, yaudah sini papi suami," ucap Kavin. Ashel menarik stroler bayi bayinya agar mendekat dengan tempat duduknya.
Kavin menyuapi istrinya dengan telaten. Ia pun ikut makan juga. Mereka berdua menikmati pagi hari yang cerah bersama. Kini anggota keluarga mereka sudah bertambah. Tiga orang sekaligus. Bahkan Kavin sudah mengurus surat surat kepemilikan.
"Yang, uang dari Ardian kemarin kita langsung masukin rekening baby's aja gimana? Masing masing satu miliyar," ucap Kavin.
"Hah? Emang masih bayi bisa punya rekening?" Tanya Ashel.
"Boleh boleh aja kalo bisa. Biar uang mereka gak nyatu sama uang aku. Uang dari kakek neneknya juga masukin aja mas sekalian. Biar mereka punya tabungan sendiri," ucap Ashel.
"Oke cinta. Mas urus segera," ucap Kavin. Ia memberikan suapan terakhir pada mulut istrinya.
"Masih lapar?" Tanya Kavin.
"Enggak. Mau ngemil anggur aja," ucap Ashel. Ia mengambil anggur shine muscat yang dibelikan langsung oleh papa Faraz ketika ia pergi ke Jepang tempo hari.
Ashel lebih menyukai anggur ini dibandingkan anggur lokal. Anggur ini warnanya cantik. Hijau segar dan isi buahnya juga tebal dan tidak berbiji. Semasa hamil juga Ashel sangat sering menikmati anggur ini.
"Mau dong," ucap Kavin. Ashel menyuapi satu buah anggur itu ke dalam mulut suaminya.
__ADS_1
Baru kali ini Kavin menikmati anggur jenis ini. Pantas saja istrinya ini sangat menyukai anggur ini. Selain enak dan manis, harganya juga bikin geleng geleng. Tapi tak mengapa, Kavin akan selalu memberikannya pada istrinya agar istrinya bahagia dan juga kenyang. Lagi pula lebih baik istrinya nyemil anggur dari pada snack.
"Enak gak?" Tanya Ashel.
"Enak yang. Pantesan kamu sering minta anggur ini dari pada yang lain. Ngomong ngomong, masih ada stok gak?" Tanya Kavin.
"Kayaknya cuma ini lagi. Udah abis," ucap Ashel.
"Disini gak ada yang jual?" Tanya Kavin.
"Ada, tapi jarang," ucap Ashel.
"Yaudah, aku nitip sama Ardian aja. Dia lagi ke Jepang soalnya," ucap Kavin.
"Sama kak Lulu ya?" Tanya Ashel.
"Ya sama siapa lagi yang. Dia udah nempel banget sama Lupita," ucap Kavin.
"Mereka sering Having s*x?" Tanya Ashel.
"Gak tahu yang, tapi yang pasti udah kayaknya. Keliatan dari fisik Lupita aja yang berubah. Dia udah gak peraw*n lagi," ucap Kavin.
"Heh! Kamu perhatiin Lupita ya selama ini? Ngaku kamu," ucap Ashel marah.
"E-enggak sayang. Buat apa, aku punya kamu. Udah lebih dari cukup," ucap Kavin.
"Bohong. Terus kenapa kamu tahu kalo Lupita udah gak virgin?" Tanya Ashel.
"Kelihatan sayang, kelihatan. Bukan diperhatiin. Fisik cewek yang udah gak virgin beda. Bibir Lupita udah agak gelap. Tapi yang, kamu kan udah aku peraw*nin, tapi bibir kamu kok malah makin pink?" Tanya Kavin.
"Ya perawatan lah mas," ucap Ashel. Mulut suaminya ini sekate kate ternyata. Selama ini Ashel selalu perawatan rutin setiap bulan dan ia tidak pernah absen untuk melakukan perawatan kulit setiap harinya. Dari pola makannya juga Ashel selalu menjaganya.
Tbc.
__ADS_1
RAMEIN🫨