My Little Wife

My Little Wife
Bab 340 : Nikmatnya Memberi Asi


__ADS_3

Happy reading♡


Satu tahun kemudian...


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin Ashel menikah dan memiliki tiga orang anak sekaligus. Sekarang ketiga anaknya sudah mulai lancar berjalan dan sudah mulai tumbuh gigi. Bahkan mereka kini sudah mulai bisa berbicara, meskipun bahasanya cukup aneh dan tidak bisa dimengerti. Usia ketiga anaknya saat ini sekitar satu tahun sembilan bulan.


Ashel sangat senang sekali melihat perkembangan anak anaknya yang sangat cepat. Bahkan tak jarang ia selalu menjerit kesakitan ketika memberikan asi. Karena tak jarang anak anaknya menggigit put*ngnya.


Kai dan Briella ternyata sangat aktif. Mereka berlarian kesana kemari. Bahkan suster yang menjaga mereka sejak bayi selalu kelelahan. Sedangkan Ling, anak itu memang lebih kalem dari biasanya.


Saat ini, semua keluarga sedang berkumpul. Karena kurang lebih satu minggu lagi ulang tahun anak anaknya tiba. Ashel selalu mengingat kapan ulang tahun anak anaknya ini. Ia tidak sabar ingin merayakannya.


Rencana satu tahun yang lalu dimana Ashel ingin pergi ke Indonesia masih belum terlaksana. Bukan tidak ada biaya namun Kavin tidak memiliki waktu. Pembangunan taman bermain benar benar gencar dilakukan agar bisa cepat selesai. Alhasil, dalam waktu satu tahun ini taman bermain besar yang isinya tidak jauh seperti Disneyland akan segera rampung pembangunannya.


Kavin memang sengaja mempercepat pembangunannya karena ia ingin mempersembahkan hadiah ini untuk anak anaknya. Bahkan kini semua pernah pernik yang ada di taman bermain itu sudah siap dan tinggal beberapa saja yang membutuhkan finishing.


Disana, ada juga area taman safari, maka anak anaknya bisa belajar sekaligus bermain disana. Kavin menyediakan tempat itu untuk umum juga nantinya. Karena pasti setiap weekend taman hiburannya akan didatangi para keluarga yang membawa anak anaknya.


Ling berjalan perlahan dengan diawasi suster. Bayi itu berjalan ke arah maminya. Saat sudah sampai, tangan Ling bergerak ke arah asi maminya. Bayi itu seolah mengkode ingin minum asi.


"Ling pinter deh, mau minum asi mami ya? Yaudah sini," ucap Ashel.


"Ling kamu nyusu mulu deh, main sana sama Bri sama Kai," ucap Kavin.


Ashel memangku anaknya yang paling kalem itu. Ia pun mengeluarkan asinya dan memberikannya pada anaknya itu.


"Ling masih butuh nutrisi buat tumbuh mas. Kamu ini sama anak sendiri kok cemburuan banget," ucap Ashel.


"Ya cemburu lah yang, kan aku cinta sama kamu. Cinta banget malah," ucap Kavin.


"Halah, kalo cinta banget kenapa tiap malem ngajakin ribut di ranjang? Udah tahu aku capek masih aja kamu paksa," ucap Ashel.

__ADS_1


"Dipaksa juga tetep mau kan? Ujung ujungnya kamu sendiri yang ambil alih permainan," ucap Kavin. Ucapan bapak satu ini sangat benar. Ashel memang selalu mendominasi permainan ranjang mereka. Meskipun awal awalnya selalu menolak dan berujung dipaksa.


"Sesekali aku megang kendali lah. Masa iya kamu terus," ucap Ashel.


"Iya deh, iya aja biar cepet," ucap Kavin.


Ashel tidak menjawab ucapan suaminya lagi. Ia lebih baik fokus pada Ling yang sedang menyusu. Beberapa menit berlalu, akhirnya Ling melepaskan asi maminya. Ia beralih pada papinya.


Ling merentangkan tangannya kepada Kavin seolah ingin dipangku papinya. Kavin yang peka pun memangku anak itu.


"Kai, Briell, sini sayang," ucap Ashel. Kedua bayi itu tidak mendengar teriakan maminya dan lebih asik bermain.


"Ya udah mami, papi sama Ling aja yang pergi ya? Dadahh," ucap Ashel. Ia melambaikan tangannya seolah memang benar benar akan pergi.


Kedua bayi yang sejak tadi sedang main pun langsung lari terbirit birit saat maminya melambaikan tangannya. Mereka masih belum berlari dengan lancar, sehingga para susternya selalu berjaga di belakang mereka. Kai dan Briell menubruk tubuh maminya bersamaan. Memeluk tubuh sang mami seolah tidak ingin ditinggalkan.


"Sus, kalian makan dulu aja. Biar nanti bisa jaga mereka lagi," ucap Ashel.


"Nnneeh," ucap Kai menepuk nepuk asi maminya.


"Iya sayang, makanya mami panggil kalian. Udah waktunya kalian minum asi mami," ucap Ashel.


Wanita itu mendudukan Kai dan Briell di sisi kiri dan kanannya dan langsung memberikan asi bersamaan sekaligus. Awalnya memang terasa aneh untuk Ashel, namun lama lama ia terbiasa juga.


"Ling bobo?" Tanya Ashel.


"Belum nyenyak," ucap Kavin. Pria itu menepuk nepuk pantat bayi Ling yang tebal karena popok yang ia pakai.


Kai dan Briella awalnya anteng meminum asi maminya. Namun lama kelamaan mereka saling tabok dengam tangan mereka sendiri. Awalnya Kai yang melakukan itu, namun lama kelamaan Briella juga ikutan saling tabok.


"Hei, kalian gak boleh gitu dong. Kalo saling tabok kayak gini udahan aja minum asinya," ucap Ashel. Kedua tangannya menahan tangan Kai dan Briella.

__ADS_1


Memang dasarnya kedua bayi itu paling aktif dan paling bikin pusing, mereka pun tertawa bersama dan saling melihat. Bahkan mereka berdua menggerakan tangannya agar lepas dari genggaman sang mami. Namun Ashel tetap menahannya sehingga kedua bayi itu tetap diam.


Diluar dugaan, Kai yang giginya sudah tumbuh tiga biji itu mengigit put*ng sang mami cukup keras sampai membuatnya meringis kesakitan.


"Arghh, Kai. Kamu kok gigit puti*g mami," ringis Ashel membuat Kavin menengok ke arah istrinya. Seolah tidak merasa bersalah bayi Kai itu melepaskan asi maminya dan berjalan kembali pada mainannya. Briella pun sama, ia turun dan mengikuti langkah abangnya ke tempat mainan yang diletakan tidak jauh dari depan orang tuanya.


"Mana lihat," ucap Kavin. Ashel menunjukan put*ngnya hang memerah akibat ulah gigi anaknya.


"Astaga. Kai, kamu ini benar benar ya," ucap Kavin. Mau marah pun rasanya percuma. Anak yang belum genap dua tahun itu belum mengerti apa apa.


Ashel meniupi put*ngnya yang terasa panas karena ulah gigi Kai. Tak berselang lama para suster kembali setelah selesai makan. Ashel buru buru memasukan squishynya.


"Suster Lee, tolong tidurkan Ling," ucap Kavin. Ia memberikan bayi Ling pada suster Lee.


"Suster Magi dan Liz, ini waktunya Kai dan Briella tidur. Ajak mereka ke kamar," ucap Kavin.


"Baik tuan."


Setelah suster suster itu membawa bayi bayi mereka. Kini tinggalah Kavin dan Ashel. Kavin meminta istrinya kembali mengeluarkan squishy miliknya. Ashel hanya menurut. Ternyata Kavin meniupi letak gigitannya. Put*ng istrinya masih memerah.


"Sakit banget ya?" Tanya Kavin.


"Lebih sakit kalo kamu yang gigit," ucap Ashel.


Kavin mendelik, "Kan itu beda yang. Gigitan aku biar bikin kamu lebih bernafsu loh."


"Ya sama aja sakit," ucap Ashel. Kavin hanya menggelengkan kepalanya dan kembali meniupi put*ing itu.


Tbc.


Spoiler sequel ceritanya anak Kavin sama Ashel. In shaa allah bulan depan di up. Aku harap kalian mampir ya🥹✊️

__ADS_1



__ADS_2