
Hal yang pertama kali dilakukan Zico sesampainya dirumah adalah. Menghubungi Mamanya melalui panggilan video.
"Tumben sekali." Imbuh sang Mama ketika mengangkat panggilan video itu. Dan melihat Anak dan menantunya dengan kompak berada di balik layar ponselnya.
"Ma, coba tebak kami punya hadiah apa untuk Mama." Tanyanya Dengan semangat.
Tante Ema terdiam sejenak. Dia hanya memperhatikan keduanya yang senyum-senyum dibalik sana.
"Kalian akan memberi Mama cucu!" Tebaknya asal.
"Kok Mama bisa tahu."
Ekspresi Tante Ema langsung berubah. "Jadi beneran?" Dia memastikan.
Anak dan menantunya serempak mengangguk.
Tante Ema terlonjak dari duduknya. Dia benar-benar tidak menyangka tebakannya benar.
"Usianya hampir 8week Ma." Imbuh Azalea selanjutnya.
"Akhirnya, Mama sudah lama sekali menunggu kabar bahagia ini." Tante Ema menghapus butiran yang mengalir dari sudut matanya. "Selamat sayang." Ujar nya.
"Selamat juga untuk Mama." Zico ikut terharu melihat Mamanya, sampai menangis karena bahagia.
"Apa kalian tidak berniat pulang kesini? Mama sangat merindukan kalian."
Zico dan Azalea saling menatap.
"Belum tahu Ma, aku lagi sibuk-sibuknya sekarang."
__ADS_1
"Kamu jangan sering-sering tinggalin Azalea sendiri. Kamu harus siaga jagain dia." Nasihat Tante Ema.
"Siap Ma, lagian kan ini bukan untuk pertama kalinya. Kami kan hampir pernah jadi orang tua juga sebelumnya."
"Maka dari itu, jangan sampai hal seperti itu terulang lagi." Raut wajah Tante Ema langsung berubah. Rasanya sakit mengingat hal itu lagi. "Mama bahkan tidak tahu dimana kuburan nya." Tante Ema terisak. "Mama tidak menyangka Biandra tega sekali membawanya begitu saja, bahkan sampai tidak memberitahukan pada Mama di mana dia semayamkan cucu Mama."
Azalea dan Zico sangat menyesal. Juga merasa sangat bersalah.
"Sudahlah Ma, jangan dipikirkan lagi. Yang lalu biarlah berlalu." Azalea mencoba mengalihkan kesedihan mertuanya itu. "Lea janji akan pulang kesana, walaupun tanpa ditemani Zico." Kalimat itu langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zico.
"No way!" Imbuh Zico dengan raut wajah seriusnya.
"Ya udah, kalau gitu nanti kami hubungi lagi ya Ma."
"Emm iya, jaga kandungan kamu baik-baik ya."
Dia bangkit dari duduknya, tanpa memperdulikan Zico.
"Kau tidak serius dengan ucapanmu itu kan." Zico mengikuti langkah Azalea.
"Apaan sih, kayak anak-anak deh suka ngambekan."
"Aku bukan ngambek Lea, hanya memastikan!"
Azalea menghentikan langkahnya, berbalik lalu memeluk suaminya.
"Apa kau tidak sibuk hari ini?" Tanyanya sambil mendongakkan wajahnya kearah wajah Zico.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Nyonya Zico." Tutur Zico dengan mimik serius.
__ADS_1
Membuat bibir Azalea perlahan tersenyum mendengar kalimat itu.
"Apanya yang lucu?" Pungkas Zico lagi.
"Kamu! Gemesin! Pengen aku gigit."
"Gigit aja! Gak ada yang larang juga!"
Azalea menjinjitkan kakinya. Lalu benar-benar menggigit bibir Zico. Benar-benar menggigitnya, sampai Zico meringis kesakitan.
"Eiittsss... Gak boleh marah." Azalea berusaha menahan tawanya, ketika melihat ekspresi Zico yang kesakitan sambil memegang bibirnya "Siapa suruh nantangin?"
Zico menatap Azalea sambil menyipitkan matanya. Rasanya ingin membalas gigitan itu, dengan lembut. Namun Azalea sudah keburu melepaskan pelukannya dan berlalu pergi. Dia sudah tahu dengan niatan Zico itu.
"Kok malah kabur?" Zico masih berdiri ditempat semula, tatapannya masih mengarah ke arah Azalea yang berlalu menjauh sambil tertawa puas.
Sepertinya dia bahagia sekali setelah mengerjai Zico.
.
.
.
.
.
Next>>>
__ADS_1