
Happy reading♡
Setelah melaksanakan ujian akhir semesternya, kini Ashel sudah bisa bernafas lega sebab semua nilainya memuaskan. Ia tidak perlu lagi ikut remedial untuk perbaikan nilainya. Sekitar tiga hari yang lalu ujian itu dilaksanakan. Ashel pun belajar dengan giat meskipun selalu mendapatkan peringatan dari suaminya akibat asik belajar.
Menginjak kehamilan umur ke lima membuat perut Ashel terlihat membuncit. Namun ia tidak masalah, rasanya sangat senang sekali karena ia bisa menjadi seorang ibu. Bahkan saat di kampus, Rafello dan Ayu ikut protektif padanya. Hampir setiap hari juga Ayu membuatkan makanan kesukaan Ashel yang ada di Bandung. Tentu saja Ashel sangat senang.
Ayu sendiri sangat senang sekali saat mendengae kabar sahabatnya ini tengah hamil. Apalagi Rafello,ia bahkan sudah me-list barang barang yang akan ia berikan pada keponakannya nanti.
Bahkan kedua orang tua Ashel juga kedua kakek neneknya rela terbang jauh jauh dari Indonesia menuju ke Boston untuk melihat langsung cucu mereka. Bahkan mereka tinggal selama dua bulan disini untuk mengetahui perkembangan bayi yang di kandung oleh Ashel.
Apalagi saat USG di bulan ke empat, Ashel dinyatakan mengandung dua anak kembar. Yap, Ashel dan Kavin dikaruniai anak kembar. Semua keluarga langsung bersorak bahagia juga berucap syukur. Bahkan kedua keluarga itu langsung mengadakan pengajian kecil kecilan di mansion Kavin.
Kini sudah satu minggu berlalu, semuanya sudah kembali ke Indonesia. Ashel merasa sedih karena jauh dari Bundanya. Selama bundanya disini, Ashel selalu ingin tidur dengannya dan juga ayahnya. Kavin tentu saja cemberut karena harus tidur sendirian. Tak hanya sekali, bahkan sampai berkali kali Ashel tidur dengan kedua orang tuanya.
Saat ini, Ashel sedang berenang di kolam yang ada di mansionnya. Ia sudah resmi libur semester jadi ia tidak perlu lagi datang ke kampus.
Ia berenang sendirian karena Kavin sedang ada urusan di kantornya. Berenang rutin dilakukan Ashel selama satu minggu tiga kali. Ia juga menjaga pola makannya setelah sempat beberapa bulan yang lalu pola makannya berantakan akibat hormon ibu hamil di trimester pertama.
"Gimana baby's, kalian suka kan mami ajak berenang? Mami sih suka berenang. Udah dari mami kecil malahan mami sering berenang. Dulu waktu di Bandung, mami pernah berenang di sungai dan berakhir dimarahi oma," ucap Ashel. Ia sedang duduk di pinggiran kolam dan mengajak anak anaknya berbicara.
"Mami masih gak nyangka kalo mami punya anak dua sekaligus. Senengnya bukan main, rasanya mami gak sabar nunggu kalian keluar dari perut mami," ucap Ashel. Ia mengelus elus perutnya yang membuncit. Wajar saja ia mengandung dua benih sekaligus.
"Udahan ya berenangnya? Nanti mami kedinginan terus kena omel papi lagi. Papi kalo ngomel serem. Gak banyak omong tapi bibir mami yang jadi sasarannya. Kalian tahu, dulu aja waktu mami awal awal nikah mami harus layanin papi kamu tiap hari. Gak kenal jam, mami harus aja ada di bawah papi kamu. Mau protes tapi nanti dosa. Kan mami gak mau buat dosa," ucap Ashel. Ia terus mengoceh pada kedua anaknya meskipun tidak ada jawaban dari mereka.
__ADS_1
"Nanti kalo kalian udah lahir, kalian harus jadi anak anak yang baik ya? Porotin uang papi sampe habis, jangan ada yang tersisa. Gak sabar deh nanti mami punya temen buat porotin uang papi," ucapnya lagi.
Memang semenjak ia hamil di empat bulan, banyak sekali permintaan random darinya. Ia bahkan pernah menangis karena menginginkan lagi gucci yang pernah ia hancurkan waktu di prank suaminya. Tak tanggung tanggung ia bahkan meminta dua sekaligus.
Kavin sebenarnya tidak masalah dengan nominal yang harus ia keluarkan, hanya saja ia cukup masalah karena ternyata gucci boneka itu di import dari Cina. Dengan uang, semuanya mudah. Hanya dalam beberapa minggu, kedua gucci yang diinginkan oleh Ashel sudah datang ke kediamannya.
Ashel memakai handuk kimono miliknya setelah bangun dari kolam. Ia berjalan perlahan karena banyak air kolam yang tercecer keluar. Takutnya ia jatuh.
"Berhenti disitu dan jangan berjalan lagi." Suara bariton dari arah ruang depan terdengar oleh telinga Ashel. Itu adalah suara suaminya.
Ashel melirik jam yang ada di ponselnya, baru jam satu siang, tapi kenapa Kavin sudah pulang?
"Hati hati yang. Kamu bawa tiga nyawa loh, jangan sampe kamu jatoh. Aku gak rela kamu sama baby's kenapa napa," ucap Kavin.
"Ini juga pelan pelan mas. Gak lari kok," ucap Ashel.
"Aku basah mas. Nanti aja pas udah mandi," ucap Ashel.
"Mas mau sekarang. Kalo nanti ya beda lagi," ucap Kavin. Ashel pun hanya menurut saja. Ia pun memajukan wajahnya.
"Body kamu makin bikin aku geleng geleng aja yang. Makin lama makin hot," ucap Kavin.
"Bilang aja kalo mau minta jatah. Mentang mentang udah gak gituan selama tiga hari," ucap Ashel mendelik. Ia sudah mencium bau bau tak senonoh saat suaminya datang. Sudah pasti suaminya ini akan meminta jatah itu. Karena ia pulang lebih awal.
__ADS_1
Kavin cengengesan mendengar ucapan istrinya ini. Ternyata dia sangat peka sekali. Kavin kan tidak perlu menjelaskannya lagi.
"Boleh ya? Kemarin kan kata dokter kandungan kamu, kita boleh berhubungan asal gak keluar di dalem," ucap Kavin.
"Bisa pending gak? Aku ngantuk soalnya," ucap Ashel.
"Hohoho, tidak bisalah sayang ku. Masalah seperti itu tidak bisa dipending apalagi dicancel. Udah cukup ya aku nahan selama tiga hari," ucap Kavin.
"Dasar mesum. Nih lihat, benih kamu udah jadi juga masih minta jatah," ucap Ashel mendelik.
Kavin tersenyum dan merendahkan tinggi badannya kemudian berjongkok di depan perut istrinya yang sudah menonjol.
"Baby's, kalian kalo lahir nanti harus mirip papi dong. Kalian kan berasal dari papi," ucap Kavin dengan polosnya. Ia bahkan mengecup perut Ashel yang tertutup bathrobe namun Ashel menghindar.
"Kok gitu?! Ya gak bisa lah, mereka harus mirip aku. Aku juga yang cape ya layanin nafsu bejat kamu. Masa iya gak mirip aku," ucap Ashel.
"Yaudah iya. Mirip kita berdua, kan mita berdua yang bikinnya. Selain di kamar sama di dapur, kita bikin baby di mobil juga. Udah paket lengkap tinggal di garasi rumah yang belum," ucap Kavin.
Ashel melayangkan geplakan untuk suaminya yang kelewat pinter ini. Memang waktu itu mereka pernah melakukannya di mobil atas paksaan Kavin. Ashel sebenarnya sudah menolak namun Kavin memaksanya. Ia bahkan mengancamnya jika tidak mau menuruti keinginannya.
Tbc.
Dedek kembar otw dunia. Ramein guys
__ADS_1
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_