My Little Wife

My Little Wife
Bab 307 : Bandung


__ADS_3

Happy reading♡


Pagi pagi buta Ashel sudah rusuh bersama suaminya. Sekitar pukul lima pagi mereka sudah berada di dalam mobil. Bahkan Ayu dan Fello juga sudah diteror Ashel sejak pukul tiga dini hari karena mereka akan berangkat pagi pagi.


Ashel dengan semangat empat lima sudah berada di dalam mobil. Ia menggandeng tangan suaminya dan menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami. Sedangkan di belakang Ashel, Ayu dan Rafello sudah tertidur kembali. Yang menyetir adalah supir.


Sejak tadi Ashel tidak berhenti menyunggingkan senyumnya. Ia sangat bahagia sekali karena bisa berkunjung ke Bandung lagi sebelum ia kembali ke Amerika.


"Inget jatah aku yang," bisik Kavin. Ashel menghela nafasnya dan melirik ke arah suaminya.


"Habis lahiran, kamu yang aku buat kelelahan mas. Siap siap aja, tinggal beberapa bulan lagi baby's lahir," ucap Ashel berbisik.


Senyum miring terbit di wajah Kavin. Ia ingin tertawa mendengar ucapan istrinya. Membuatnya kelelahan? Yang benar adalah ia yang akan membuat istrinya kelelahan sampai istrinya meminta ampun.


Mereka pun kembali fokus ke jalanan. Satu jam berlalu, mereka sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan. Tempat ini sangat indah, di bagian kiri dan kanan ditumbuhi pohon yang tinggi. Suhu disini juga sangat tenang dan membuat nyaman. Bahkan saat memasuki daerah sini, Ashel membuka kaca mobil.


Ciwidey.


Adalah tempat yang sudah di idam idamkan oleh Ashel sejak lama. Meskipun ia sempat tinggal di Bandung, namun ia belum pernah mengunjungi salah satu tempat disini. Makanya itu ia memaksa suaminya agar kesini.


"Kita sudah sampai di penginapan pak, bu," ucap supir.


Kavin mengangguk sekilas dan turun dari dalam mobil bersama istrinya. Sedangkan Fello dan Ayu masih saja tertidur.


Supir tadi sedang mengeluarkan koper koper baju mereka. Rencananya mereka akan bermalam selama tiga hari disini.


"Sayang, kesana yuk," ajak Ashel. Kavin mengangguk dan berjalan bersama istrinya ke depan sana.


Di depan sana, sebuah danau dengan pemandangan yang indah terpampang dengan jelas. Ashel sejak tadi memekik kesenangan melihat ini semua.

__ADS_1



"Tempatnya indah juga ya yang. Adem, bikin betah," ucap Kavin. Ia memejamkan matanya dan menghirup oksigen dari alam yang sedang ia pijaki tanahnya saat ini.


"Iya. Makanya aku ajak kamu kesini, selama ini kamu selalu di dalam ruangan dan sering hirup udara gak sehat. Jadi aku inisiatif bawa kamu kesini. Udaranya masih alami," ucap Ashel.


"Sejuk banget yang. Kayaknya aku pengen bikin villa disini deh. Biar kalo pulang ke Indo, kita langsung kesini," ucap Kavin.


"Ngomongnya enteng banget. Dikira bikin villa gampang apa mas," ucap Ashel mendelik.


"Ngeraguin aku?" Tanya Kavin. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Saat Ashel akan menyela, Kavin mengangkat telunjuknya untuk menahan ucapan yang akan keluar dari mulut manis yang sudah menjadi candu baginya.


"Josh, tolong urus pembelian tanah di daerah Bandung. Tepatnya di daerah Ciwidey," ucap Kavin.


"..."


Ashel melongo mendengar ucapan suaminya yang kelewat santai ini. Membuat villa? Sepertinya suaminya ini benar benar sudah gila. Bahkan ia meminta Jackson langsung untuk membuatnya.


Jackson adalah arsitek terkenal yang sudah membangun banyak bangunan indah di berbagai negara terutama Amerika. Entah bagaimana caranya Kavin bisa berteman akrab dengan Jackson.


"Mas, kamu buang buang uang aja ish," ucap Ashel.


"No sayang. Bukan buang buang uang, tapi investasi. Nanti kalo kita lagi gak di Indonesia, villa ini bisa kota sewakan pada orang lain. Ini cuan, bukan buang uang," ralat Kavin.


Otak duit.


Ashel hanya menggelengkan kepalanya karena otak suaminya yang sangat encer mengenai duit. Apa saja pasti akan berakhir dengan penghasilan. Tidak salah jika Kavin menjadi pria terkaya.

__ADS_1


Kavin merangkul istrinya dan membawanya berjalan jalan mengelilingi danau. Disini juga ada beberapa orang yang sedang berkunjung. Bahkan diatas danau, banyak perahu yang sedang mengapung.


Namun beruntung istrinya tidak mau naik perahu itu. Dia bilang cukup menakutkan jika tiba tiba ada buaya dan menabrak perahu mereka sampai sampai mereka tenggelam dan mati dimakan buaya itu. Kavin hanya mampu tersenyum mendengar ocehan istrinya yang sangat luas sekali imajinasinya ini.


"Udah jam makan pagi cinta, ayo makan dulu," ucap Kavin.


"Sebentar lagi ya? Masih pengen disini. Janji nanti makan yang banyak," ucap Ashel.


"Ya sudah. Apapun buat mami," ucap Kavin.


"Sayang papi banyak banyak," ucap Ashel. Ia memeluk suaminya dan kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Entah mengapa melihat danau luas di depannya bukan malah membuat Ashel takut tapi malah membuat wanita hamil itu betah sekali.


Kavin sangat menikmati waktu liburan berduanya dengan istrinya. Untuk bisa liburan seperti ini, Kavin rela kerja rodi dengan kurang tidur saat masih di Boston. Bahkan semalam juga ia terpaksa mengadakan zoom meeting dadakan yang seharusnya di jadwalkan pagi ini. Beruntung dia pemegang saham tertinggi, jadi ia bisa bebas mengadakan meeting kapan saja.


"Mas, aku seneng banget disini. Baby's juga, kayaknya impian aku terwujud karena kamu deh. Dari semenjak kita nikah, kamu wujudin satu persatu maunya aku," ucap Ashel.


"Itu sudah kewajiban suami untuk menyenangkan istrinya sayang. Letak lancarnya rezeki suami itu ada di kebahagiaan istri. Makanya mas sesering mungkin buat kamu tersenyum seperti ini bahkan mungkin tertawa terbahak bahak sampai perut kamu sakit, karena itu semua sumber rezeki mas. Papa yang bilang kayak gitu, dan ternyata setelah aku membuktikannya, itu memang benar," jelas Kavin.


Memang sejak dulu, baik Kavin atau pun Fello sama sama diajarkan nilai nilai kehidupan sebelum menikah dan setelah menikah oleh kedua orang tuanya. Dan sekarang, Kavin melaksanakan ajaran itu secara langsung pada istrinya.


"Beruntung banget aku punya suami kayak kamu mas. Selain kamu pengertian, penyayang, dan sering nurutin maunya aku apa, kamu juga kaya raya pake banget. Makanya aku suka. Soalnya aku phobia miskin," ucap Ashel. Ia tersenyum sampai menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Cowok emang harus pinter cari uang sayang. Modal burung yang siap sama aku cinta kamu aja gak bisa kasih makan anak orang," ucap Kavin.


"Hahah, iya bener banget. Burung aja udah siap masuk sarang, giliran materi gak bisa ngasih. Makanya banyak pernikahan muda yang berakhir berpisah. Tapi aku beruntung dapet om om ganteng plus tajir kayak kamu."



Tbc.

__ADS_1


Monggo, momen papi sama mami aku hadirkan. RAMEIN HEH, KOK SEPI😔


Author besok ulang tahun loh guys😔


__ADS_2