My Little Wife

My Little Wife
Bab 316 : Tiba Tiba Yudisium


__ADS_3

Happy reading♡


"Ini rencana kamu kan? Kamu udah tahu aku bakalan lulus secepat ini?" Tanya Ashel.


"Ess, santai sayang. Iya aku emang udah tahu karena paman kasih tahu aku duluan. Paman yang jadi dosen besar itu loh," ucap Kavin.


"Pantes aja kemarin aku zoom sama banyak dosen plus ada paman juga. Tahunya itu sidang," ucap Ashel.


"Udah yuk masuk, gaun sama perlengkapan lain buat Yudisium kamu udah beres. Tinggal besok kita berangkat," ucap Kavin.


Ada perasaan senang sekaligus kesal. Senang karena akhirnya ia lulus dengan waktu yang cepat dan kesal karena suaminya menyembunyikan hal sebesar ini.


Ashel pun tidak jadi jalan jalan sekitaran Mansion. Ia masuk kembali ke dalam mansion untuk makan. Akibat syok tadi ia jadi lapar. Sedangkan Kavin menghubungi keluarganya karena besok istrinya akan Yudisium.


Dress yang sudah disiapkan oleh Kavin juga sudah sampai kemarin namun Ashel tidak mengetahuinya.


Suaminya ini memang benar benar minta di jitak!


Satu jam setelah memberitahu keluarganya, tiba tiba rumah Ashel langsung didatangi mereka semua termasuk Fello dan Ayu.


Fello sejak tadi mencak mencak tidak terima karena kakak iparnya sudah lulus duluan sedangkan dirinya masih harus bertahan satu tahun lagi.


Ia bahkan meminta papanya untuk merundingkan hal ini dengan pamannya. Yaitu dosen besar universitas mereka. Namun tentu saja Faraz menolaknya.


"Udah dong Fello, kamu jangan ngada ngada. Riana lulus karena emang kualifikasi dia yang bagus. Kamu jalani aja kehidupan kamu," ucap Sarah.


"Ah mama mah gak seru. Aku juga kan mau lulus cepet," ucap Fello.


Mereka semua pun sepakat untuk menginap disini karena besok mereka akan mengantar Ashel ke kampus untuk acara pentingnya.


Sungguh masih terasa bermimpi. Ashel tidak menyangka jika ia akan lulus secepat ini. Rasanya sulit dijelaskan. Bahagia sudah pasti. Perjuangannya selama beberapa tahun terakhir akhirnya sudah membuahkan hasil.


Kavin sendiri merasa bangga. Meskipun ia sudah menduganya dari awal, melihat bagaimana istrinya mengerjakan soal dengan begitu cepat membuatnya memiliki kesimpulan sendiri. Ternyata memang benar, istrinya ini sangatlah pintar.


***


Pagi hari yang ditunggu telah tiba. Ashel sudah bersiap menggunakan gaun brokat yang di mix dengan tile berwarna senada. Matcha.


Warna matcha sangat kontras sekali dengan warna kulitnya. Perut besarnya juga sedikit tertutupi karena model gaun yang dipakai olehnya. Ia juga make up sendiri dan menata rambutnya sendiri. Ia sama sekali tidak ingin menggunakan jasa make up artist. Toh dia juga bisa make up sendiri.

__ADS_1


Setelah ia siap, ia pun berjalan keluar kamar untuk menemui keluarganya. Hanya Fello yang absen karena ia ada jam pagi bersama dengan Ayu. Sedangkan acara Yudisium digelar jam sembilan pagi.


Ashel dan semua keluarganya berangkat menuju ke kampus.


Saat sudah sampai di gedung aula utama, ternyata disini juga sudah banyak orang yang datang. Ada beberapa orang juga yang sepertinya menemani salah satu anggota mereka yang akan Yudisium juga.


Ashel masuk ke dalam ruangan. Ia sengaja meminta duduk sendiri dan tidak mau ditemani keluarganya. Toh, mereka juga ada di bagian belakang.


Acara Yudisium dimulai tepat saat Ashel sudah masuk ke dalam ruangan. Ia duduk di kursinya. Tak ada yang ia kenali disini karena memang ini adalah angkatan kakak kelasnya.


Semua nama mulai dipanggil satu persatu. Dan mereka pun maju. Kini giliran Ashel yang dipanggil.


"Brianna Sashel Natapraja, putri dari bapak Adinata," ucapnya.


Ashel pun maju dan bersalaman dengan beberapa dosen. Ia dipasangkan syal namanya beserta syal lain yang bertuliskan 'cumclaude'.


"Dia adalah angkatan dibawah kalian yang ikut serta dalam kelulusan. Dia lulus lebih awal dari pada teman teman seangkatannya. Bahkan dia juga memiliki ipk tertinggi," ucap seorang pria paruh baya.


Riuh tepuk tangan pun menggema di aula gedung yang cukup besar itu. Ashel menerima sebuah map tebal berwarna hitam. Setelah selesai ia pun turun dan berjalan kembali ke kursinya.


Acara Yudisium ini tidak berlangsung lama. Setelah selesai Ashel langsung menghampiri keluarganya. Memang iya, Ashel sempat mendapatkan tatapan aneh dari beberapa mahasiswi. Wajar saja karena ia memang sedang mengandung.


"Menantu mama emang the best deh, selamat ya sayang," ucap Sarah. Ia pun memeluk menantu kesayangannya.


"Ayah sama bunda sangat bangga sama kamu nak. Terimakasih sudah menjadi anak yang berbakti pada kami. Bahagia selalu sayang," ucap Adinata. Ashel kini beralih memeluk ayah dan bundanya.


"Ceilah yang udah mau lulus, mana bentar lagi mau lahiran. Dapet gelar double dong lo kak," ucap Fello.


"Selamat ya bestii, im so pround of you" ucap Ayu.


"Thanks. Selamat berpusing pusing ria yang mau Sempro," ucap Ashel.


"Belagu," ucap Fello yang langsung mendapat jitakan hangat dari mamanya.


"Karena istri Kavin sudah dinyatakan lulus dan akan segera wisuda, sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih, Kavin akan membawa kalian ke salah satu restoran untuk makan makan. Kita berangkat sekarang," ucap Kavin.


"Anjai party coy. Gas lah," ucap Fello. Ia menarik Ayu duluan untuk pergi karena mobilnya terparkir di parkiran biasa.


"Ya sudah, ayo kita semua berangkat," ucap Sarah.

__ADS_1


Anna dan Adi pun mengangguk dan berjalan ke mobil mereka sendiri. Mereka semua memasuki mobil masing masing dan melaju menuju ke restoran bintang lima milik Kavin.


"Gak ada kado buat aku?" Tanya Ashel. Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil dan sedang menuju ke tempat tujuan.


"Nanti aja diatas ranjang ya," ucap Kavin.


"Ish, bosen. Hadiahnya itu mulu," gerutu Ashel. Ia pun membalikan tubuhnya dan menatap ke arah jendela.


Kavin tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah kotak bludru berukuran kecil. Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah cincin berlian yang harganya cukup fantastis.


Ia mengambil tangan kanan istrinya dan menyematkan cincin itu di jari manisnya.


"Kamu udah nikah sama aku tapi gak pernah pakai cincin di jari manis tangan kanan ini. Sebagai tanda kamu milik aku, jadi aku pasangin cincin ini. Jangan nolak," ucap Kavin.


Ashel melongo melihat cincin itu. Ini adalah cincin yang ia mau beberapa minggu yang lalu namun belum sempat ia beli karena terlalu memikirkan harganya.


Ashel terlalu sayang uang, berbeda dengan suaminya. Ia akan langsung membelinya tanpa berpikir panjang.



"Mas, ini-,"


"Katanya mau kado. Aku cuma kepikiran cincin ini. Soalnya kamu sempat simpan fotonya di handphone aku," ucap Kavin. Ia pun menarik tubuh istrinya agar mendekat ke arahnya.


"Lain kali, kalo mau sesuatu tinggal beli aja. Masalah uang, gak usah dipikirin. Tiap hari aku cari uang buat kamu, sayang."



Meskipun mesum tingkat dewa, kapin itu so sweet bngttt. Btw aku up fto mereka kg kiss tp ktnya ftonya hrs dk take down jd aku ganti pake yg ini aja🤣🤣👍


Tbc.


mampir ke cerit aku yuuu


Link 👇


https://mangatoon.mobi/id/one-night-with-mr-z?content\_id\=2722312


__ADS_1


__ADS_2