My Little Wife

My Little Wife
Bab 208 : Memiliki Seutuhnya


__ADS_3

...(RESRORT YG MEREKA SEWA)...



Happy reading♡


Ciuman Kavin semakin dalam dan menuntut. Ashel selalu kewalahan jika suaminya ini tiba tiba seperti ini. Meskipun memang sering Kavin seperti itu namun tetap saja Ashel masih belum terbiasa dan selalu kewalahan.


Tangan Kavin tak tinggal diam. Tangannya merembat keatas tubuh Ashel. Itu bagian yang paling menonjol dan Kavin sangat menyukainya.


Ia mulai merem*snya. Membuat Ashel menger*ng dalam ciumannya. Tangan besar Kavin menangkup miliknya.


Ashel melepaskan ciumannya. Bibirnya mulai mengeluarkan desah*n sedangkan Kavin bergerak ke leher jenjang istrinya. Disana Kavin membuat jejak merah keunguan.


Suara desah*n Ashel mengalun indah di telinga Kavin. Membuat miliknya semakin menger*s sejak tadi. Setelah puas bermain di area dada istrinya. Tangan Kavin turun ke bagian bawah, meraba bagian inti dari tubuh istrinya ini.


Ashel sempat tersentak kaget saat Kavin merabanya. Namun buru buru Kavin membungkam kembali bibir istrinya ini.


"M-mas-shh," ucap Ashel. Entah mengapa ia sangat menikmati sentuhan tangan suaminya pada tubuhnya.


Kavin tidak bisa melakukan hal lebih. Ia tahu jika istrinya ini belum siap. Kavin menghormati Ashel, itu sebabnya ia rela menahannya.


"Cukup ya, kira berenang lagi," ucap Kavin tiba tiba membuat Ashel terdiam. Entah mengapa rasanya kecewa sekali saat suaminya ini menghentikan kegiatan panas mereka.


Sedangkan Kavin, ia menatap ke arah istrinya. Jelas Kavin bisa melihat raut kecewa di wajah istrinya. Namun mau bagaimana lagi, ia tidak boleh bergerak jauh. Takutnya istrinya ini akan menyesali perbuatan mereka.


Saat Kavin akan kembali berbicara, Ashel langsung menciumnya lagi. Nafsunya sudah memuncak dan suaminya akan berhenti begitu saja? Yang benar saja.


Kavin tentu saja terkejut dengan ciuman yang dilakukan istrinya ini. Ciumannya begitu panas dan menuntut. Apalagi tangan istrinya mengusap usap bagian dada bidangnya kemudian turun ke bawah.


Miliknya semakin meneg*ng saat tangan mungil istrinya bermain disana. Bukan hanya meraba tapi kini tangan mungil itu mulai merem*snya.


Kavin menger*ng tertahan karena perlakuan itu. Istrinya tidak biasanya melakukan hal ini. Ia bahkan selalu takut dan enggan ketika memegang miliknya.


"Stop say-ang," ucap Kavin tertahan.


Ashel tersenyum licik. Hawa tubuh Kavin menjadi panas. Padahal mereka masih berada di dalam kolam berenang. Ia bahkan kembali dibuat terkejut dengan tingkah istrinya.


Miliknya akan segera keluar dari dalam sarangnya jika Kavin tidak menghentikannya.

__ADS_1


"Cukup yang! Aku tahu kamu belum siap. Jangan terlalu memaksakan hal itu, aku masih bisa menunggu kamu," ucap Kavin.


"Mas, aku-,"


"Udah yang. Kita keluar dari sini terus mandi. Kamu denger kan, diluar tiba tiba ujan. Aku gak mau kamu sakit. Kita mandi sekarang, gantian!" Ucap Kavin. Ia pun menggendong istrinya keluar dari dalam kolam dan memakainya bathrobe saat sudah berada di daratan.


"Kamu atau aku dulu yang mandi?" Tanya Kavin.


"Kamu aja," ucap Ashel. Ia mengeluarkan nada ketus juga tatapan tak suka pada suaminya. Ia berjalan meninggalkan Kavin menuju ke meja tadi yang banyak makanan.


Disana ia membuka botol kaleng soda dan meminumnya sampai habis. Entah mengapa ia sangat marah saat ini.


Sedangkan Kavin hanya bisa membiarkan istrinya ini minum soda. Ia tidak bisa melarangnya karena melihat raut tidak ramah dari wajah sang istri.


Ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


***


Setelah melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi. Muncul ide jahil di otak cantiknya. Ia pun buru buru menyusul suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


Di kamar mandi ini tersedia dua shower dan satu bathup. Suaminya memang tidak pernah mengunci pintu kamar mandi, jadi Ashel bisa masuk dengan mudah.


Ia melihat tubuh suaminya yang tidak terbalut apapun. Senyum devil tercetak diwajahnya.


"Derita punya suami gak peka ya gini. Untung ganteng."


Ia pun melepas bathrobe dan bik*ni yang ia pakai. Ashel cukup kesusahan melepas bik*ninya karena terlalu ketat di tubuhnya.


Namun ia berhasil dan segera berjalan ke arah shower yang berada di sebelah suaminya.


Ia menyalakan air shower dan mulai membersihkan tubuhnya. Kavin langsung membuka matanya saat mendengar bunyi air shower lain yang menyala.


Matanya membulat melihat tingkah istrinya. Niatnya mengguyur tubuhnya dibawah air shower ini untuk mendinginkan pikirannya dari pikiran kotor, namun istrinya malah memancingnya lagi.


Kavin menahan nafasnya melihat kemolekan tubuh istrinya yang terpampang nyata di depannya. Ia bahkan meneguk ludahnya kasar.


Ashel sudah menyadarinya jika suaminya ini sedang melihat ke arahnya. Ia sengaja mengusap usap tubuhnya untuk memancing suaminya.


Dan, berhasil.

__ADS_1


Kavin mendekat ke arahnya dan memojokan tubuhnya ke arah dinding kamar mandi.


"Kenapa kamu jadi kayak gini yang? Kamu tahu gak ini nyiksa aku banget," ucap Kavin lirih. Tubuh keduanya terguyur air shower.


Bahkan tubuh Kavin kembali berbusa karena karena menempel dengan tubuh istrinya ini.


"Kenapa? Gerah ya?" Tanya Ashel. Ia menahan senyumnya melihat raut wajah suaminya yang memerah. Entah malu atau marah Ashel tidak tahu.


"Jangan kayak gini. Jangan siksa aku kayak gini yang, mending kamu pukul aku aja. Aku gak kuat kalo kamu siksa kayak gini," ucapnya.


"Kamu laki laki mas. Masa gini aja lemah," ucap Ashel.


"Justru karena aku laki laki. Aku punya nafsu dan kamu tahu aku mengidap sindrom hyper s*x. Dengan kamu kayak gini sama aja kamu bunuh aku secara perlahan," ucap Kavin.


"Kamu tahu sakitnya aku ngeliat kamu makan obat obatan sebanyak itu agar penyakit kamu gak kambuh. Sakit mas, sakit banget. Ngebayanginnya aja udah bikin aku sakit hati. Aku istri kamu dan seharusnya kita melakan hal itu sejak awal. Maafin aku mas, dan sekarang aku udah siap. Jangan menolaknya lagi," ucap Ashel.


Sebelum suaminya kembali berbicara, Ashel lebih dulu membungkamnya.


Ashel sudah siap memberikan hak Kavin malam ini. Apapun resikonya, yang penting ia sudah memenuhi kewajibannya sebagai istri.


Kavin memangku tubuh Ashel di depan tubuhnya. Ia berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamar mereka.


Perlahan Kavin mulai menidurkan Ashel di tempat tidur. Tubuh mereka berdua sama sama polos dan basah karena air.


"Terimakasih. Aku akan melakulannya perlahan," ucap Kavin. Ashel mengangguk mantap mendengar ucapan suaminya.


Kavin mulai bergerak di bawah sana. Ia sudah siap menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya.


Namun sebelum itu, Kavin lebih dulu mencium kembali bibir istrinya agar perhatiannya teralih.


Ashel merasakan benda asing masuk ke dalam miliknya. Rasanya aneh dan sangat sakit. Tangannya mencakar tubuh suaminya untuk menyalurkan rasa sakitnya.


"Its okay, youre mine now and forever Ny. Natapraja."



Kejadian juga kan mereka kayak gini😭🤳


Harap bijak dalam membaca. Ini hanya haluan aja, kalo gak dapet fellnya ya maap ya gess. Akutu masi polos😌🤙

__ADS_1


Kalo ada typ maap yyy.


Tbc.


__ADS_2