
RAMEIN VOTE KOMEN DULU YA GUYS. BIAR AKU SEMANGAT GITUUU.
.
.
.
Happy reading♡
Ashel dan Ayu saling pandang saat mendengar ucapan pria itu. Mereka terus diam dan tidak bergerak sampai orang orang itu tidak terdengar lagi.
Ashel dan Ayu buru buru ikut keluar dari dalam rumah. Mereka menuju ke mobil.
"Cepet cok, nanti ketinggalan," ucap Ayu.
Ashel pun melajukan mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi pria tadi. Ashel melajukan mobilnya cukup jauh dari mobil di depannya. Sengaja takutnya mereka menyadarinya.
Mobil yang mereka ikuti terus melaju jauh. Entah akan kemana mereka pergi. Ashel sangat penasaran sekali. Liam memang benar benar masih hidup, hanya saja ia belum menampakan dirinya lagi.
"Kok mereka masuk ke arah puncak," ucap Ayu.
"Coba lo cek, villa yang ada di daerah puncak ada dimana aja? Gue yakin salah satunya milik Liam," titah Ashel. Ayu pun mengangguk dan membuka ponselnya.
Ashel berusaha fokus dalam berkendara. Jalan menuju puncak cukup berkelok kelok. Ia harus hati hati dan jangan sampai ketinggalan mobil di depannya.
Sejauh ini, mobil di depannya belum mengetahui jika mereka diikuti dari belakang. Ashel cukup bersyukur, semoga saja ia bertemu dengan Liam.
Keinginan Ashel bertemu dengan Liam tak lain dan tak bukan hanya ingin memastikan anak itu masih hidup dan ia bisa membuktikan pada Dona jika Liam tidak mati.
Meskipun saat ini ia tidak tahu keberadaan Dona. Tapi yang utama saat ini adalah menemukan Liam terlebih dahulu.
"Ini villa yang sering di sewa Shel kebanyakannya. Apa lo yakin salah satu villa disana milik Liam? Kan kita tahu kalo Liam sengaja gak ngekspos dirinya," ucap Ayu.
"Villa milik Liam emang udah pasti gak mungkin ada di deretan villa yang ada di handphone lo. Lihat, kita masuk ke area yang sepi," ucap Ashel menunjuk ke arah depan menggunakan dagunya.
"Lah, iya juga. Lo serius mau ngikutin mereka?" Tanya Ayu.
"Udah setengah jalan. Nanggung. Lagian gue udah kepo banget sama ini semua," ucap Ashel. Matanya tetap fokus pada mobil yang ada di depannya.
"Ya gue juga kepo Shel. Tapi perasaan gue gak enak beneran," ucap Ayu.
Ashel menghentikan mobilnya. Ia kehilangan jejak mobil di depannya. Sial!
__ADS_1
"Kita kehilangan jejak. Kayaknya mobil tadi tahu kalo ada yang ikutin mereka," ucap Ashel.
"Yah, gimana dong?"
Ashel tidak menjawab pertanyaan Ayu. Ia terus melajukan mobilnya. Sebenarnya ia tidak tahu akan kemana. Tapi yang pasti, ia hanya penasaran saja dengan lokasi ini.
Lokasi ini berada cukup jauh dari jalan raya yang sering dilewati banyak orang. Jalannya memang bagus, hanya saja sepi sekali.
Sementara itu di lain tempat, pria tadi sudah sampai di tempat dimana ada bos mereka.
"Maaf bos, kami sedikit terlambat. Tadi ada mobil yang mengikuti kami jadi kami terpaksa putar arah ke jalan yang cukup jauh," ucapnya.
"Siapa yang berani mengikuti kalian sampai kesini? Berani sekali mereka memasuki kawasan ku," ucapnya.
"Saya tidak tahu pasti. Tapi menurut saya yang mengikuti kita itu perempuan bos. Saya sempat melihatnya," ucapnya lagi.
"Perempuan?"
"Benar bos."
Bos mereka mengeluarkan sebuah foto. Disana ada foto Ashel.
"Dia wanitanya?"
"Benar bos, dia wanitanya. Dan satu wanitanya lagi sepertinya itu teman dekatnya."
"Maaf bos. Ada sebuah mobil masuk ke gerbang perbatasan milik kita," ucap seorang bawahannya. Ia memberikan sebuah tab yang memperlihatkan tayangan cctv dimana disana memang ada sebuah mobil yang masuk.
Pria itu tersenyum devil. Wanita yang ia tunggu dan sangat ingin dia temui datang sendiri padanya.
"Biarkan mereka masuk. Perintahkan semua orang untuk bersembunyi. Jangan sampai ada yang menampakan dirinya. Buat seolah villa ini tidak berpenghuni," ucapnya. Para bawahannya mengangguk patuh.
Pria itu tersenyum penuh arti. Ia tidak menyangka jika wanita yang ia cintai sejak dulu akan datang sendiri ke tempatnya.
"Gue bakalan nyambut lo, calon nyonya Brianna Anggana," gumam pria itu.
Ya, pria itu ada Liam. Liam Anggana.
****
Ayu berhenti mendumel saat ia melihat sebuah villa di depannya.
"Diem kan lo? Berisik banget, padahal tinggal percaya sama gue aja," ucap Ashel.
__ADS_1
"Iya sih felling lo emang gak usah diragukan lagi. Tapi masalahnya jauh banget Shel. Dari jalan tadi tuh sampe kesini kita habis satu jam," ucap Ayu.
"Namanya juga villa. Terserah mereka mau buat dimana aja kan," ucap Ashel. Ia melepas seatbelt miliknya.
"Ya bukan gitu juga, tapi kok bisa sih ada villa di tengah hutan kayak gini?"
"Ini bukan tengah hutan Yu. Kalo tengah hutan, jalannya pasti rusak. Sedangkan ini kan jalannya mulus, emang mungkin letak villa ini aja yang jauh dari pemukiman," ucap Ashel.
"Kita keluar nih? Yakin? Lo gak serem gitu kalo tiba tiba ada yang muncul, syukur kalo orang. Kalo binatang buas gimana? Habis di hap nanti kita," ucap Ayu.
"Manusia juga gak syukur Yu. Kita kan gak tahu manusianya itu baik apa enggak. Kalo mereka jahat, ya kita juga bisa habis," ucap Ashel. Ia pun keluar dari dalam mobilnya.
"WOI, WOI, WOI, SANTAI EGE!" teriak Ayu. Ia pun terpaksa keluar mengikuti sahabatnya.
Meskipun sebenarnya Ayu sangat takut. Tempat ini sangat sunyi dan tidak ada orang satu pun. Namun bangunan villa di depannya ini sepertinya ada tanda tanda aktifitas. Hanya saja ia belum melihat manusia.
"Lo mau masuk kesana? Yakin?" Tanya Ayu. Saat ini mereka berdua tengah berdiri di depan mobil Ashel.
Tadi, Ashel tidak mendengarkan ucapan Ayu untuk putar balik. Ashel malah terus melajukan mobilnya dan tidak menggubris permintaan Ayu.
Fellingnya terus mengatakan jika ada sesuatu di tempat ini. Dan benar saja, setelah cukup jauh berjalan akhirnya ia menemukan sesuatu.
Villa.
Ashel terus memperhatikan villa di depannya. Villa ini seperti berpenghuni namun sangat sunyi. Mungkin karena disini hanya ada villa ini saja.
"Kalo kita gak masuk, kita gak tahu apapun kan?" Tanya Ashel.
"Ya emang. Kita juga udah jauh jauh kesini, tapi kan gimana ya? Perasaan gue gak enak dari tadi Shel, beneran," ucap Ayu.
"Gue juga sama Yu, tapi gue lebih penasaran sama bangunan ini. Mungkin ini villa yang dimaksud pria tadi kan? Siapa tahu kita ketemu Liam disini," ucap Ashel. Ia pun berjalan menuju ke pintu kayu berwarna coklat. Ayu tentu saja mengikutinya.
"Please Shel, gue kok takut ya? Kita balik aja yuk. Hawanya gak bersahabat banget," ucap Ayu.
Ashel tidak mendengarkan ucapan sahabatnya itu. Ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu itu, namun tiba tiba ada sebuah tangan yang menahannya.
"Berani ya sekarang."
...ASHEL CANTIK BANGET WOI. PANTAS LIAM NGEBET🤙🤳...
Tbc.
__ADS_1
Siapa itu🥱
Kalo typ maap ya.