
Aku bakalan crazy up. Ramein.
Vote komen dulu sebelum baca.
.
.
.
Happy reading♡
Ayu masih bersama Rafello. Beruntunglah nasibnya karena Rafello ada bersamanya tadi. Jika tidak mungkin Dimas akan melakukan hal hal diluar batas.
Selama ini Ayu mengenal Dimas sebagai pria yang good boy, smart, dan baik. Tapi ternyata itu hanya topengnya saja. Setelah Ayu mengenalnya ternyata Dimas semengerikan itu.
Bahkan sampai saat ini kata kata jahan*m yang keluar dari mulut Dimas masih terngiang ngiang di telinganya. Seumur hidupnya tidak pernah ada yang berani berkata kasar padanya. Bahkan orang tuanya pun tidak pernah melakukan hal itu dan Dimas dengan lancang melakukan hal itu.
Mungkin ini cara tuhan untuknya agar bisa melupakan Dimas. Tuhan sudah memberikan gambaran tentang sifat Dimas yang sesungguhnya. Beruntung saat ini Ayu tidak berpacaran dengannya. Jika itu terjadi pasti dia akan terbelenggu oleh hubungan itu.
"Lo masih mau di mobil? Gue sih mau masuk, mau makan," ucap Rafello.
Ayu terkesiap. Ia melamun terlalu lama sehingga ia tidak sadar Rafello sudah membawanya.
"Ini dimana?" Tanya Ayu.
"My home. Masuk yu Ay," ajak Rafello.
"Sekali lagi lo manggil gue Ay, gue pites pala lo," ucap Ayu garang.
"Aww, suka deh sama yang galak," ucap Rafello seperti ketakuan.
Ayu memutar bola matanya. Ia heran sekali dengan mahluk yang ada di depannya ini. Kenapa juga ia harus bertemu dengan spesies seperti ini.
"Keluar lo. Betah banget duduk di si Popi," ucap Rafello.
"Hah? Popi? Siapa?" Tanya Ayu.
"Mobil gue. Namanya Popi, soalnya warnanya hitam," jelas Rafello.
"Fiks sih lo emang gila kayaknya. Mobil warna item aja namanya jadi Popi. Gak keren amat kayak yang punya," ucap Ayu. Ia pun keluar dari dalam mobil Rafello.
__ADS_1
"Ya bodo. Gue suka nama Popi, nanti kalo kita punya anak namanya Popi ya Ay," ucap Rafello.
Plakkk
Dengan mulus telapak tangan Ayu menggeplak bahu Rafello. Rafello mendesis kesakitan karena geplakan tangan Ayu di bahunya cukup keras.
"E-eh, kekencengan ya? Maaf ya hehe," ucap Ayu cengengesan.
"Diem lo ah. Kasar mulu heran," ucap Rafello. Ia pun mengajak Ayu masuk ke dalam rumahnya.
Rumah ini sangat besar. Bahkan rumah Ayu tidak adc apa apanya dengan rumah ini. Dengan ragu, Ayu ikut masuk ke dalam rumah bersama Rafello.
Saat masuk, mereka disambut oleh wanita wanita yang memakai pakaian hitam putih seperti pelayan.
"Selamat datang tuan muda, anda sudah ditunggu keluarga di meja makan," ucapnya.
"Oke," ucap Rafello.
Ia pun menarik tangan Ayu dan masuk lebih dalam. Saat mereka berbelok, Ayu dapat melihat jika semua keluarga Rafello sudah duduk dan mulai makan.
Ayu tiba tiba menghentikan langkahnya. Ia ragu untuk menampakan dirinya di depan keluarga Rafello.
Di ibaratkan dirinya hanya remahan rengginang sedangkan Rafello dan keluarganya seperti toples yang menjadi wajah rengginang itu. Dia tidak ada apa apanya dengan mereka semua.
"Jalan gak? Kalo enggak gue gendong lo kesana," ancam Rafello.
"Lo emang as*u," umpat Ayu.
"Gak boleh ngumpat Ay. Mulut lo gak pantes, pantesnya gue cip*k," ucap Rafello.
Ayu sangat ingin menggeplak kepala Rafello saat ini. Namun ia menahannya karena ini adalah daerah kekuasaan Rafello. Bisa bisa ia dicincang habis jika ketahuan melakukan kekerasan pada cucu keturunan diningrat ini.
"Malam semuanya. Fello ganteng baru datang. Minal aidzin karena telat datang, hehe," ucapnya. Ia pun menarik Ayu karena sejak tadi Ayu terus berjalan dibelakangnya.
"Loh, mbakyu?" Tanya Ashel. Ayu tersenyum kikuk saat ketahuan bersama dengan Rafello oleh sahabatnya ini.
"Iya kakak ipar, dia sahabat lo. Gue sengaja bawa dia kesini soalnya tadi dia mau di lecehin sama temen lo berdua," ucap Rafello. Ayu sempat mencubit Rafello agar tidak memberitahu hal tadi pada siapapun termasuk Ashel.
"Temen? Siapa?" Tanya Ashel.
"Sapa Ay yang tadi namanya? Di, apa ya? Oh iya Dimas," ucap Rafello.
__ADS_1
"What? Dimas? Adimas maksudnya?" Tanya Ashel beruntun.
"Yang duduk, kamu lagi makan. Fello duduk sama temennya juga. Kita makan dulu baru nanti dibahas," ucap Kavin.
"Maaf," ucap Ashel.
"Gak papa, tapi aku harus kasih kamu hukuman biar kamu disiplin," ucap Kavin. Ashel mendesah berat. Hukuman yang dimaksud Kavin berbeda dengan hukuman kebanyakan orang.
Sedangkan Praja dan Faraz mengulum senyumnya. Sifat dan sikap Kavin tidak jauh berbeda dengan mereka berdua.
Semua orang pun melanjutkan makan mereka begitu juga dengan Rafello dan Ayu yang baru ikut bergabung. Sarah dengan telaten menawari Ayu berbagai menu makanan.
***
"OMG JADI DIA BERUBAH KAYAK MAMANG MAMANG MESUM GITU? GAK HABIS THINKING GUE," ucap Ashel heboh saat dia mendengar penjelasan Ayu tadi. Setelah selesai makan, Ashel langsung mengajak Ayu untuk berbicara. Awalnya hanya dia dan Ayu saja yang ingin membahas ini, namun Kavin dan Rafello memaksa untuk ikut bergabung.
"Ya gitu Shel. Gue takut dia nekat, apa menurut lo gue gak kuliah di Bandung dan mending pindah aja? Soalnya tadi gue udah bilang sama Dimas kalo gue gak jadi sekolah di kampus yang sama kayak dia," jelas Ayu.
"Lo mending nyari yang lain aja Yu. Yang jelas jangan sampe Dimas tahu, dia udah bukan Dimas yang gue kenal dulu. Heran banget kok dia bisa berubah secepet itu ya," ucap Ashel.
"Gue gak tahu juga. Didi pernah peringatin gue soal Dimas. Katanya dia sama Ajeng pernah liat Dimas di hotel sama pacarnya itu," ucap Ayu.
"Udah Yu, gak sanggup gue dengernya. Selama gue kenal dia, dia itu good boy banget. Tapi ternyata kayak gini," ucap Ashel.
"Ya, beruntung gue sama dia belum jadian," ucap Ayu.
"Hah? Bukannya lo bilang udah pacaran waktu itu sama gue? Kok jadi gini? Maksudnya gimana?" Tanya Ashel heran.
"Jadi gue sama Dimas emang belum pacaran, tapi dia ngeklaim kalo kita udah pacaran. Ya lo pikir aja lah Shel, gak ada pernyataan apapun tapi udah ngklaim. Terus gak lama dari itu dia nembak adek kelas kita di depan gue kan ee," ucap Ayu kesal.
"Ya allah, kasian banget nasib mu. Sebelum kenal Dimas udah jadi sadgirl dan setelah kenal Dimas makin sad sad. Sabar ya mbak," ucap Ashel. Ia memeluk Ayu.
Pikirannya masih tidak habis pikir dengan cerita yang ia dengar ini.
"Mas, aku bobo sama Ayu ya? Boleh ya?" Tanya Ashel tiba tiba.
"Gak bisa!"
Tbc.
Kl typ maap yyy.
__ADS_1
Ayu sama pelo pantes gak?