
Happy reading♡
Nadine menghabiskan semua makanannya tanpa sisa. Ia bahkan meminum air yang sudah disediakan dan meminumnya sampai habis.
Nadine mengelus perutnya yang sudah kenyang. Rasa makanan kesukaannya itu sangat nikmat sekali, seperti biasanya.
Namun tak berselang lama, ia merasa badannya kepanasan. Tubuhnya tiba tiba mengeluarkan keringat.
"Kenapa ini? Apa Ardian simpan racun di makanan itu?" Tanya Nadine.
Ia memegang lehernya yang tiba tiba panas. Tak hanya leher, seluruh tubuhnya tiba tiba panas entah kenapa.
Seorang membuka pintu ruangan Nadine. Ia berjalan mendekat ke arah Nadine dan menarik tangan Nadine untuk ikut dengannya.
Entah kenapa Nadine tiba tiba mendes*h saat pria itu memegang tangannya.
"Sialan! Dia masukin obat perangs*ng?" Gumam Nadine.
Nadine dibawa ke ruangan yang lebih besar dibandingkan dengan ruangan sebelumnya. Disana banyak sekali laki laki dan juga Ardian yang sedang duduk sembari menyesap rokok miliknya.
Kedua tangan Nadine diikat ke belakang tubuhnya. Nadine hanya diam saja dan tidak melawan seperti biasanya sebab ia sedang menahan rasa panas di tubuhnya.
Tiba tiba ia meracau dan meminta air dingin untuk ia minum. Rasanya sangat sakit sekali.
"Gimana? Lo ngerasain apa yang dirasain Kavin waktu itu? Bersyukur Nadine sebab gue kasih dosis obat perangs*ng itu cukup tinggi di tubuh lo," ucap Ardian.
"LO EMANG ANJIN* AR. GUE KIRA LO BAIK TAHUNYA LO SAMA JAHATNYA KAYAK WANITA PEREBUT ITU," ucap Nadine emosi.
"Ralat. Yang jadi perebut itu lo bukan adek gue. Kenapa? Soalnya lo gak punya hubungan apa apa sama Kavin waktu itu. Bahkan Kavin gak pernah nganggap lo ada. Lo nya aja yang kepedean dan kecentilan karena sering ikut ikut Kavin kemana mana. Lo cewek harusnya punya harga diri," ucap Ardian membuat hati Nadine mencelos.
Ucapan Ardian mampu membuat Nadine terdiam. Memabg faktanya Nadine dan Kavin tidak pernah memiliki hubungan apapun namun Nadine sering berkata jika Ashel merebut Kavin darinya.
Ardian memberi kode pada satu bodyguard untuk segera melakukan perintahnya.
Bodyguard itu mengangguk dan berjalan mendekat ke arah Nadine. Ia memutar tubuh Nadine sehingga memunggunginya.
"MAU APA LO ANJIN*," umpat Nadine saat tubuhnya dipaksa menungging.
"Jangan so suci. Lo kan udah sering tidur sama cowok lain. Lo pikir gue gak tahu? Bahkan lo sering tidur sama dosen di kampus waktu lo kuliah cuma buat nilau yang bagus," ucap Ardian tersenyum licik.
__ADS_1
Bodyguard itu pun merobek ****** ***** Nadine. Terlalu mudah sebab Nadine memakai dress kemarin yang ia gunakan untuk menggoda Kavin.
Bodyguard itu pun membuka resleting celananya dan mengarahkan miliknya masuk ke dalam milik Nadine.
Nadine memekik terkejut karena tiba tiba ia dimasuki tanpa melakulan foreplay.
Ardian menatap Nadine yang tengah dipacu oleh bodyguardnya. Ardian bisa tenang saja karena bodyguard yang ia pekerjakan tidak memiliki istri ataupun hubungan lainnya dengan wanita lain. Sebelum masuk ke pekerjaannya, para bodyguard itu sudah disumpah oleh Ardian.
Ardian tersenyum remeh saat mendenga Nadine mendes*h.
"Cewek murah*n tetep aja murah*n," ucap Ardian. Ia pun pergi dari ruangan itu meninggalkan Nadine dan lima bodyguard.
***
Ashel mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya setelah menenggak habis wine yang ada di gelas tadi. Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.
Refleks tangan Kavin memegang pinggang istrinya saat bibir mereka menyatu.
Mata keduanya saling beradu pandang dalam jarak yang cukup dekat. Kavin membuka sedikit bibirnya begitu juga istrinya. Wine mengalir sedikit demi sedikit dari bibir istrinya masuk ke dalam mulut suaminya.
Jakun di leher Kavin bergerak sebab ia sedang menelan wine yang keluar dari dalam mulut istrinya.
Ashel menarik kepalanya saat wine di mulutnya habis.
"Kenapa jijik? Kamu istri aku," ucap Kavin.
Ia kembali menarik kepala istrinya agar bibir mereka menyatu. Perlahan Kavin menidurkan istrinya. Permainan bibir keduanya pun berubah menjadi memanas. Tangan Kavin tentu tak diam saja. Tangannya sudah bergerayai di tubuh istrinya.
Ashel tiba tiba melepas ciuman mereka membuat kegiatan Kavin terhenti.
"Kenapa?" Tanya Kavin.
"Masih sakit mas. Jangan dulu ya?" Pinta Ashel.
Kavin tersenyum dan mengecup kening istrinya.
"Iya enggak kok yang. Tangan mas cuma pengen pegang pegang aja, mas gak mungkin maksa kamu," ucap Kavin.
"Maaf," ucap Ashel. Matanya sudah berkaca kaca.
__ADS_1
"Eeh, kok nangis? Gak papa sayang. Mas ngerti, jangan nangis oke? Kita bisa lakukan hal itu nanti setelah milik kamu gak sakit," ucap Kavin berusaha menenangkan istrinya.
"Kamu gak bakal jajan diluar kan? Aku gak mau ya kalo nanti ada wanita jal*ng datang ke hadapan aku ngaku hamil anak kamu," ucap Ashel sesenggukan karena menangis.
Otak Kavin sedikit ngebug mendengar kata 'jajan' dari mulut istrinya. Namun setelah mendengar wanita jal*ng bibirnya melengkung tersenyum.
"Ssstttt, enggak yang aku gak mungkin jajan. Kan aku udah punya kamu masa iya jajan sembarangan diluar. Lagian punya kamu lebih enak dibandingkan dengan yang lain meskipun aku belum pernah nyoba," ucap Kavin.
"JADI KAMU MAU NYOBA GITU? IYA?!" tanya Ashel marah.
"Eh, enggak sayang enggak. Ssttt, jangan nangis lagi dong," ucap Kavin. Ia kembali memeluk istrinya dan berusaha menenangkannya.
"Untung istri," gumam Kavin.
***
Nafas Nadine terengah engah. Sudah tiga pria yang menggarap dirinya. Nadine sudah terkulai lemas namun ia dipaksa terus melayani mereka.
Di bawah sana, milik Nadine terus dimasuki oleh milik pria pria ini. Bahkan mulutnya harus terbuka karena satu pria memasukan miliknya ke dalam mulutnya.
Nadine memang sudah tidgk virgin. Waktu itu ia dipaksa oleh pacar pertamanya melakukan itu dan Nadine hanya mengangguk saja untuk mengiyakannya.
Namun tak berselang lama setelah itu, pacar Nadine minta putus dan membuat Nadine kacau sampai ia sering ke klub.
Ia bahkan sering melakukan hubungan badan dengan pria yang tidak ia kenal di klub itu sebagai pelampiasan.
Dan ucapan Ardian tadi itu ada benarnya. Ia rela mengangk*ng hanya demi sebuah nilai pada dosennya.
Jika dipikir pikir, hidup Nadine sangat berantakan. Kurangnya kasih sayang kedua orang tua. Ibunya sudah meninggal sejak lama dan ayahnya yang sibuk bekerja.
Saat itu, Nadine bertemu Kavin. Ia langsung menaruh hati pada pandangan pertamanya.
Sejak saat itu, ia merubah hidupnya yang sering ke klub dan sering berhubungan badan dengan pria lain menjadi ia hindari karena ingin bersama Kavin.
Namun sayangnya, Kavin malah menikah dengan wanita lain.
sesuka itu liat couple ini weee😭😭🤙
__ADS_1
Tbc.
Ramein. Kalo ada typ maapin