
SALTOOO🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Bella berjalan menyusuri kantor milik Kavin. Karyawan karyawan yang melihatnya merasa aneh, kenapa ada wanita seperti itu masuk ke kantor mereka. Dan kenapa para security yang berjaga di luar membiarkan dia masuk?
Bella sudah tahu letak ruangan Kavin. Untuk ia langsung berjalan kesana. Namun saat di dekat ruangan Kavin, tiba tiba Alin menghentikannya. Alin adalah sektrtaris Kavin.
"Maaf, anda tidak boleh masuk," ucap Alin.
"Lo gak berhak halangin gue," ucap Bella.
"Saya berhak karena saya bekerja pada tuan Kavin. Maka dari itu saya berhak melarang anda masuk sebab tuan Kavin sedang sibuk," ucap Alin.
"Peduli setan," ucap Bella. Ia pun mendorong Alin agar menjauh darinya. Dorongan Bella terlalu kuat sampai sampai Alin terhuyung ke depan. Beruntung bersamaan dengan itu, Josh tiba dan menahan tubuh Alin agar tidak jatuh.
"Tuan Josh, maaf. Tapi dia," ucap Alin. Josh pun melepaskan tubuh Alin.
"Biarkan saja. Kau lanjutkan saja pekerjaan mu," ucap Josh.
Alin pun mengangguk patuh dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Bella sudah berdiri di ambang pintu. Namun ia mematung melihat apa yang ada di dalam ruangan Kavin.
Sedangkan Ashel yang tadinya ingin menghentikan kegiatannya dengan suaminya menjadi enggan. Sebab wanita itu datang.
Kavin terhayut dalam kegiatannya. Ia bahkan tidak menyadari jika pintu ruangannya sudah terbuka.
"BAJING*N. LEPASIN COWOK GUE WANITA SIAL*N," umpat Bella. Ia berjalan penuh emosi ke dekat Ashel dan Kavin.
Dengan paksa Bella menarik tubuh Kavin agar terlepas dari tubuh wanita itu.
"Lo gak tahu malu ya? Ciuman kayak gitu di kantor ini. Dan parahnya lagi cowok yang lo cium itu cowok gue," ucap Bella dengan nada cukup tinggi.
Sedangkan Ashel memandang Bella dengan tatapan meremehkan. Kavin sendiri terdiam melihat perdebatan dua wanita di depannya ini.
"Gak salah lo ngomong kayak gitu sama gue? Lo cuma selingkuhan dia, sedangkan gue istri sahnya. Apa pelakor emang gak punya malu? Atau urat malunya udah putus sampe sampe jadi pelakor?" Tanya Ashel.
__ADS_1
Ia pun menarik tubuh Kavin agar mendekat ke arahnya. Ia mengalungkan tangannya pada bahu Kavin dan kakinya mengunci tubuh Kavin agar mendekat ke arahnya.
"Mas, kamu udah janji hari ini mau ketemu aku. Besok kan acara pernikahan kita. Kamu kenapa sih?!" Tanya Bella.
"Kan udah dibilang urus aja."
"Tapi aku mau kamu juga urus pernikahan kita mas. Kamu ngerti gak sih? Inget anak ini mas," ucap Bella mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
Apa sudah sebesar itu? Berarti perselingkuhan Kavin dan Bella sudah lama.
"Gak malu ya nikah udah bunting kayak gitu?" Tanya Ashel.
"Kenapa harus malu? Toh ini anak mas Kavin, sedangkan lo apa? Nikah udah lama tapi belum hamil juga. Beruntung gue sekarang udah jalan enam bulan," ucapnya.
Bajing*n!
Berarti sudah selama itu Ashel diduakan oleh Kavin. Pantas saja perut wanita ini sudah cukup besar. Namun ia belum melepaskan suaminya. Saat ini ia masih memeluk leher suaminya dan juga sebelah tangan Kavin yang merangkul pinggangnya.
Sebenarnya Ashel jijik dengan suaminya. Namun jika ia melepaskannya saat ini, sudah pasti Bella akan merasa menang.
"Beruntung? Apa hamil diluar nikah bisa disebut beruntung? Emang bener kayaknya urat malu lo udah putus," ucap Ashel.
"Dan gue emang belum rencanain punya baby. Lagi pula gue masih kuliah ditambah ada beberapa pekerjaan yang harus gue tanganin langsung," ucap Ashel memotong ucapan Bella.
"Halah, alesan," ucap Bella.
"Gak sudi. Gue harus bawa calon suami gue dari sini," ucap Bella. Ia kemudian berjalan ke dekat Ashel dan Kavin untuk menarik Kavin agar terlepas dari pelukan Ashel.
"APA APAAN SIH LO?!" ucap Ashel marah. Ia tanpa sadar mendorong tubuh Bella dengan tenaga sehingga Bella terjungkal ke belakang.
Ashel menutup mulutnya saat ia menyadari dorongannya terlalu kuat sampai Bella terjatuh. Ia mengaduh kesakitan memegangi perutnya.
Kavin langsung mendekat ke arah Bella. Ia bahkan memegang perut Bella.
Ashel juga mendekat ke arahnya namun Kavin melarangnya.
"Kamu boleh membenci dia. Tapi jangan sampe kamu jahat buat lukain dia. Di perut dia anak aku. Kamu dengar ANAK AKU," ucap Kavin.
Ashel sampai memejamkan matanya saat mendengar bentakan dari Kavin. Lagi lagi Kavin membentaknya.
Kavin pun menggendong Bella, namun sebelum pergi ia sempat berkata pada Ashel.
"Datanglah besok malam ke pernikahan kedua ku. Dengan atau tanpa restu dari mu aku akan tetap menikahinya karena dia sedang mengandung anak ku," ucap Kavin. Ia pun pergi dari sana meninggalkan Ashel yang masih terdiam dengan tatapan lurus.
__ADS_1
Menikah?
Anak?
Mengandung?
Besok malam?
Semua ucapan Kavin terngiang ngiang di telinganya. Dan dengan teganya Kavin pergi meninggalkannya.
"Oke, terserah kamu mas. Ternyata kamu memang memilih wanita selingkuhan kamu itu karena anak yang sedang ia kandung. Selamat, akhirnya aku yang kalah. Sekuat apapun aku menahan kamu, kamu akan tetap pergi," ucap Ashel.
Emosinya sedang ia tahan. Ia tidak boleh terbawa emosi.
Namun tetap saja, Ashel tidak sekuat itu. Ia mengambil foto pernikahannya dengan Kavin yang ada di meja kerja suaminya.
Ia menyimpannya. Tangannya terkepal dan meninju frame itu. Bunyi benturan antara tangan Ashel dan kaca frame itu terdengar cukup kuat. Sampai sampai Alin dan Josh masuk.
"Nyonya," panggil Josh.
Alin menutup mulutnya saat melihat darah segar keluar dari tangan istri bosnya.
Ashel membalikan tubuhnya setelah mengusap air matanya. Ia menatap datar ke arah Josh dan Alin.
Ashel menarik kalung berlian berinisial K dan memberikannya pada Josh.
"Berikan ini pada tuan mu. Mulai saat ini aku bukan lagi istri dari tuan mu dan berhenti memanggil ku nyonya. Bilang juga padanya, aku yang akan mengurus surat surat perceraiannya," ucap Ashel.
Ia pergi dari ruangan Kavin setelah memberikan kalung itu pada Josh.
Di luar ruangan, Richi sudah menunggunya. Ia bahkan menawari Ashel untuk membalut lukanya dulu namun Ashel menolaknya.
"Antarkan aku ke penthouse milik ayah dan tolong bilang padanya, aku akan bercerai dengan Kavin dan tolong urus surat suratnya. Aku mau semua itu sudah ada di tangan ku besok," ucap Ashel. Richi pun mengangguk dan membukakan pintu mobil untuk nyonya muda.
Ashel pun masuk ke dalam mobil begitu juga Richi.
Ashel masih tidak percaya ternyata ini akhir dari cerita hidupnya bersama Kavin. Cerai.
Tbc.
ramein. Kalo ada typ maapin ya.
Ooooo iya, aku mau promo karya baru aku nii guysss
__ADS_1
Baru banget up hari ini. Mampir ya guysss. Klik profile aku aja biar gampang. Aku tungguu❤️🫸