
Happy reading♡
Akhirnya Ashel bisa pulang setelah menempuh berjam jam pelajaran. Kepalanya cukup pening karena pelajarannya berbeda sekali. Ia kira pelajarannya akan ada sedikit kesamaan namun ternyata tidak.
Ashel dan Ayu berpisah karena Ayu harus pulang duluan. Ia masih harus mengurus keperluan di tempat tinggalnya.
Ashel berjalan sendirian menuju ke depan gerbang. Tadi suaminya sudah menghubungi jika ia akan menjemputnya. Syukurlah, Ashel harap Kavin tidak akan bersikap seperti kemarin kemarin.
Saat sedang menunggu, tiba tiba ada yang menarik tangannya dari belakang. Ashel langsung menghempaskan cekalan itu dan melihat siapa yang menariknya.
"Sorry," ucap Nando cengengesan.
"Gue kira siapa taunya lo Nan," ucap Ashel.
"Iya gue lah, siapa lagi," ucap Nando.
"Ya gue kira mas Kavin," ucap Ashel. Tanpa sadar Nando mengepalkan tangannya saat Ashel menyebutkan nama laki laki itu. Namun Nando segera menutupinya agar tidak mencurigakan bagi Ashel.
"Bisa ikut gue gak? Udah lama juga kita gak keluar buat ngobrol ngobrol," ajak Nando.
"Sorry Nan, gue udah ada janji sama mas Kavin. Next time aja ya," ucap Ashel.
Nando menghela nafasnya. "Padahal cuma ke cafe kayak dulu aja Shel. Apa setelah nikah lo di kekang suami lo ya?"
"Enggak. Mas Kavin gak ngekang gue. Justru dia bebasin gue. Cuma guenya aja yang tahu diri, tahu posisi. Sekarang kan gue udah nikah," ucap Ashel.
"Apa yang dibilang oleh istri saya benar. Apapun yang ingin dilakukan olehnya saya pasti akan mendukungnya," ucap Kavin tiba tiba yang muncul entah dari mana.
Ashel tersenyum dan menerima rangkulan suaminya di bahunya.
"Gue pulang duluan ya Nan. Bye," ucap Ashel.
Nando tidak menjawab ucapan Ashel. Ia hanya terdiam melihat kedua pasangan itu pergi dari hadapannya. Rencananya gagal untuk mengajak Ashel pergi. Padahal hanya untuk makan di cafe saja.
Sedangkan Kavin tersenyum. Ternyata bocah seperti berani menggangu rumah tangganya. Memang mungkin dia hanya mengajak istrinya ini untuk ke cafe tapi kita tidak tahu apa sebenarnya niatnya.
Kavin harus berjaga jaga mulai sekarang. Sepertinya bocah itu menyukai istri kecilnya.
"Mas, ke kantor lagi abis anter aku pulang?" Tanya Ashel. Saat ini mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil. Kebetulan Kavin yang menyetirnya.
"Enggak. Cuacanya panas, jadi aku mau ajak kamu berenang bareng," ucap Kavin.
__ADS_1
"Gak mau, nanti kulit aku gosong gara gara berenang pas cuaca terik kayak gini," ucap Ashel.
"Memangnya siapa yang mau ajak kamu berenang di ruang terbuka? Sama sekali gak ada. Yakali aku rela liatin bentuk tubuh kamu ke orang lain," ucap Kavin.
"Terus mau berenang dimana?" Tanya Ashel.
"Nanti kamu akan tahu sendiri," ucap Kavin.
"Dih, padahal tinggal kasih tahu aja dimana. Suka rahasia rahasiaan gitu," ucap Ashel.
"Kan biar surprise sayang," ucap Kavin.
"Ya, ya, ya, terserah kamu aja. Jadi kita pulang dulu ambil baju ganti?"
"Ngapain. Tinggal beli aja, banyak yang jualan kok," ucap Kavin dengan entengnya.
Ashel mendelik tajam ke arah suaminya, "Mentang mentang banyak duit ngomongnya jadi enteng, tinggal beli. Kita gak boleh boros mas."
"Sekali sekali gak papa yang. Lagian nanti aku udah siapin baju special buat kamu," ucap Kavin tersenyum misterius.
Mata Ashel menyipit saat mendengar ucapan suaminya. Apalagi saat melihat senyuman yang ditampilkan di wajah tampan suaminya ini, Ashel sudah menduga jika ada sesuatu.
"Jangan aneh aneh. Awas aja," ucap Ashel, namun Kavin tidak menjawabnya. Bibirnya terus saja tersenyum sepanjang jalan.
Sekitar satu jam berlalu, Kavin dan Ashel sampai di suatu tempat yang cukup asing untuk Ashel.
Ashel ikut keluar bersama dengan suaminya. Saat mereka keluar, ada satu orang yang menyambutnya.
Orang itu menggunakan bahasa inggris saat bertanya. Ashel mengetahui artinya namun ia tidak ikut berbicara. Hanya tersenyum saja ke arah pria itu.
Setelah selesai berbicara, Ashel dan Kavin masuk ke dalam ruangan itu. Sebutlah ini seperti resort namun cukup privat.
"Kita nginep disini mas?" Tanya Ashel.
"Kalo kamu mau, ya boleh," ucap Kavin.
"Mau banget. Suasananya enak banget mas. Privat lagi," ucap Ashel.
"Besok kamu masuk kampus?" Tanya Kavin.
"Enggak. Besok cuma dua mata pelajaran, jadi online," ucap Ashel.
__ADS_1
"Bagus. Jadi kita bisa disini sampai besok. Ya itung itung seperti honeymoon," ucap Kavin.
Ashel terdiam mendengar ucapan suaminya. Honeymoon? Artinya dia dan suaminya akan...
Cup...
"Jangan mikir aneh aneh. Aku gak bakalan maksa kalo kamu belum siap sayang. Kamu ganti baju sana, bajunya udah ada di toilet. Aku duluan kesana," ucap Kavin. Ia melepaskan kemeja yang melekat di tubuhnya kemudian melepaskan celana bahan miliknya. Ia hanya menggubakan boxer saja.
Ashel memalingkan wajahnya saat melihat suaminya melucuti pakaiannya di depannya. Entah mengapa ia merasa malu saja.
Ia masih duduk diatas tempat tidurnya. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur yang berisi taburan bunga.
"Udah kayak honeymoon aja anjir. Suami gue emang bener bener. Gak pernah ngomong dulu lagi," gumam Ashel.
Ia menatap sekeliling kamarnya. Sangat nyaman sekali disini. Kamarnya bernuasa putih. Tidak ada sekat dinding ke arah kolam berenang. Jadi ia bisa melihat suaminya yang sudah menceburkan tubuhnya ke dalam kolam berenang.
Di bagian kolam berenang juga sangat luas. Ruangan ini terkesan besar sekali karena tidak adanya sekat. Kamar mandinya terletak dibagian bawah dekat dengan kolam berenang.
Beberapa makanan juga sudah ada di meja yang berada di samping kolam berenang. Suasananya sangat sejuk sekali. Ashel sangat suka!
Ashel mengikat rambutnya dan turun ke bawah. Ia melihat suaminya yang sedang asik berenang. Perutnya tiba tiba berbunyi. Rasanya lapar.
Ia pun mengambil buah buahan yang tersedia di meja itu. Sepertinya suaminya ini sudah tahu jika dirinya sangat menyukai buah buahan.
"Yang ayo dong. Lama banget deh," ucap Kavin. Ia menyembulkan kepalanya dari dalam air kolam berenang.
"Bentar sayang. Aku pengen anggur ini. Warna ijonya cantik banget," ucap Ashel. Ia sudah mengambil beberapa petik buah anggur dari meja.
"Kamu belum makan juga?! Yang jangan siksa diri kamu dong. Aku kira kamu makan tadi di kampus," ucap Kavin. Ia pun naik ke atas permukaan dan berjalan ke arah istrinya.
"Heh! Jangan deket deket. Kamu basah," ucap Ashel. Ia berjalan menjauh dari arah suaminya.
"Biarin. Salah siapa kamu gak makan. Awas ya kamu," ucap Kavin ia mengejar istrinya yang sudah ngacir berlari menghindarinya.
Ashel buru buru berlari menuju ke kamar mandi. Anggur di tangannya masih tersisa satu biji.
Ia memakannya setelah masuk ke dalam kamar mandi.
"Aman."
Tbc.
__ADS_1
Ramein.