
HARI TERAKHIR DI TAHUN 2022. GAK KERASA AKU BIKIN CERITA INI UDAH EMPAT BULAN DAN SEKARANG ALHAMDULILAH SUDAH ADA PERUBAHAN.
TERIMAKASIH GUYS SELALU DUKUNG AKU. TANPA KALIAN AKU MUNGKIN GAK ADA DI TAHAP INI.
TETEP RAMEIN CERITA INI YA GUYS. VOTE KOMENNYA JANGAN LUPA!!!
.
.
.
Happy reading♡
Gemerincik hujan turun di pagi hari. Dua orang manusia berbeda jenis masih bergelung dalam balutan selimut tebal.
Mereka berdua yang kini telah berubah status menjadi sepasang suami istri.
Kavin lebih dulu membuka matanya saat ia merasakan sesat di tubuhnya. Perlahan lahan ia membuka matanya.
Kavin mengedarkan pandangannya, terdengar suara hujan. Pantas saja hawanya cukup dingin. Ia kemudian melihat ke arah atas tubuhnya. Posisi Kavin saat ini terlentang.
"Astaga, pantesan berat. Dasar istri," gumam Kavin saat melihat istrinya yang masih terlelap. Tubuh Ashel berada di atas tubuh Kavin. Ya, Ashel menimpanya seolah itu adalah boneka teddy bear yang ada di rumahnya.
Ia memang terbiasa menindih boneka itu.
Kavin cukup berat menahan Ashel yang mungkin sudah lama berada diatasnya namun ia enggan menggeser. Lagi pula badan istrinya ini kecil jadi tidak seberat itu.
"Nahkan bangun," ucap Kavin saat ia merasakan miliknya bereaksi. Padahal Ashel masih tidur terdiam.
Kavin berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya.
Tiba tiba Ashel bergerak, tanpa sengaja lututnya menyenggol bagian sensitifnya membuat Kavin menggeram. Apalagi dada Ashel juga bergerak. Kavin semakin panas dibuatnya.
Ashel pelan pelan membuka matanya. Pandangan yang pertama kali ia lihat adalah Kavin.
"Morning suami," sapa Ashel serak.
"P-pagi s-sayang," ucap Kavin terbata bata.
Ashel masih belum menyadari posisinya saat ini. Namun ia merasakan sesuatu yang mengganjal di bagian perutnya. Apa itu?
__ADS_1
Ashel pun kembali bergerak dan segera Kavin tahan.
"J-jang-an ber-gerak," ucap Kavin.
"Kamu kenapa? Kamu-," Ashel membulatkan saat ia menyadari posisinya saat ini. Saat hendak turun dari atas tubuh Kavin. Kavin lebih dulu membalikan posisinya menjadi diatas Ashel.
"A-apin," panggil Ashel terbata.
"Kamu harus tanggung jawab," ucap Kavin serak.
"Aku gak ngapa ngapain," rengek Ashel. Ia sudah tahu keadaan seperti apa ini. Ia bukan lagi anak yang polos.
"Sekarang kamu istri aku dan kamu harus melakukan apa yang aku inginkan sayang," bisik Kavin sensual.
"T-tapi a-ku," ucap Ashel terbata. Ia tidak bisa berbicara lagi sebab bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Kavin.
Kavin sudah tidak tahan lagi. Itu sebabnya ia langsung melahap bibir Ashel dengan ganas. Ia menarik tangan Ashel yang berada di dadanya. Ia meletakannya di belakang kepalanya.
Ashel hanya bisa pasrah. Ia tidak mampu melawan lagi sebab Kavin menyerangnya dari berbagai arah.
Selain bibirnya, tangan Kavin juga aktif bergerak. Ia merem*s lembut kedua gundukan Ashel yang sejak tadi menggodanya.
Suara ******* Ashel tidak terdengar jelas karena bibir Kavin masih bergelut manja dengan bibirnya.
Ciuman Kavin turun ke leher Ashel. Ia tidak sungkan lagi membuat tanda tanda kepemilikan di leher Ashel.
Kegiatan panas itu terus berlanjut. Sepertinya cuaca pagi ini sangat mendukung. Hujan di luar sana cukup lebat ditambah semilir angin yang masuk melalui sela sela jendela kamar hotel yang mereka tempati.
Baju bagian atas Ashel sudah terlepas dengan sekali tarikan. Mata Kavin menggelap melihat pemandangan di depannya. Ini kali kedua ia melihatnya. Masih sama seperti waktu itu namun ukurannya sedikit membesar.
Tanpa berpikir lagi, Kavin langsung melahapnya. Ia menyusu seperti seorang bayi yang kelaparan.
Ashel kembali meleng*h dan mendes*h. Ia merem*s rambut Kavin untuk menyalurkan rasa yang tidak bisa ia jelaskan.
Ini cukup aneh untuknya. Meskipun ini kali kedua Kavin melakukannya namun tetap saja Ashel belum terbiasa.
Tangan Kavin merembat menuju ke area sensitif milik Ashel. Ia melakukan gerakan perlahan agar Ashel tidak terkejut.
Kavin terus mengges*k gesek*n tangannya ke area sensitif itu. Ternyata sudah basah. Sepertinya gadisnya ini sudah terbuai oleh permainannya.
"Kau menikmatinya sayang?" Bisik Kavin. Ia kembali mencium bibir Ashel. Ashel tidak menjawabnya ia masih sibuk menahan dirinya agar tidak kembali mengeluarkan suara aneh itu lagi.
__ADS_1
Kavin melakukannya lebih jauh sampai Ashel sampai pada klimaksnya atas kehendak Kavin. Nafas Ashel tersenggal senggal. Apa yang barusan ia rasakan sangat aneh. Ia bahkan berteriak pada Kavin tanpa rasa malu.
Kavin kembali menindih tubuh Ashel. Dapat Ashel lihat jika bagian mulut Kavin basah. Entah cairan apa itu Ashel tidak tahu.
"Sangat manis," ucap Kavin. Entah mengapa Ashel merasa malu mendengarnya. Pipinya sampai memerah.
"Sekarang kita lanjutkan ke bagian inti," ucap Kavin. Miliknya sudah sangat berontak meminta keluar.
"A-pin," panggil Ashel membuat Kavin menghentikan gerakannya.
"A-aku, aku belum s-si-ap," ucap Ashel. Ia tertunduk saat melihat tatapan kecewa dari raut wajah suaminya.
"M-maaf," sambungnya.
Kavin menghela nafasnya. "Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi kamu harus membantu ku. Lihat, sangat sesak di bawah sana."
Ashel menelan ludahnya kasar saat melihat arah telunjuk Kavin.
***
Dibawah pohon rindang, Nando duduk seorang diri. Sudah satu hari berlalu sejak pernikahan Ashel.
Ia masih belum bisa menerima semua itu. Bagaimana mungkin dia terus memendam perasaannya pada Ashel selama bertahun tahun ini?
Ashel bahkan tidak mengetahui perasaannya. Namun gadis itu sudah menikah dengan pria lain. Bagaimana pun Nando akan melakukan cara apapun agar Ashel menjadi miliknya.
"Kenapa lo harus secantik ini Shel? Pantes aja yang suka sama lo banyak. Tapi lo gak nerima mereka," ucap Nando. Ia menatap foto Ashel yang tengah tersenyum cantik ke arah kamera.
Foto ini Nando dapatkan dari salah akun instagram sekolahnya dulu saat SMA. Ashel nampak anggun dengan balutan kebaya dan rok batik. Foto ini diambil saat Ashel menyerahkan jabatan osis pada Nando.
"Lo tahu, tanpa sadar seiring berjalannya waktu rasa itu tumbuh begitu saja. Gue kira lo gak bakal nikah secepat ini, tapi ternyata.." ucap Nando tertawa.
"Gue gak pernah secinta ini sama cewek. Bahkan gue nolak mereka karena lo Shel. Gue cuma cinta sama lo."
Nando menatap dalam foto Ashel. Pikirannya berkecamuk. Karena saat ini Ashel sudah menikah. Bagaimana caranya agar Ashel menjadi miliknya?
Nando yakin ia tidak akan bisa merebut Ashel begitu mudah mengingat siapa suami Ashel. Dia orang paling berpengaruh di dunia bisnis. Apalagi silsilah keluarga Ashel juga sangat berpengaruh di dunia bisnis.
Nando menggelengkan kepalanya, "Gimana pun nanti gue bakalan tetep dapetin lo Shel. Gue gak peduli kalo gue harus rebut lo dari suami lo. Lo cuma boleh jadi milik gue."
Tbc.
__ADS_1