
Happy reading♡
Ashel dan teman temannya larut dalam percakapan. Ia bahkan tidak sadar jika sejak tadi Kavin memperhatikannya. Wajahnya sangat masam sekali karena istrinya tidak menyadarinya.
Sampai pada akhirnya acara pun selesai. Beberapa tamu undangan sudah pergi dari tempat acara termasuk teman teman Ashel. Hanya tersisa keluarga Rafello dan Ayu. Mereka masih berbincang bincang.
"Ayang," sapa Ashel pada suaminya. Sedangkan Kavin hanya diam saja. Ia masih kesal dengan istrinya ini.
"Ayang kenapa? Kok aku dicuekin?" Tanya Ashel.
"Aku yang nyuekin kamu? Gak salah?" Tanya Kavin.
"Ih kok ketus sih? Kamu kenapa?" Tanya Ashel.
"Gak tahu."
Setelah mengucapkan itu, Kavin pun pergi meninggalkan Ashel. Saat ini ia masih mode ngambek pada istrinya ini.
Ashel tentu saja mengejarnya. Ia bahkan menarik tangan suaminya namun Kavin tidak menggubrisnya. Ashel ingin bertanya lagi kenapa suaminya jadi seperti ini namun tertahan karena mereka semua akan segera pulang.
Ashel berpamitan pada Ayu juga keluarganya. Kemudian mengikuti suaminya yang masih ngambek.
Sebelum ke rumah mereka, Kavin lebih dulu mengantarkan kakek dan neneknya pulang.
Kurang lebih satu jam berlalu Kavin baru selesai mengantar kakek dan neneknya pulang. Tadi Nata sempat mengajaknya mampir namun Kavin menolaknya. Kini tersisa Ashel dan Kavin di dalam mobil. Hanya ada keheningan saja.
Sebenarnya sejak tadi Ashel sudah mengajak suaminya berbicara namun Kavin hanya menjawab seperlunya. Akhirnya Ashel menyerah. Ia pun terdiam hingga sampai ke rumah mereka.
Ashel keluar lebih dulu tanpa menunggu suaminya. Ia jadi kesal sendiri dengan sikap suaminya ini.
Ashel langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia melepas semua aksesoris yang menempel di tubuhnya. Ia juga melepas gaunnya dengan kesusahan. Kavin melihat dan hendak membantunya namun Ashel malah menghindar.
Terdengar wanita cantik itu sedang memanggil pelayan di rumah ini untuk membantunya menurunkan resleting gaunnya. Setelah terbuka, Ashel pun mengucapkan terimakasih dan masuk ke dalam kamar lagi.
__ADS_1
Kavin sendiri sedang duduk diatas sofa sambil memainkan ponselnya. Ashel hanya meliriknya sekilas. Sepertinya suaminya sudah tidak peduli lagi padanya juga pada anak anak mereka. Ashel masih dengan kesalnya menghempaskan gaun dari tubuhnya. Ia melemparnya keatas ranjang king size miliknya dan masuk begitu saja ke kamar mandi hanya menggunakan dalaman saja.
Kavin yang melihat tampilan istrinya itu dibuat panas dingin. Ia ingin sekali menyentuh istrinya namun ia masih mode ngambek.
Kavin marah bukan karena emosi yang meledak seperti saat bertemu orang yang mengganggunya. Namun Kavin marah karena kesal dengan istrinya. Ia menahan kekesalannya meskipun sudah hilang saat melihat tubuh istrinya yang sangat seksi.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Ashel cepat cepat mandi air hangat. Entah mengapa ia sangat mengantuk sekali saat ini.
Ashel melilitkan handuk di tubuhnya dan keluar dari kamar mandi. Ternyata di dekat pintu sudah ada Kavin menunggunya dengan bersidekap dada.
Ashel menghiraukannya dan berlalu begitu saja seolah tidak ada orang disana. Ia berjalan santai menuju ke walk in closet yang ada disana. Sedangkan Kavin mengernyit, kenapa pula istrinya malah ikutan marah?
Ashel memilih gaun tidur yang biasa disebut daster. Ia pun memakainya kemudian berjalan keluar walk in closet. Sebelum tidur, ia sempat minum dua gelas air. Rasanya sangat haus sekali.
Ashel pun men-carger ponselnya kemudian tidur. Ashel juga menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Baby's, jangan sedih ya? Meskipun papi gak peduli sama kalian masih ada mami oke? Kita sama sama terus ya sayang," gumam Ashel.
Cuaca sore ini diguyur hujan lebat disertai angin. Ashel juga sudah banyak makan tadi di acara tunangan Fello dan Ayu jadi sekarang ia tidak merasa lapar. Mungkin nanti setelah ia bangun tidur.
Kavin melirik ke arah kasur. Disana istrinya sudah terlelap pulas. Kavin pun mendekat ke arah kasur dan naik perlahan.
"Harusnya aku yang marah. Kenapa malah ikut ikutan? Gak peka banget sih mami ini," gumam Kavin. Ia mencondongkan tubuhnya dan melu*at habis bibir istrinya yang sedang tertidur pulas. Ashel bahkan tidak merass terganggu sama sekali dengan tindakan suaminya. Mungkin karena kelelahan, ia jadi sangat pulas sekali.
"Mampus bibirnya bengkak. Salah sendiri, aku ngambek malah ikutan ngambek. Dasar bumil, untung cantik," ucap Kavin. Ia pun imut berbaring diatas kasur dan masuk ke dalam selimut sama yang dipakai istrinya.
Kavin menyimpan sebelah tangannya dibawah kepala Ashel. Sedangkan satunya lagi digunakan untuk memeluk tubuh istrinya.
"Pokoknya kalo si kembar udah lahir, awas aja ya kamu yang. Habis kamu sama aku, aku pastiin kamu gak bisa jalan besoknya," ucap Kavin. Ia pun memejamkan matanya. Menyusul sang istri yang sudah terlelah lebih dulu dari pada dia.
Dua insan yang saling kesal kini saling memeluk. Menghangatkan tubuh mereka dari dinginkan udara sore akibat hujan.
Kaki Kavin melilit kaki Ashel. Wanita itu tidak merasa terganggu dan juga tidak banyak bergerak saking pulasnya tidur. Setelah hamil, Ashel sering merasa cepat lelah dan ingin selalu tidur saja sepanjang hari.
__ADS_1
Kavin masih belum bisa tertidur. Padahal ia sudah memejamkan matanya. Wajar saja, biasanya dia akan menyus* terlebih dahulu agar bisa tidur nyengak. Namun saat ini istinya sedang kesal dan marah.
"Sorry yang, salah kamu juga punya squishy menggoda gini. Kan aku jadi gak tahan buat ngem*t," ucap Kavin. Ia pun merendahkan kepalanya menjadi sejajar dengan tubuh istrinya.
"Baby's, papi duluan ya. Kalian nanti aja," ucap Kavin. Ia mengusap lebih dulu perut istrinya sekalian menyapa anak anaknya.
Kavin pun melepaskan kancing yang menutupi squishy istrinya. Beruntung istrinya tidak memakai br* jadi Kavin tidak perlu kesusahan untuk segera bermain dengan squishy squishy ini.
Sintal, keny*l, berisi dan sangat besar.
Kavin sangat sangat menyukainya. Ia sudah memasukan puti*g istrinya ke dalam mulutnya dan mulai menghis*pnya layaknya seorang bayi.
Tangan Kavin juga memeluk erat suaminya.
"Mas," gumam Ashel. Kavin menaikan kepalanya untuk melihat istrinya tanpa melepaskan hisapa*nya.
"Lebih kenceng," gumam Ashel.
Istinya mengigo?
Namun Kavin tidak ambil pusing. Ia melakukan apa yang diinginkan oleh istrinya. Menghis*p lebih kuat. Bahkan tangannya sudah merem*s pantat Ashel yang cukup besar dan berisi.
Kavin mendapatkan Ashel memang benar benar rejeli nomplok sekali. Bamper depan belakang oke semua. Mana Kavin selalu puas dengan goyangan istrinya ini.
Mampir ke cerita ku yang ini. Klik profile aja.
Spoilernya👇
Tbc.
__ADS_1
Kalo ada typ maapin. Ngetiknya sambil nundutan😭👍