
Happy reading♡
Anna dan Sarah sibuk berbincang pelan sembari menunggu rasa kantuknya tiba. Sudah dua jam berlalu mereka belum mengantuk, baby's juga hanya bangun sebentar kemudian tidur lagi. Padahal mereka sudah siap siap memberikan asi yang sudah di siapkan Ashel. Namun ternyata bayi bayi itu hanya bangun sebentar kemudian tidur lagi.
Tadi juga Briella sempat pup dan Kai juga Ling hanya pipis. Mereka dengan seksama membagi tugas untuk menggantikan popok ketiga bayi bayi itu. Briella sempat meminum asi kemudian tidur lagi sementara Kai ia sempat bermain sebentar kemudian tidur dan Ling, pria kecil itu hanya terbangun dan kembali mengemuti tangannya. Lambat laun Ling kembali tidur.
"Aku udah ngantuk Ann, kita tidur aja yuk. Nanti malam takutnya baby's kebangun terus kita harus begadang," ucap Sarah.
"Iya kamu bener juga," ucap Anna.
Kedua wanita paruh baya itu pun naik ke tempat tidur di bagian sisi kiri dan kanan. Mengapit ketiga bayi bayi itu. Takutnya salah satu dari mereka jatuh. Sarah dan Anna terlelap bersama dengan ketiga baby itu. Lampu di kamar itu dibiarkan menyala namun sedikit redup.
Sementara di dalam kamar atas, tepatnya di kamar utama. Ashel sudah kelelahan melayani suaminya. Saat tadi suaminya pertama kali memasukinya lagi, ia menjerit bukan main. Rasanya sangat sakit saat milik suaminya menerobos masuk miliknya. Seperti kembali diperawan* oleh suaminya.
Sedangkan Kavin tersenyum puas melihat istrinya yang sudah tepar. Namun ia belum mau berhenti. Nafsunya masih menggebu gebu. Ia berhenti sejenak agar istrinya juga bisa berisirahat. Hanya saja miliknya tidak ia cabut. Miliknya tetap terbenam manja di dalam milik sang istri.
"Jangan harap aku berhenti ya sayang. Aku udah bilang kalo aku gak bakalan berhenti meskipun kamu minta berhenti," ucap Kavin. Tangannya naik untuk menyingkirkan anak rambut istrinya yang menghalangi kecantikannya.
Nafas Ashel masih tersenggal senggal. Keadaannya sudah acak acakan. Rambut panjangnya sudah tidak seindah biasanya karena ulah suaminya yang menarik rambutnya ke belakang. Mau tak mau Ashel menurut dengan kemauan suaminya.
"Aku ngantuk mas," ucap Ashel.
"No. Kamu gak boleh tidur sayang. Permainan belum selesai," ucap Kavin. Pria itu kembali bergerak ke atas tubuh istrinya dan kembali melakukan keinginannya. Ashel hanya bisa kembali pasrah. Ia tidak bisa menolak, suaminya benar benar akan menghabisinya malam ini.
***
__ADS_1
Pagi harinya sekitar pukul enam Ashel sudah bangun dan sudah mandi besar. Wanita itu berjalan kesusahan masuk ke kamar mandi. Beruntung di mansionnya ini dilengkapi pemanas jadi ia tidak perlu susah susah kemana mencari air hangat untuk mandi pagi pagi.
Ashel merendam tubuhnya di dalam bathup yang ia isi aromatherapy berbau green tea. Ia terdiam sejenak menikmati nikmatnya air hangat bathup dengan aroma yang ia sukai. Tubuhnya yang kaku dan pegal pegal kini terasa lebih rileks dari sebelumnya.
Sementara itu di dalam kamar, Kavin membiarkan istrinya pergi. Semalaman penuh ia bedagang dengan istrinya dan ia rasa ia sangat puas sekali karena berkali kali menghujam milik istrinya dengan miliknya. Bahkan Kavin merasa miliknya sedikit sakit karena milik istrinya yang terasa sangat rapat sekali saat ia berusaha untuk masuk.
Kavin tidur tanpa sehelai benang pun. Tubuh polosnya hanya ditutupi selimut tebal. Beruntung kemarin ia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sehinga hari ini ia bisa absen masuk.
Ashel sudah selesai berendam dan sudah membersihkan tubuhnya. Wanita itu mengambil baju daster miliknya yang dibelikan mama Sarah waktu pulang ke Indonesia. Rambutnya ia keringkan menggunakan hair dryer. Cukup lama karena rambutnya cukup panjang.
Setelah selesai mengeringkan rambut, wanita itu pun menatap pantulan dirinya di cermin. Kissmark yang diciptakan suaminta tidak sepenuhnya tertutup semuanya. Ashel harus menutupi bekas *******n suaminya ini dengan concelar dan sedikit bedak. Ashel bahkan menutupi kissmark yang ada diatas dadanya. Semuanya ia sapu bersih mengginakan concellar dan bedak.
Setelah selesai, wanita itu pun segera turun ke bawah. Ia sangat mengkhawatirkan anak anaknya. Semalaman penuh ia tidak bersama dengan anak anaknya. Takutnya mereka rewel.
Ashel turun perlahan ke lantai satu. Ia langsung berjalan ke arah kamar yang ditempati anak anaknya. Perlahan ia membuka pintu kamar. Mama dan bundanya masih terlelap sementara ketiga anaknya sudah membuka matanya.
"Kenapa nak?" Tanya Anna.
"Riana bawa baby's ke kamar aja ya? Mereka kayaknya kelaparan deh," ucap Ashel.
"Iya. Bunda bawa Ling sama Kai. Tolong angkat tubuh mereka," ucap Anna. Ashel mengangguk dan membawa kedua anak laki lakinya itu ke dalam dekapan bundanya. Ashel juga berpesan pada bundanya untuk masuk lewat pintu kamar baby's.
Sementara Ashel, wanita itu mengambil susu formula dan dot milik anak anaknya. Kemudian memangku Briella dan membawanya naik ke atas.
Diatas bundanya sedang menunggunya untuk mengambil satu bayi untuk ditidurkan. Kini semua anak anak Ashel sudah tertidur di kamarnya.
__ADS_1
"Makasih ya bun. Maaf ngerepotin," ucap Ashel.
"Ish kamu ini kayak ke siapa aja. Udah ah bunda mau tidur lagi. Baik baik ya kalian berempat," ucap Anna.
"Iya nenda," ucap Ashel.
Wanita itu menyiapkan satu botol dot untuk ia berikan pada Briella. Rencananya bayi perempuan ini yang akan ia tidurkan lagi lebih dulu.
"Kalian jangan rewel ya? Mami capek banget pengen tidur. Kalian juga harus tidur bareng mami ya," ucap Ashel. Tak berselang lama. Briell pun tidur. Kini dilanjutkan dengan Kai kemudian Ling.
Cara kedua bayi laki laki mengedot asi miliknya sangat berbeda dengan Briell. Kedua laki laki itu mengedot cukup kuat. Tak jarang Ashel merasa kesakitan akibat ulah kedua anak bujangnya itu.
Sekitar satu jam lamanya Ashel berhasil menidurkan anak anaknya. Ia menghangatkan suhu ruangan ini kemudian menaikan penghalang di setiap sisi ranjang kecuali kepala ranjang. Gunanya agar Ashel tidak perlu takut jika bayi bayinya akan terjatuh.
"Ah, akhirnya bisa tidur juga," gumam Ashel. Sebelum tidur wanita itu mengecek keadaan popok bayi bayinya. Popok mereka belum penuh dengan air pipis jadi Ashel akan menggantinya nanti saja.
Wanita itu tidur di sebelah Briella, di tengah ada Ling dan di pinggir ada Kai. Tenang saja, Ashel sudah menyimpan dua bantal untuk menghalangi tubuh Kai agar tidak bergerak jauh. Ashel menaikan selimut bayi bayinya juga selimut untuknya. Wanita itu pun memejamkan matanya karena sangat kelelahan dengan kegiatan semalam.
Sementara itu, tak berselang lama Kavin masuk ke kamar anak anaknya dan ikut tidur dengan mereka berempat. Kavin tidur di sisi Kai.
Sudah terlihat seperti keluarga yang harmonis bukan?
Hepi 1M guys, thank you so muchhh🥹❤️
__ADS_1
Tbc.