
Happy Reading!
Di sinilah Sky dan Bintang yang kini tengah menatap luasnya air laut yang ada di pantai sembari menikmati udara segar.
Sky menggunakan gaun berwarna merah dan juga topi di kepalanya dan menoleh kearah Bintang. Bintang langsung memotret Sky menggunakan ponselnya.Setelah selesai Bintang menghampirinya lalu merangkul pinggang Sky dengan posesif supaya punggung gadisnya tidak ditatap pria lain.
"Kenapa kak Bi memeluk aku? " tanya Sky membalikkan badannya.
Merasa tidak tangan melihat bibir pink menggoda milik gadisnya,Bintang langsung mnempelkan bibir mereka dan mulai ******* bibir yang membuatnya kecanduan.Sky langsung mengalungkan tangannya ke leher Bintang lalu membalasnya dengan kaku.
Beberapa menit kemudian
Bintang melepaskan ciuman mereka berdua. Sky langsung menghirup udara sebanyak banyaknya. Dia turunkan salah satu tangannya lalu mengelus pipi prianya lembut.
"Aku milikmu kak!
Bintang tersenyum lebar mendengar pernyataan Sky.Dia memang mengklaim Sky miliknya dan tak akan membiarkan pria lain merebutnya.
"Rasanya aku ingin menjadikan kamu milikku seutuhnya Sky tapi kita belum menikah. "
"Lagian aku masih kuliah kak Bi hehe kakak sabar saja ya. " rayunya dengan senyuman manis.
Dia belai dada bidang Bintang yang terbuka karena kemejanya tidak di kancingi setelah itu mengecupnya sekilas.Bintang merasa panas dingin karena gairahnya naik namun dia tahan sekuat tenaga karena Binta tak ingin merusak gadis kesayangannya.Dia langsung memagut kembali bibir gadisnya untuk beberapa saat.
"Baiklah kita duduk di bawah pohon kelapa
yuk. " ajak Bintang
"Ayo kak. "
__ADS_1
Mereka berdua berjalan menelusuri pantai hingga akhirnya duduk di bawah pohon kelapa. Bintang mengenggam erat tangan gadisnya tanpa mau melepaskannya dan Sky tak mempermasalahkan hal itu.
"Oh ya Little, kok kamu tidak ke kampus tadi? " tanya Bintang dengan raut herannya.
"Huft dosen galak itu enggak masuk kak Bi. " jawabnya sambil tersenyum.
Bintang mengulas senyumnya lalu memberikan ciuman di bibir Sky sekilas.Pipi Sky langsung bersemu kemerahan mendapat ciuman tiba tiba dari Bintang.
Bintang tersenyum geli melihat gadisnya malu malu.Dia bawa tubuh gadisnya ke dalam dekapannya dan merekapun menatap susana pantai siang itu ditemani hembusan angin.
Drt drt tiba tiba suara ponsel memecah keheningan diantara mereka.
Sky meraih ponselnya dari dalam tas lalu menekan tombol hijau dalam layar ponselnya.
"Halo Vier ada apa? " tanya Sky dengan lembut.
"Kak Sky em datanglah ke rumah sakit sekarang juga. " cetus Xavier.
"Kenapa kamu ada di rumah sakit hah ya sudah kakak akan ke sana. " ucapnya panik.
Skylar mengakhiri percakapannya dengan adik kembarnya setelah itu menyimpan ponselnya dalam tas.
"Baiklah ayo. " Bintang langsung berdiri dan mengancingkan kemejanya.
Mereka berdiri dan berjalan meninggalkan pantai lalu masuk ke mobil. Bintang melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit.
Skip Di rumah sakit
Bintang dan Skylar langsung berfegas menuju ke ruangan di mana adiknya di rawat dan merekapun masuk ke dalam.Skylar langsung mendekati adiknya lalu menatapnya tajam sekaligus khawatir.
"Xavier bagaimana bisa Xavion terluka seperti ini. "cerca Skylar.
"Maafkan kami kak kemarin kami tidak pulang karena balapan liar dan berakhir di rumah sakit seperti ini. " gumam Xavier.
Skylar membuang nafas berat mendengar pernyataan adiknya barusan.
__ADS_1
"Jika Mommy tahu hal ini mommy pasti akan sangat kecewa sama kalian. " geram Sky sambil menahan emosinya
"Vion mohon kak jangan bilang sama mommy dan aku akui kalau kami berdua bersalah karena mengingkari janji kami. " sesal Xavion.
"Lain kali jangan kalian ulangi lagi. " tegur Sky dengan tegas.
Sky langsung memeluk kedua adik kembarnya secara bergantian setelah itu menjauhkan dirinya.Dia beralih menatap kearah paman dan bibinya yang kini memandangnya sambil tersenyum.
"Terimakasih Paman, Bibi kalian telah membawa Xavion ke rumah sakit. " ucap Skylar sambil tersenyum.
"Sama sama nak dan siapa pria disebelah kamu itu? " tanya Bibi Grace.
"Eh kenalkan ini kak Bintang Bibi. "
Bintangpun memperkenalkan dirinya lada paman dan bibinya Skylar.Xavier membantu saudara kembarnya turun dari brankar lalu ke luar ruangan diikuti yang lainnya.
"Sebaiknya kita langsung pulang saja dan kalian ikut kakak pulang. " tegasnya.
Xavier mengangguk lalu melangkahkan kakinya ke luar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil milik Bintang. Bintang melajukan mobilnya terlebih dahulu meninggalkan mobil paman Vano dan bibi Grace.
Selama di dalam mobil Sky mengobrol dengan Bintang sementara si kembar hanya diam mendengarkan obrolan kakaknya itu.
Beberapa menit kemudian
Mereka bertiga telah sampai dikediaman keluarga Leonardo.Mereka semua langsung masuk ke dalam mansion dan menemui orang tua Sky dan si kembar.Mommy Hana meletakkan majalahnya di atas meja dan menatap Xavion dengan raut paniknya.
"Vier, apa yang terjadi dengan Vion kenapa jidatnya terluka serta lengan tangannya di perban. " cecar Mommy Hana penasaran.
"Em Mommy kemarin aku terpleset di kamar mandi rumah paman dan bibi. " balas Xavion berbohong.
"Lain kali kamu hati hati Vion jangan sampai terulang lagi. " omel Mommy dengan raut muka khawatirnya.
"Iya Mommy lain kali tidak akan Vion ulangi. " sesal Xavion.
Mommy Hana menghembuskan nafas lega melihat keadaan putera kembarnya.Sedangkan Sky merasa bersalah karena menyembunyikan kenyataan bahwa Xavier dan Xavion kemarin balapan liar.
__ADS_1
"Maafkan aku Mommy. " batin Sky bergejolak.
TBC