
SALTOOO🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Di dalam perjalanan pulang, Ashel dan Nando tidak henti hentinya saling bertukar cerita lucu. Keduanya sampai sampai sakit perut saking banyaknya tertawa.
"Hahaha, thanks ya Nan. Sumpah seru banget sih cerita cerita kayak gitu. Mood gue jadi bagus," ucap Ashel.
Saat ini mereka sudah sampai di depan gerbang penthouse milik Ashel. Ashel sengaja meminta Nando menurunkannya disana, takutnya jika Nando mengantarnya sampai ke depan rumah, Kavin akan semakin marah.
"Sama sama. Lo kalo ada masalah jangan dibawa pikiran. Nanti lo bisa gila, mana masih muda," ucap Nando.
"Iya iya. Yaudah gue balik dulu. Thanks ya, bye," ucap Ashel.
"Iya. Tuh scoter lo bisa kan turunin sendiri? Mager gue," ucap Nando.
"Bisa."
Ashel pun keluar dari dalam mobil dan berjalan ke belakang mobil, tepatnya ke bagasi. Ia harus mengambil scoter miliknya dulu.
"UDAH NAN, SONO BALIK," teriak Ashel.
"YA ELAH NGUSIR LO?!" ucap Nando sedangkan Ashel hanya tertawa saja melihat raut wajah kesal Nando.
Ia pun melambaikan tangannya saat mobil Nando melaju pergi.
Setelah mobil Nando pergi, ia pun menaiki scoter miliknya dan masuk ke dalam rumahnya.
Ia berjalan menggunakan scoter miliknya sembari bersenandung ria.
"Lagi lagi laper," gumam Ashel. Ia memarkirkan scotee miliknya di garasi kemudian masuk ke dalam rumahnya menggunakan lift.
Ashel berjalan masuk ke dalam rumahnya. Lebih tepatnya ke dapur. Ia butuh yang segar segar saat ini. Semoga saja stok salad buah miliknya masih ada.
Namun saat berjalan melewati ruang tengah, tiba tiba ada suara yang menghentikannya.
"Seneng ya abis selingkuh sama pria lain," ucap Kavin. Ia sedang duduk menatap tajam ke arah istrinya.
Ashel menghela nafasnya. Saat ini ia sedang lapar dan harus menghadapi suaminya?!!
__ADS_1
"Aku lapar mas. Bahas nanti aja," ucap Ashel.
"Udah ketahuan selingkuh, pake so soan alesan laper," ucap Kavin membuat langkah Ashel terhenti.
"Terserah. Aku bener bener lapar," ucap Ashel. Ia pun berjalan menuju dapur. Menghiraukan suaminya.
Saat sampai di dapur, Ashel langsung membuka pintu lemari es. Namun belum juga ia melihat isi kulkas, pintunya sudah di dorong lagi.
Ulah siapa lagi kalau bukan Kavin.
"MASHSHHHHH, AKU LAPAR. KAMU NGERTI GAK SIH?!" ucap Ashel kesal.
"Kenapa? Gak di kasih makan sama selingkuhan kamu sampe sampe pulang kamu kelaparan? Cih, makanya cari selingkuhan itu yang tajir, bukan bocah ingusan kayak dia," ucap Kavin.
Lama lama Ashel kesal juga dengan sikap suaminya ini. Sudah Ashel bilang jika bicaranya nanti saja, namun Kavin sepertinya tidak mengerti bahasanya.
"Mau kamu apa? Aku lapar," ucap Ashel.
"Tubuh kamu," ucap Kavin.
"Cih, kenapa harus tubuh aku? Apa tubuh wanita selingkuhan kamu itu kurang memuaskan? Iya?!" Tanya Ashel.
Ia kembali membuka pintu lemari es dan cepat cepat mengambil salad buah kemudian berjalan pergi meninggalkan suaminya.
Sedangkan Kavin mendekat ke arah istrinya itu. Dengan sengaja ia merebut kotak salad yang sedang di makan oleh istrinya.
"Mas, apa lagi?!" Ucap Ashel geram.
"Apa lagi jika bukan urusan ranjang. Jika perlu aku akan mengurung mu di rumah ini agar tidak bertemu dengan bocah itu lagi," ucap Kavin.
"Dasar binatang jal*ng. Pergi saja sana sama selingkuhan kamu. Bukannya selingkuhan kamu itu jal*ng? Jal*ng sudah pasti bisa memuaskan kamu. Pakai uang mu kalo gak cukup satu orang," ucap Ashel. Ia kembali mendekati lemari es dan membukanya. Sayangnya disana tidak ada salad lagi.
Ashel hanya menemuka youghurt.
Youghurt pun tidak apa apa dari pada ia kelaparan. Namun harus ada teman makannya. Ia pun mengambil buah pir.
"Apa yang kamu lakukan sama dia sampe sampe kamu kelaparan kayak gini?! Apa jangan jangan kalian cek in, iya?!!" Tanya Kavin dengan emosi. Tangannya mengepal tanpa sadar.
Ashel tersenyum meremehkan, "Kamu tanya aja sana sama Jo. Bukannya dari tadi dia ikutin kegiatan aku? Belum lagi ponsel ini juga kamu sadap, dan cincin ini, bukannya cincin yang kamu kasih ke aku, kamu pakein microfon kecil supaya kamu bisa dengar semua yang aku ucapkan. Jadi stop menuduh sesuatu yang tidak aku lakukan," ucap Ashel panjang lebar. Ia bahkan melepas cincin yang sempat diberikan Kavin dan melempar cincin itu ke hadapan Kavin.
Cincin berlian dengan harga jutaan itu tidak ada artinya karena Ashel meleparnya begitu saja.
Kavin tertawa, ia dengan paksa menarik tubuh istrinya agar ikut dengannya.
"KAMU APA APAAN SIH MAS?! LEPAS, AKU LAPAR MAU MAKAN," teriak Ashel saat tubuhnya di tarik.
__ADS_1
"Ya, kamu akan makan nanti di kamar," ucap Kavin.
"Stop maksa aku buat lakuin hubungan itu. Aku lelah mas aku lelah," ucap Ashel.
"Gak bisa yang, salah sendiri kamu udah deket sama dia. Kamu tahu kan dia suka sama kamu," ucap Kavin. Kini ia tidak menarik istrinya lagi, ia justru menggendongnya. Hanya saja menggendong seperti karung.
"AKU GAK SELINGKUH MAS, AKU ENGGAK SELINGKUH. KENAPA SIH KAMU NGOMONG GITU TERUS?! KALO AKU BENERAN SELINGKUH KAMU MAU APA HAH? KAMU JUGA SELINGKUH," ucap Ashel murka.
"Sstttt, jangan teriak teriak gak jelas. Lebih baik kamu teriakin nama aku nanti," ucap Kavin. Ia pun membanting tubuh istrinya ke atas kasur.
***
Ashel termenung di dekat kolam berenang yang ada di rumahnya.
Lama lama ia bisa gila karena sikap suaminya itu. Jika dibiarkan seperti ini terus, suaminya akan semakin semena mena.
"Gue gak terima mas Kavin berubah kayak gini. Kayaknya gue harus bertindak, gue gak bisa diem aja. Masalahnya makin gak bener aja tiap hari. Mana gue harus layanin nafsu bejat dia mulu," guman Ashel.
Ia pun membuka laptop miliknya. Entah apa yang ia cari disana. Ia pun mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
"Selamat malam," ucap Ashel.
"..."
"Iya, maaf mengganggu waktunya. Seingat saya, dulu sebelum mendaftar kuliah saya mengambil kelas karyawan?" Tanya Ashel.
"..."
"Iya, saya akan memulainya besok. Terimakasih dan maaf telah menggangu waktunya," ucap Ashel.
Sambungan telepon pun terputus. Ashel kembali menyimpan ponselnya dan kembali mengotak atik laptopnya.
"Kejutan buat kamu besok mas. Siapa suruh kamu main main kayak gitu. Dipikir aku diem aja karena kalah? Enggak mas, sama sekali enggak. Aku cuma nunggu waktu yang tepat aja. Kamu selingkuh? Jangan harap kamu bisa bahagia sama selingkuhan kamu itu," ucap Ashel tersenyum.
Ia pun menutup laptop miliknya dan kembali masuk ke dalam rumah.
Lapar, yap Ashel lapar lagi. Mungkin akan terus lapar dan entah sampai kapan akan berhenti lapar.
...Yakali istri sah kalah. Pararunten🫸🫷...
Tbc.
Ramein vote komen lah. Kalo typ maapin
__ADS_1