
Berhubung novel TDA belum masih di review. nih aku kasih eps prolognya😀🤗
***
Arga Delano Atranendra. Memiliki wajah tampan seperti ayahnya, Kenzo Atranendra. Sifat dinginnya yang paling di sukai oleh perempuan. Menjadi salah satu anak terpopuler di kampusnya adalah hal yang biasa baginya.
Dengan selalu di temani oleh dua sahabatnya, Reza dan Kevin, dia menjadi cowok terpopuler di kampus.
Pagi ini, keluarga Atranendra berkumpul di ruang makan.
"YUHU...SELAMAT PAGI! CYKA YANG CANTIK DATANG!"
Itu suara Cyka. Anak kedua Kenzo dan Vanessa. Adik Arga yang memiliki sifat cerewet dan periang menuruni tangga lengkap dengan seragam SMA yang melekat di badan.
"Berisik." Desis Arga yang sudah duduk di meja makan.
Cyka melirik kakaknya itu. "Apaan sih sewot mulu."
"Ingat aturan saat berada di ruang makan, Cyka. Kamu bukan anak kecil lagi." Tutur Arga sambil menatap tajam adiknya yang sedang memberinya tatapan malas.
Cyka memutar bola matanya malas. "Tumben kakak ngomong banyak?"
"Berisik." Ketus Arga.
"MAMA! PAPA! KAK ARGA TADI NGOMONG BANYAK!" Teriak Cyka.
Vanes dan Kenzo keluar dari kamar tidur mereka. Mereka berdua berjalan beriringan.
"Ada apa sih, sayang? Pagi-pagi sudah teriak-teriak?" Tanya Kenzo sambil mencium pipi Cyka.
__ADS_1
Vanes yang menyiapkan makanan hanya tertawa melihat tingkah laku anaknya itu.
"Tadi, Kak Arga ngomong banyak. Nggak irit gitu." Kata Cyka.
Kenzo menanggapinya dengan senyuman. Sekarang, Kenzo beralih menatap Arga.
"Bagaimana kuliahmu?" Tanya Kenzo.
"Baik."
"Tugas?"
"Lancar."
"Hei!" Potong Vanes. "Kalian berdua ini kenapa sih? Kok ngomongnya kayak gitu? Nggak enak di dengar." Protes Vanes.
Arga hanya bisa melirik Cyka dengan tatapan malas. "Cepat makan atau aku tinggal."
"Jangan marah dong, Kak. Iya-iya, Cyka makan." Kemudian Cyka kembali duduk. Melanjutkan makan sarapan.
***
Saat turun dari mobil, banyak anak perempuan yang langsung memperhatikan Arga dengan pandangan kagum. Kevin dan Reza sudah berada di sebelah Arga.
Teriakan kecil yang dapat di dengar oleh mereka membuat mereka bertiga hanya tersenyum tipis. Tapi tidak untuk Arga. Dia hanya menatap malas mereka yang meneriakinya karena kagum.
"Arga!" Panggil seseorang.
Arga beserta kedua temannya menoleh ke belakang. Seorang gadis sedang berjalan ke arah mereka. Dia adalah Elisandra Vara Wecara atau yang lebih akrab di panggil Vara. Vara termasuk perempuan beruntung di kampus karena dia adalah kekasih Arga.
__ADS_1
"Aku sama Kevin ke kantin dulu ya, Ga." Pamit Reza sambil menarik Kevin. Arga hanya mengangguk.
"Arga!" Panggil Vara.
"Apa?"
"Ini." Vara menyodorkan kotak kecil ke Arga.
"Ini apa?" Tanya Arga.
Vara tersenyum. "Rahasia." Katanya sambil menjulurkan lidahnya kemudian pergi.
Diam-diam, Arga tersenyum melihat Vara yang berlari. Senyum tipis itu membuat wajahnya semakin tampan dan berseri.
BRUK.
"Awh.."
Arga terkejut karena ada suara rintihan seorang perempuan. Mendengar itu, Arga langsung menolong perempuan itu. Membantunya berdiri seperti semula yang tadinya dia jatuh karena tersandung kakinya sendiri.
"Terima kasih, Kak." Kata perempuan itu.
"Hm." Jawab Arga kemudian di berlalu dari hadapan perempuan tersebut.
"Kak! Namaku Angel. Salam kenal ya! Makasih udah menolongku."
Arga tak mempedulikannya walaupun dapat mendengar suara perempuan yang di ketahui bernama Angel itu. Langkahnya malah melebar agar segera jauh dari koridor tersebut.
Dan, Angel adalah gadis beruntung yang dapat di tolong oleh Arga.
__ADS_1