
Happy reading♡
Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit, Ashel mampu membuat suaminya puas hanya dengan gerakan yang ia lakukan. Ashel dan Kavin melakukan hubungan itu diatas brankar rumah sakit. Kavin sendiri tidak menyangka jika istrinya mampu membuatnya puas sampai keluar dua kali. Semuanya atas kuasa Ashel. Meskipun tangannya terpasang infus, namun dengan hebatnya ia melakulan itu.
Nafas keduanya sama sama terengah. Mereka masih mengenakan pakaian lengkap. Hanya saja beberapa kancing teratas dress milik Ashel terbuka karena Kavin yang tidak tahan untuk menyu*u pada istrinya ini. Apalagi setelah hamil, kedua squishy milik Ashel semakin membesar.
"Kamu emang hebat," gumam Kavin. Saat ini milik mereka masih menyatu karena Ashel masih duduk diatas Kavin. Ashel merebahkan tubuhnya ke atas tubuh suaminya. Ia sangat kelelahan.
Heran sekali. Padahal kedua orang berbeda jenis kelamin itu beberapa jam yang lalu baru saja mengalami kecelakaan. Tapi sekarang mereka sudah melakukan hubungan itu. Memang pasangan gila.
"Laper. Makanan aku kapan sampainya?" Tanya Ashel.
"Sebentar lagi. Kamu bangun dulu," titah Kavin.
"Gak mau. Enakan gini, punya kamu gede. Aku suka," ucap Ashel. Tawa Kavin mengudara mendengar ucapan polos yang keluar dari mulut sang istri.
"Kasian loh si kembar kegencet. Mana punya aku kan panjang yang, takutnya kena ke si kembar," ucap Kavin.
"Astaga iya, aku lupa." Ashel langsung bangun dan berdiri dari duduknya untuk melepas miliknya dibawah sana. Sedangkan Kavin meringis saat miliknya harus keluar dari rumah istrinya.
"Pelan pelan napa yang," ucap Kavin.
"Mana sempat. Udah kantongin lagi punya kamu, turun dari sini. Aku mau tiduran, pinggang aku sakit," ucap Ashel. Kavin pun melakukan apa yang dikatakan istrinya, ia memasukan miliknya tanpa membersihkannya dulu seperti biasa. Biar saja, ia malas melakukannya saat ini.
"Mau di pijitin?" Tanya Kavin saat mendengar istrinya sakit pinggang.
Ashel menggeleng. "Minta maaf sama si kembar. Kamu sod*kin mulu sih," ucap Ashel.
"Baby's, papi minta maaf ya masukin mama kalian terus. Janji nanti minta lagi di rumah," ucap Kavin.
"Ih kamu. Kok gak ada puasnya sih?!" Gerutu Ashel.
__ADS_1
"Mana pernah puas aku sama kamu. Tahu sendiri kan mau aku cuma kamu, wajar kalo seharian gak cukup buat cocok tanam sama kamu. Bahkan mungkin seminggu juga gak cukup buat aku," ucap Kavin.
"Maklum ya baby's, papi kalian emang gitu. Gak usah aneh," gumam Ashel.
"Udah, sekarang kamu mau apa? Mobil baru? Handphone baru? Atau rumah buat di Indo?" Tanya Kavin membuat Ashel mengernyit. Maksud suaminya ini apa?
"Hadiah kecil buat kamu karena dalam waktu dua puluh menit kamu berhasil buat aku puas," ucap Kavin.
"Aku jal*ng dong," ceplos Ashel. Refleks Kavin menjitak jidat istrinya ini. Bisa bisanya ia berkata seperti itu.
"Auwhh, sakit mas ih. Kasar," ucap Ashel.
"Sembarangan tahu mulut kamu. Aku gak pernah berpikir seperti otak pintar kamu ini. Itu semua murni gift buat kamu karena kamu selalu puasin aku. Ngerti?" Tanya Kavin.
"Mau mobil sama jam rolex keluaran terbaru. Mobilnya juga aventador warna kuning ya? Tapi nanti aja kalo mobil, soalnya kita kan mau pulang ke Indo," ucap Ashel.
"Itu aja? Tas? Baju? Sepatu? Skincare? Itu gak mau?" Tanya Kavin.
"Kemarin aku liat tas keluaran terbaru. Mau itu," ucap Ashel.
Benar benar sultan. Kavin tidak pernah main main untuk membahagiakan istrinya ini. Ia bahkan rela keluar uang banyak untuk memenuhi kemauan istrinya. Tidak apa apa, toh istrinya ini juga jarang berbelanja. Namun sekalinya belanja bisa habis sebanyak itu.
"Itu kayaknya makanan kamu datang. Aku ambil dulu," ucap Kavin saat mendengar pintu ruang rawat Ashel diketuk. Kavin pun berjalan untuk membuka pintu.
Namun salah. Yang datang adalah Rafello dan Ayu. Dengan garangnya Rafello memberikan tatapannya pada Abangnya ini.
"Kenapa lo? Natap gue kayak mau lahap gue aja," ucap Kavin.
"Lo emang musti di jitak sampe botak tahu gak?!!" Ucap Rafello. Sedangkan Ayu berjalan mendekat ke arah Ashel padahal Kavin belum mempersilahkannya masuk.
"Gak tahu," ucap Kavin. Ia pun berjalan menjauh dari dekat adiknya.
__ADS_1
"Memang anjin*. Bini lo kecelakaan gak talking talking sama gue. Gue malah tahunya dari orang lain," ucap Rafello. Ia pun berjalan mendekat ke arah Ashel, namun saat berjalan ia merasa kakinya menginjak sesuatu. Refleks ia pun menurunkan pandangannya ke bawah.
"Eh kodok! Iphone gue injek. IPHONE SIAPE NIH? ELO YA?" tanya Rafello sedikit meninggi dan menunjuk ke arah Ashel.
"MENTANG MENTANG SULTAN NIKAH SAMA LAKI TAJIR. SEKATE KATE IPHONE DI LEMPAR. KAKI GUE NGINJEK BARANG JUTAAN ANJIR, BERUNTUNG BANGET," ucap Rafello kegirangan. Bagaimana tidak, iphone ini adalah iphone milik kakak iparnya dengan keluaran terbaru. Bahkan ia susah mendapatkannya.
Tuk...
Ashel melempar buah anggur tepat mengenai bibir Rafello. Rafello langsung mengumpati Ashel karena tindakannya. Anehnya kenapa lemparan Ashel selalu tepat.
"Pait, pait, pait. Baby's, kalian kalo udah gede jangan kayak dia. Mami bahkan gak tahu dia manusian atau bukan," ucap Ashel mengelus perutnya.
Saat Fello akan kembali berbicara, Kavin lebih dulu menyuruhnya diam. Kavin juga mendorong adiknya agar menghindar dari dekat ponsel istrinya karena dia akan memungutnya.
"Gak jadi sultan deh. Iphone itu udah kena telapak sepatu gue, masa iya masih di pungut," ucap Fello namun Kavin tidak menanggapinya. Ia malah memainkan ponsel miliknya.
"Fello diem deh. Bacot mulu dari tadi. Kita kesini mau jenguk Ashel sama si kembar loh," ucap Ayu.
"Iya byy iya. Yaudah sana wawancara kakak ipar gue. Biasanya cewek kan gitu," ucap Fello. Ayu mendelik mendengarnya meskipun memang itu kebenarannya.
"Lo gak papa? Si kembar baik baik aja kan?" Tanya Ayu.
"Baik kok aunt, mereka kuat kayak gue," ucap Ashel.
"Kenapa bisa kayak gini sih Shel? Kenapa lo bisa kecelakaan coba?" Tanya Ayu.
Ashel pun menceritakan kronologinya pada Ayu. Ia menceritakan semuanya. Benar bukan ucapan Rafello?
"Astaga, kok bisa kayak gitu sih?! Gue kira kejadian kayak gitu cuma terjadi di sinetron sinetron sama drama aja. Tahunya di real life juga bisa kayak gitu. Siapa sih orang yang tega kayak gitu sama lo. Apa Dona aja gak cukup buat lo menderita," ucap Ayu. Ia sebagai sahabat lama Ashel tentu saja tidak terima dengan apa yang terjadi dengan Ashel. Tak habis pikir kenapa hidup sahabatnya ini selalu dekat dengan bahaya.
__ADS_1
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_