My Little Wife

My Little Wife
Bab 265 : Hello Daddy


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin berjalan mondar mandir di depan mansion miliknya. Sudah lima menit berlalu namun istrinya belum juga menunjukan batang hidungnya. Ia cemas karena seharusnya istrinya sudah sampai di rumah.


Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh Ashel tiba di kediaman mansion Kavinder. Kavin yang melihat mobil istrinya tiba langsung berjalan menuju ke dekat mobil itu.


"Lama deh," gerutu Kavin saat Ashel baru keluar dari dalam mobil.


"Maaf mas ku sayang. Tadi ada beberapa hal yang harus aku beli dulu," ucap Ashel. Tangannya menenteng sebuah paper bag.


"Nanti tolong antarkan semua belanjaan ke dapur ya," pinta Ashel.


"Baik nyonya bos."


"Yuk masuk," ajak Ashel. Kavin pun mengangguk dan menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah. Entah kenapa Kavin ingin cepat cepat pulang dan ingin segera gelendotan seperti ini pada istrinya.


"Kamu mandi dulu sana, kan abis dari lapangan," titah Ashel.


"Mandi bareng aja. Apa kita berenang?" Tanya Kavin.


"Aku gak mau, mas. Aku mau nyemil buah. Laper," ucap Ashel.


"Ya udah. Mas mandi dulu, tapi nontonnya di kamar aja sambil nunggu mas beres mandi ya?" Pinta Kavin.


"Iya mas."


Kavin pun pergi duluan ke kamarnya untuk membersihkan diri sedangkan Ashel pergi ke dapur untuk mengambil beberapa buah yang akan ia bawa ke kamarnya.


***


Ashel sudah duduk selonjoran di kamarnya setelah buah buahan diantar oleh pelayan rumahnya. Selalu tontonannya adalah film domba. Di hadapan Ashel, berjejer berbagai jenis buah dan cemilan juga beberapa susu pisang yang sering ia beli.


Kavin keluar dari dalam kamar mandi dan hendak mengeringkan rambutnya. Ia mengambil hair dryer milik istrinya untuk mengeringkan rambutnya. Setelah selesai, ia kembali menyimpan hair dryer itu dan akan menemui istrinya. Ngomong ngomong, saat ini Kavin belum mengenakan pakaian. Ia hanya mengenakan boxer yang dibalut handuk.


Namun, matanya menatap sebuah kotak yang tidak ia kenali. Apa mungkin milik istrinya? Kenapa pula ia penasaran dengan kotak itu.


Kavin pun mengambil kotak itu dan membukanya perlahan. Ia mengernyit melihat isi kotak itu. Sebuah baju anak kecil dengan tulisan 'Hello Daddy'. Otaknya belum bisa mencerna apapun. Disana juga ada tiga buah tes kehamilan dan kertas yang menempel bertuliskan 'we are pregrant'.


__ADS_1


Tunggu dulu. Pregrant? Maksudnya hamil?


Tiga tespack itu masing masing menunjukan dua garis merah.


"Apa jangan jangan?!!"


Kavin langsung berlari menemui istrinya. Ia melihat istrinya yang tengah duduk asik menonton tv. Ia pun mendekat ke arah istrinya dan duduk. Tangannya memegang kotak tadi dan sebelahnya lagi memegang tespack. Mata Kavin sudah berkaca kaca.


"Kenapa?" Tanya Ashel dengan polosnya.


"I-ini a-apa yang?" Tanya Kavin terbata bata.


"Oh itu, kado dari aku buat ulang tahun kamu kemarin. Maaf telat ya mas," ucap Ashel dengan santainya. Mulutnya masih saja terus mengunyah buah potong.


"Maksud kamu, kamu h-hamil?" Tanya Kavin.


"Ya kamu lihat aja mas. Masa kamu gak ngerti, ada tespack, ada foto usg, ada baju bayi juga mana tulisannya 'Hello Daddy' masa gak ngerti," dumel Ashel.


"K-kamu s-se-rius? G-gak becanda kan?" Tanya Kavin.


Ashel memutar bola matanya kesal. Ia pun mengusap usap perutnya dan berkata.


"Heh! Sembarangan kalo ngomong. Gak bisa gitu lah!!!" Kavin menyimpan kotak itu dan langsung memeluk istrinya ini.


Ia sangat bahagia. Bahkan kebahagiaannya hari ini tidak sebanding dengan apa yang sudah berikan pada istrinya ini. Kavin tanpa sadar menangis di pelukan istrinya. Ia sungguh sangat bahagia sekali, ia bahkan tidak bisa mengatakan apapun pada istrinya selain berucap terimakasih dan bersyukur pada tuhan karena sudah mempercayakan keturunan untuknya.


Akhirnya setelah sekian lama mereka menunggu, malaikat kecil pun tumbuh di perut istrinya.


"Ssttt, jangan nangis dong. Baby gak suka lihat papinya cengeng," ucap Ashel.


Kavin menarik kepala istrinya untuk mengecup kening, mata, pipi, hidung, dan terakhir di bibir Ashel. Hanya saja disana Kavin sedikit melum*tnya.


"Terimakasih sayang, terimakasih banyak. Mas seneng banget, ini adalah kado terindah yang pernah mas terima seumur hidup mas," ucap Kavin.


"Iya sayang. Sama sama."


Kavin menyingkap baju Ashel agar menampilakn perut nya. Kavin mengelusnya kemudian mengecupnya cukup lama.


"Baik baik disana ya baby. Papi akan selalu menjaga kamu, jangan buat mama mual mual ya," ucap Kavin.

__ADS_1


"Enggak papi. Yang mau aku buat mual itu papi, bukan mami." Ucap Ashel menirukan suara seorang anak kecil.


"Pantas ya selama ini papi mual mual gak jelas. Mana mood mami kamu naik turun lagi. Tapi gak papa, papi bahagia banget sayang," ucap Kavin. Ia kembali mencium perut istrinya dengan sayang. Kavin bahkan tiduran diatas paha istrinya dan menghadap ke arah perut istrinya.


Ashel membiarkannya. Mungkin suaminya ini kelewat senang karena akhirnya ia akan mempunyai anak. Ia mendengar celotehan Kavin dengan anak di perutnya. Lucu sekali. Kavin bahkan belum memakai baju sama sekali saat ini. Apa ia tidak kedinginan?


"Kamu ngidam apa yang? Nanti mas turutin. Pasti, semua demi kamu sama baby," ucap Kavin.


"Apa ya? Gatau sih, sekarang lagi gak pengen apa apa kok," ucap Ashel.


"Makasih banyak ya sayang. Akhirnya kamu kasih mas keturunan. Gak sia sia selama ini mas garap kamu sampe tepar," ucap Kavin.


"Tahu kamu, aku sering banget dibuat tepar. Cape tahu mas," ucap Ashel.


"Gak papa. Justru aku seneng banget tahu, apalagi kalo pas kamu squirth*ng. Seneng banget rasanya bisa bikin kamu puas," ucap Kavin.


"Ralat. Bukan aku yang puas tapi kamu. Kamu puas aku tepar," ucap Ashel sedikit kesal dengan tingkah suaminya.


"Ya gimana. Itu resiko kamu yang. Istri kan harus nurut sama suami," ucap Kavin.


"Pake baju sana. Nanti kamu masuk angin," ucap Ashel.


"Bentar masih mau ngomong sama baby. Jangan ganggu," ucap Kavin. Ashel mendelik mendengar ucapan suaminya ini.


Apa tadi dia bilang? Jangan ganggu? Padahal anak ini ada di perutnya namun Kavin seenaknya berbicara seperti itu. Tapi ya sudahlah, Ashel membiarkannya saja. Sepertinya Kavin memang sangat senang sekali mengetahui jika dirinya tengah hamil.


Jika diingat ingat, rasanya lucu saja. Dulu Ashel begitu menolak untuk menerima perjodohan ini dengan suaminya. Bahkan ia melakukan segala cara namun tidak ada yang berhasil. Ternyata Kavin memang jodohnya.


Tuhan memang selalu memiliki caranya untuk menyatukan setiap umatnya dalam ikatan yang sakral dan sah. Mau seperti apapun kesulitannya, pasti akan ada jalan untuk mereka bertemu.



...uhuyyy hamill uy. kecebong kapin udah jadi🤣...


Tbc.


ramein woii


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_

__ADS_1


__ADS_2