My Little Wife

My Little Wife
Bab 227 : Rencana Nadine


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin meminta waktu beberapa menit untuk mendengarkan percakapan istrinya dengan pria itu. Dan benar saja dugaannya jika pria itu menyatakan perasaannya.


Setelah itu, Kavin langsung meminta Josh untuk memerintahkan Jo menjemput istrinya dan membawanya ke kantor miliknya.


Sebenarnya Kavin masih ingin mendengarkan percakapan istrinya dengan pria itu namun waktu meeting sudah mepet. Mau tak mau Kavin pun terpaksa pergi dari ruangannya dan masuk ke ruang meeting.


Disana cukup banyak orang. Rata rata para pemegang saham dan beberapa direksi. Juga ada Nadine. Tenyata wanita itu menggantikan ayahnya untuk menghadiri meeting kali ini


Setelah Kavin masuk, meeting pun dimulai.


Meeting kali ini tidak berlangsung lama, hanya satu jam saja.


"Meeting kali ini sampai disini saja," ucap Kavin. Ia pun keluar duluan dari ruangan itu. Kavin melonggarkan dasi di lehernya.


Meskipun meeting kali ini tidak lama, namun rasa pening menyerang kepalanya. Sangat lelah sekali namun mau bagaimana lagi. Ini adalah tanggung jawabnya.


"Buatkan aku kopi," ucap Kavin.


"Baik tuan." Josh pun pergi menuju ke ruang OB untuk minta mereka membuatkan kopi permintaan tuannya. Setelah itu ia kembali mengurus hal lain yang belum selesai.


Tak berselang lama, kopi pesanan Kavin pun datang. Kavin langsung menyeruput kopi itu setelah selesai membaca dokumennya.


Sudah beberapa menit berlalu namun istrinya belum juga datang. Ia sangat merindukannya. Apalagi setelah ini ia akan membawa istrinya ke suatu tempat.


Kavin kembali menyeruput kopi itu sampai habis. Selang beberapa menit berlalu, tiba tiba tubuhnya merasa panas dan kegerahan. Kavin membuka jas miliknya. Ia juga membuka beberapa kancing terasa kemejanya bahkan ia sudah menyalakan AC namun masih terasa panas.


Entah mengapa tiba tiba ia merasa seperti ini. Bahkan kepalanya kembali pening. Nafasnya memburu naik turun. Kenapa ia jadi seperti ini?


Kavin kembali duduk dan berusaha tenang saat nafsunya naik. Tidak seperti biasanya. Bahkan saat ia masih mengidap syndrom hyper s*x ia tidak akan merasakan hal separah ini?


"Ada apa ini?" Gumam Kavin.


Tiba tiba pintu ruang kerjanya terbuka. Kavin kira yang masuk adalah istrinya namun ternyata bukan.


"Bagaimana Kav, kamu menikmati kopinya?" Tanya Nadine.


"Mau apa lo kesini?" Tanya Kavin. Ia bangun dari duduknya. Nafasnya semakin memburu dan tatapannya menggelap.


Nadine masuk dengan mengenakan dress sexy. Ia sengaja mengenakan dress merah karena setahunya Kavin sangat menyukai warna merah.


Nadine tersenyum puas saat melihat tatapan Kavin yang menggelap menatap dirinya.


Rencananya berhasil.

__ADS_1


Nadine sudah merencanakan ini jauh jaug hari. Untuk sampai di hari ini, ia harus menunggu beberapa hari karena ia memesan obat yang berbeda dari obat perangs*ng biasanya.


Yap, Nadine menambahkan obat perangs*ng di kopi milik Kavin.


Ia bahkan memaksa ayahnya untuk tetap di rumah dan membiarkannya yang menghadiri rapat kali ini. Ia juga rela mengeluarkan uang cukup besar untuk membayar OB yang ia suruh untuk membantunya menambahkan obat itu.


"Sialan! Lo nambahin apa di kopi gue?" Tanya Kavin.


Sedangkan Nadine tertawa kencang. Ia berjalan mendekat ke arah Kavin. Bahkan sekretaris Kavin juga sengaja ia pukul punggungnya agar pingsan.


"Obat yang buat kamu gak bisa nolak aku lagi," ucap Nadine.


Ia berjalan dan memepetkan tubuhnya ke tubuh Kavin. Tangannya naik ke dada Kavin, mengerayangi tubuh Kavin.


Sedangkan Kavin diam. Ia diam bukan karena menikmati sentuhan dari tangan Nadine, ia diam karena libidonya semakin naik.


Ia harus tetap tenang dan tidak boleh gegabah. Bisa bisa ia menerkam Nadine saat ini juga.


"Kenapa diem? Enak ya?" Tanya Nadine. Sebelah tangannya turun ke area milik Kavin.


"Besar ya?" Tanya Nadine, ia menaikan sebelah alisnya. Dengan sengaja ia meremasnya membuat Kavin menggeram tertahan.


Kavin masih berusaha tetap sadar. Ia langsung mendorong Nadine untuk menjauh dari tubuhnya. Dorongan Kavin cukup kuat sampai sampai Nadine terjatuh ke belakang.


"PERGI LO ANJI*G," umpat Kavin. Ia berusaha meraih ponselnya untuk menghubungi istrinya agar cepat ke kantornya untuk membantunya.


Handphone boba Kavin sampai belah karena lemparannya cukup kuat. Dengan marah Nadine kembali mendekat ke arah Kavin dan duduk diatas paha Kavin karena saat ini Kavin sudah terduduk lemas di lantai.


"Mau lawan lagi? Yakin masih kuat?" Tanya Nadine. Ia tersenyum puas saat Kavin diam saja.


Ia memajukan wajahnya untuk meraih wajah Kavin agar bibir mereka berdua bertemu. Namun sebelum itu, tiba tiba ada seseorang yang menarik rambutnya sehingga ia bangun dari atas pangkuan Kavin.


Plakkkk


"WANITA BIAD*B. DASAR JAL*NG. BERANI BERANINYA LO SENTUH SUAMI GUE," ucap Ashel.


Kavin bernafas lega saat istrinya datang disaat yang tepat.


"MAU APA LO? LO CUMA BISA HANCURIN SEMUA RENCANA GUE ANJI*G," umpat Nadine.


Ashel naik pitam. Ia sudah emosi karena Nadine berani menyentuh suaminta ditambah wanita itu mengumpat padanya.


Jangan salah, Ashel adalah alumni taekwondo. Ia bahkan pemegang sabuk hitam.


Ashel langsung menyerang Nadine. Tamparan dan bogeman di layangkan Ashel pada Nadine.

__ADS_1


"UDAH SYUKUR GUE SURUH SUAMI GUE GAK HANCURIN PERUSAHAAN BOKAP LO TAPI LO MALAH NGELUNJAK?!! TUNGGU AJA KEHANCURAN KELUARGA LO ANJI*G," ucap Ashel.


Saat tangannya akan kembali melayang, tiba tiba Kavin lebih dulu menahannya dan menarik istrinya. Ia sudah tidak tahan sekali dan ingin segera menuntaskana hasratnya akibat obat sial*n itu.


Kavin langsung menyerang bibir istrinya, bahkan kini Ashel sudah duduk diatas meja kerja suaminya.


"To-long a-aku," ucap Kavin. Ia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya.


"GUE GAK TERIMA LO SAMA KAVIN BAHAGIA," ucap Nadine. Ia kembali maju untuk memisahkan Kavin dan Ashel namun terlambat, Josh sudah menariknya keluar dari ruangan itu.


"LEPASIN GUE! LEPAS. GUE MAU HAJAR CEWEK SIAL*N ITU," ucap Nadine meracau.


Untung saja Josh langsung kesana setelah mendengar suara ribut. Alin juga sudah diurus oleh Jonathan.


"Jangan biarkan siapapun mendengar dan masuk ke ruangan bos. Kalian jaga disini sampe bos selesai dengan istrinya," perintah Josh.


"Baik tuan."


Josh membawa Nadine pergi dari sana. Wanita ini terus meracau dan mengucapkan sumpah serapahnya pada Ashel.


Beberapa orang di kantor menatapnya heran dan aneh.


"Bawa dia ke tempat biasa. Jangan biarkan dia kabur," ucap Josh pada Jonathan.


"Baik tuan."


"Keadaan Alin bagaimana?" Tanya Josh.


"Sudah diperiksa dokter. OB yang bekerja sama dengan wanita ular ini juga sudah saya urus."


"Bagus. Cepat bawa dia pergi," ucap Josh.



Tbc.


Nah naah nah


Nando tobat Nadine berulah🤣🤣


Mau ngakak gue kalo diinget inget.


Menurut kalian gimana nih Nadine? Gak boleh hujat dia. Di kayak gini karena cinta banget sama Kavin. Untung Ashel gercep masuk dan gak pergi lagi pas liat Nadine duduk di pangkuan suaminya.


Ramein guys, semoga suka yaaa.

__ADS_1


Kalo ada typ maapin ya guyss. Vote komennn


__ADS_2