
Happy reading♡
Ashel dan Kavin sedang bermalas malasan di depan tv. Sebenarnya Kavin kebosanan. Sejak tadi ia memaksa istrinya untuk keluar rumah namun Ashel menolaknya. Entah kenapa istrinya itu mager sekali. Saat ini baru pukul empat sore, waktu yang tepat untuk sekedar jalan jalan sore sembari mencari cemilan.
"Baby's, paksa mami yuk. Kita main ke mall atau kemana gitu. Papi bosen di rumah terus," ucap Kavin yang berbicara pada anak anaknya. Ia duduk diatas paha sang istri dan menghadap ke perut buncitnya.
"Males mas. Mager juga," ucap Ashel. Tangannya memain mainkan rambut sang suami.
"Aku gabut yang, temenin jalan lah. Masa iya aku keluar sendiri. Kan aku bukan jomblo," ucap Kavin.
"Mau beli apa emang? Order aja," ucap Ashel. Bumil satu ini memang benar benar sangat mager sekali saat ini. Apalagi satu jam yang lalu mereka baru selesai melakukan hubungan suami istri.
"Gak tau mau beli apa sih yang. Cuma pengen jalan jalan aja gitu sore sore gini. Mana cuacanya juga cerah mau ya mam?" Tanya Kavin. Ia terus membujuk istrinya agar mau keluar rumah.
"Ya udah aku ganti baju dulu. Kamu tunggu disini," ucap Ashel. Ia akhirnya luluh. Sebenarnya ia malas namun apa boleh buat. Kasihan juga melihat suaminya yang sangat ingin keluar itu.
Ashel pun berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Ia memakai daster khusus ibu hamil yang dibelikan mamanya. Ini tidak terlihat untuk seperti daster, ini terlihat lebih seperti dress. Katanya mamanya sengaja membeli ini saat pergi ke Solo waktu itu.
Ashel menggerai rambut panjangnya yang sangat indah. Ia juga memakai tas slempang kecil untuk menyimpan ponsel dan beberapa kartu kredit miliknya. Ashel mengambil sandal pendek untuk ia pakai. Setelah siap ia pun turun.
Kavin sendiri sudah menunggunya di bawah tangga. Matanya berbinar menatap istrinya. Bahkan senyumnya mengembang saat melihat Ashel.
"Cantik sekali bumil satu ini," ucap Kavin.
"Dari lahir. Makanya kamu ngebet mau nikahin aku," ceplos Ashel membuat suaminya itu cengengesan. Kavim lantas merangkul bahu istrinya dan berjalan keluar rumah. Kavin sebenarnya tidak tahu tujuannya kemana saat ini. Yang penting keluar saja dari rumah.
Kavin membantu istrinya masuk ke dalam mobil baru ia yang masuk. Kavin mengendarai mobilnya sendiri. Ia melajukan mobilnya tak tahu arah.
__ADS_1
"Kamu maunya ke mall atau taman kota yang?" Tanya Kavin.
"Katanya kamu mau ke mall mas. Gimana sih," ucap Ashel.
"Ya siapa tahu aja kamu mau ke taman kota gitu," ucap Kavin.
"Taman kota aja deh. Kita sekalian jalan santai disana," ucap Ashel.
"Oke mami."
Kavin pun melajukan mobilnya menuju ke taman kota yang berjarak sekitar satu jam sepuluh menit dari rumahnya. Sepanjang jalan menuju taman kota, Kavin mendengar suara istrinya yang tengah bernyanyi ria. Ia bahkan mengelus elus perutnya. Terlihat sangat lucu sekali.
Kavin tetap memfokuskan matanya ke jalanan, walaupun sebenarnya ia ingin melihat istrinya itu. Setelah hamil, aura keibuan dari Ashel semakin muncul. Belum lagi ditambah perubahan fisik yang sangat signifikan dari tubuh istrinya itu. Kavin sangat mendamba istrinya itu. Apalagi kegiatan beberapa jam yang lalu itu membuatnya senyum sendiri.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan, mobil yang ditumpangi keduanya pun sampai di tempat tujun yaitu taman kota.
"Anak anaknya lucu banget ya mas. Gak sabar nunggu si kembar keluar. Mereka pasti lucu lucu banget," ucap Ashel.
"Pasti mereka lucu. Cantik dan juga tampan, orang mami papinya juga cakep. Sabar yang, empat bulan lagi si kembar comming soon," ucap Kavin.
"Iya mas. Kalo dipikir pikir kayak lama. Tapi pas di jalani kayak waktu itu cepet banget berlalu," ucap Ashel. Kavin dengan setia merangkul tubuh istrinya ini. Mereka berdua berjalan santai di sekitaran taman ini.
"Bener banget yang. Aku masih gak nyangka kalo kamu beneran jadi istri aku. Berasa masih mimpi aja, padahal aku udah mau jadi seorang ayah," ucap Kavin.
"Iya mas." Ashel menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah suaminya.
"Makasih banyak ya mas udah nerima aku. Meskipun aku selalu nyebelin kamu, buat kamu marah dan kesel. Apalagi kadang aku sering bersikap kekanakan. Kayak kemarin waktu minta boneka gucci itu," ucap Ashel.
__ADS_1
"Justru mas seneng kalo kamu kayak gitu sama mas. Mas sayang sama kamu makanya mas bakalan lakuin semua hal yang kamu mau," ucap Kavin.
"Mulai sekarang, jangan pernah tutupin apapun lagi dari mas ya? Mas suami kamu, mas berhak tahu apapun yang kamu tahu termasuk kamu yang harus tahu semua tentang mas. Mas selalu bilang apapun sama kamu, kamu juga harus kayak gitu. Kejadian Dona dan Nadine waktu itu cukup membuat mas trauma. Janji ya mulai sekarang kamu selalu cerita apapun sama mas," ucap Kavin tiba tiba membuat Ashel sedikit bingung.
Memang benar, kejadian Dona dan Nadine juga hampir membuat Ashel takut saat bertemu orang lain. Namun Ashel berusaha melawan itu semua dan akhirnya ia tidak terlalu trauma. Ia memang tidak pernah menceritakan apapun pada suaminya dan itu semua salah. Ia harus terbuka dengan Kavin, mulai saat ini.
"Iya mas. Aku yang salah, aku minta maaf karena gak pernah terbuka sama kamu soal masalah yang aku hadapi. Maafin aku," ucap Ashel. Ia menaikan kedua tangannya dan memeluk sang suami.
"Its okay mami. Yang udah berlalu biar berlalu, tapi mulai saat ini kamu jangan kayak gitu lagi. Aku suami kamu, kamu harus berbagi segala hal sama aku," ucap Kavin.
"Iya papi. Sekarang mami mau makan, cari makan ya?" Pinta Ashel.
"Gemes banget sih mami si kembar. Jadi pengen bawa ngamar lagi," ucap Kavin. Ia merangkul tubuh istrinya dan membawanya mencari makanan disekitar sini.
"Ngamar mulu pikiran kamu mas. Heran banget, kasihan readers yang baca cerita kita. Syukur kalo mereka udah nikah, kalo belum kan kasihan. Cuma bisa meratapi nasibnya," ucap Ashel.
"Kamu tenang aja, authornya juga masih jomblo."
Mereka berdua pun tertawa bersama dan meneruskan jalan santainya mencari jajanan yang ada di sekitaran sana. Ashel menunjuk salah satu toko cake. Kavin pun menurutinya dan mereka masuk ke toko itu.
Ashel langsung meminta cheese cake berukuran sedang untuk ia makan saat ini juga.
"Tumben gak greentea," gumam Kavin.
Tbc.
__ADS_1
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_