
Ramein vote komen dlu sebelum baca y guyss.
.
.
.
Happy reading♡
Ashel terkulai lemas di dalam pelukan suaminya. Saat ini mereka sedang menuju ke penthouse. Kavin sengaja tidak menurunkan istrinya dari pangkuannya. Entah mengapa melihat raut kelelahan di wajah istrinya membuatnya merasa bersalah.
Kavin mengusap usap punggu Ashel saat wanita itu terganggu dalam tidurnya. Bibirnya sesekali mengeluarkan ringisan jika ia menggerakan tubuhnya. Apa sesakit itu?
"Putar balik Josh, kita ke resort Ardian. Bilang aku perlu satu tempat privat," ucap Kavin. Josh mengangguk patuh.
Beruntung mereka belum berjalan jauh sehingga dalam tiga puluh menit mereka bisa sampai di resort milik Ardian.
Josh juga sudah menghubungi pihak resort untuk menyediakan satu resort privat. Beruntung semuanya bisa dilaksanakan cepat dengan uang.
Kavin berjalan perlahan setelah keluar dari dalam mobil. Sepertinya Ashel sudah tertidur lelap sebab tidak terdengar lagi ringisan yang keluar dari mulutnya.
"Adek kenapa? Kok kayak sakit," ucap Ardian saat Kavin sampai disana.
"Emang harus lo ada disini? Lo emang pemilik resort ini, tapi gak perlu juga kan lo stay disini," ucap Kavin.
"Sinis amat lo. Gue cuma nanya keadaan dia," ucap Ardian.
"Lo paham hubungan suami istri kayak apa. Bahkan lo lebih pro dibanding gue, harusnya lo gak usah banyak tanya," ucap Kavin membuat Ardian kebingungan.
"Maksudnya apaan coba," gumam Ardian.
Kavin pergi meninggalkan Ardian yang sedang kebingungan. Ia masuk ke resort yang sudah di booking oleh Josh atas perintahnya.
Sebenarnya Kavin kasihan melihat istrinya jika ia harus mengganggu tidurnya. Namun jika ia tidak melakukan ini mungkin tubuh istrinya akan lebih sakit.
Kavin duduk perlahan di kursi yang tersedia disana. Pelan pelan ia melerai pelukan erat istrinya di tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang," panggilnya lembut. Ia bahkan mengusap usap pipi Ashel agar istrinya itu bangun.
"Hmm," gumam Ashel.
"Bangun dulu yuk, kamu harus bersih bersih dulu baru tidur. Biar tidur kamu juga nyenyak," ucap Kavin.
Ashel mengerjapkan matanya. Perlahan ia mulai bangun dari dada bidang suaminya. Tempat ternyatam bagi Ashel untuk tertidur.
"Mandi? Badan aku lemes banget," ucap Ashel pelan.
"Aku tahu, tapi kalo kamu gak mandi badan kamu bisa merah merah. Tadi keringetnya banyak," ucap Kavin.
"Ya udah."
Kavin pun melepaskan gaun yang dipakai oleh istrinya pelan pelan. Kebetulan Ashel hanya memakai gaun santai dan tidak memakai apa apa lagi, jadi saat gaunnya dilepas, tubuh mulusnya terpampang. Namun sayangnya kemulusan itu lenyap karena ulah suaminya sendiri.
"Aku bantu masuk ke kolamnya. Pelan pelan aja," ucap Kavin.
"Kolam?" Beo Ashel. Ia pun mengedarkan pandangannya untuk melihat sekitar. Ia kira saat ini mereka sudah berada di rumah mereka, namun ternyata bukan.
"Ini?"
"Buang buang uang lagi. Resortnya dia mahal mahal," dumel Ashel. Sedangkan Kavin hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya. Lagi lagi soal uang.
"Berapa pun harganya aku pasti akan membayarnya asal kamu bahagia. Semuanya tidak ada harganya dibandingkan dengan kenyamanan kamu sayang," ucap Kavin.
Ashel meringis pelan saat tubuhnya masuk ke dalam air hangat. Miliknya terasa perih saat terkena air.
"Jangan pergi," ucap Ashel saat Kavin akan berdiri.
"Aku gak pergi, aku mau buka baju dulu. Yakali aku gak ikut berendam sama kamu," ucap Kavin. Ia pun melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya dan ikut bergabung di dalam kolam berukuran sedang.
Kavin mengusap usal tubuh istrinya untuk membersihkan sisa keringat yang menempel di tubuhnya.
Tangan besarnya juga mengelus leher istrinya. Disana terdapat luka gigitan akibat ulahnya. Tak tanggung tanggung, luka itu bertumpuk tumpuk karena saat Kavin akan mencapai puncaknya, ia selalu menggigit leher istrinya.
"Perih ya yang?" Tanya Kavin saat terdengar ringisan dari bibir istrinya.
__ADS_1
"Perih mas. Ini lukanya banyak?" Tanya Ashel.
"I-iya."
Kavin merasa bersalah sekali. Ia tidak akan membiarkan Nadine lepas begitu saja.
Ashel merapatkan tubuhnya dengan tubuh suaminya. Rasanya cukup nikmat karena ia berendam di dalam air hangat ditambah aroma terapi greentea yang membuatnya semakin nyaman.
"Maafin mas ya? Mas jahat banget sama kamu hari ini," ucap Kavin.
"Mau duduk di paha mas boleh?" Tanya Ashel. Kepalanha mengadah melihat ke arah atas untuk bertatapan dengan suaminya.
Tanpa menjawab Kavin pun mengangkat tubuh istrinya untuk duduk diatas pahanya. Tenang saja, Kavin masih menggunakan boxer.
Ashel melingkarkan tangannya untuk memeluk suaminya. Ia juga menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
"Kamu marah ya sama mas?" Tanya Kavin.
"Enggak mas. Justru aku bersyukur banget karena yang layanin kamu itu aku bukan wanita ular itu. Aku gak bisa bayangin kalo itu sampe terjadi. Demi apapun aku bakalan minta cerai sama kamu saat itu juga," ucap Ashel.
"Serem banget sih nyonya Kavinder omongannya. Aku masih bisa gunain akal sehat aku sayang, sebenarnya tadi aku nahan nahan diri buat gak sentuh dia. Untungnya kamu cepet dateng," ucap Kavin.
"Kamu harus lebih waspada. Aku gak mau hal kayak gini keulang lagi mas. Pokoknya kamu cuma milik aku, tadi kamu diapain aja sama dia?" Tanya Ashel garang.
Kavin meneguk kasar ludahnya. Ia melihat sinyal bahaya dari pancaran mata istri cantiknya ini.
"Dia cuma pegang punya aku yang," ucap Kavin hati hati.
"Ish, tuh kan udah ah males aku gak mau kalo kamu minta jatah lagi. Gak mau, punya kamu udah dipegang wanita ular itu pokoknya gak mau," ucap Ashel. Ia bahkan memukul mukul dada suaminya kemudian bangun dari atas pangkuan Kavin. Namun ia kembali duduk sebab rasa perih langsung menyerang area miliknya.
"Diem yang, punya kamu perih kan karena kebanyakan gerak. Lagian dia pegang pas punya aku masih ketutup kain," ucap Kavin namun istrinya diam saja.
"Jangan ngambek dong yang. Dengerin aku," ucap Kavin. Ia memutar bahu istrinya agar mereka berhadapan.
"Aku gak mungkin khianatin kamu apalagi khianatin janji cinta kita. Saat ijab itu aku udah janji sama diri aku kalo aku gak bakalan pernah duain kamu. Meskipun nanti kita berpisah, pasti itu karena kematian. Selain itu tidak ada yang bisa pisahin kita. Aku gak akan pernah mencintai wanita lain selain kamu. Aku hanya akan menikah sekali seumur hidup dan itu cuma sama kamu. Kamu, wanita paling berharga yang nantinya akan menjadi ibu dari anak anak aku," ucap Kavin panjang lebar.
__ADS_1
...Bapakk kapin suami ibu asel...
Tbc.