
Di Kampus
Skylar langsung berhambur ke pelukan Dave, yang merupakan sepupu jauhnya.Diapun membalas pelukan Sky dan tak lama kemudian mereka memisahkan diri.
"Jadi Dave kamu akan kuliah di sini? " tanya Sky dengan antusias.
"Ya Sky aku akan kuliah di sini. " jawab Dave tersenyum tipis.
"Lalu dimana kekasihmu Melly? " tanya Sky sambil duduk di bawah pohon disusul Dave.
Raut bahagia di wajah Dave langsung berganti dengan kesedihan hal itu membuat Sky mengerutkan dahinya bingung.Dave tengah membuang nafas berat setelah itu kembali menatap sepupunya.
"Aku sudah putus darinya. " jawab Dave dengan tatapan datarnya.
"Sorry Dave! sesal Sky dengan perasaan bersalahnya.
"Enggak usah ngerasa bersalah Sky lagian kamu tidak tahu 'kan hubunganku dengan Melly bagaimana. " sahut Dave tersenyum tipis.
Skylar melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya sekilas setelah itu kembali menatap sepupunya.Tak lama kemudian ide muncul dikepalanya membuat Sky diam diam tersenyum penuh arti.
"Yuk Dave kita ke kelas nanti kamu aku kenalin sama sahabatku. " ajak Skylar.
"Oke ayo. " jawab Dave.
Dave dan Skylar kembali berdiri lalu berlalu pergi menuju ke kelas.
Sampai di kelas mereka berdua langsung duduk di kursi masing masing.Arumi segera menghampiri sahabatnya dan langsung duduk disebelah Sky.
Arumi terdiam dan kini pandangannya beralih pada Dave yang kini juga menatapnya.
"Siapa pria disebelahmu Sky? " tanya Arumi penasaran.
"Eh iya Rum kenalkan dia Dave sepupu jauhku dan sekarang kuliah dikampus kita ini. " balas Skylar.
"Hai aku Arumi. " sapa Rumi dengan senyuman hangatnya.
"Aku Dave! jawabnya singkat.
Beberapa menit berlalu dosen masuk ke dalam ruangan dan merekapun mengikuti mata kuliah hari itu dengan tenang.
Dua jam kemudian mata kuliah telah berakhir
__ADS_1
Seorang gadis beserta kedua temannya menghampiri Sky dan juga Arumi.
Brak Gadis seksi tersebut menggebrak meja hingga membuat Skylar tersentak begitu juga dengan Arumi.
"Apa apaan sih kamu Nad datang datang ngagetin orang saja. " protes Arumi.
Nadya menatap tajam kearah Skylar yang memilih diam dan mengabaikannya.Nadya merasa geram dan langsung merebut buku Skylar lalu melemparnya.
"Dengar ya Skylar jangan sok cantik deh dekat sama mahasiswa baru membuat kamu sombong. " sinis Nadya.
"Otakmu saja ya yang konslet padahal aku tidak merasa sombong lagian kamu tidak kenal sama Dave jadi jangan caper. " desis Skylar dengan tatapan nyalangnya.
Plak suara tamparan menggema dalam kelas
Nadya langsung menampar pipi Skylar karena dipenuhi emosi. Semua orang terkejut melihat tindakan Nadya barusan terutama Arumi.Tak lama kemudian Dave kembali ke kelas dan bergegas menghampiri Skylar.Dave terkejut melihat pipi sepupunya memerah sontak membuatnys emosi dan menatap mahasiswi lain satu persatu dengan sorot tajamnya.
"Siapa yang berani beraninya menampar Skylar hah! teriak Dave emosi.
"Nadya, Dave. " balas Arumi sambil menunjuk kearah Nadya.
Nadya ketakutan namun mencoba bersikap biasa kala melihat tatapan Dave yang seakan menghunus jantungnya.Dave segera saja menghampirinya dan langsung mencengkeram tangan Nadya.
"Apa alasanmu menampar sepupuku Skylar hah. " bentak Dave.
Skylar meraih tasnya lalu beranjak dari duduknya dan berlalu pergi dari kelasnya meninggalkan Dave dan Arumi serta yang lainnya.
"Maafkan aku! Aku salah sangka bahwa aku kira Skylar adalah kekasihmu. " sesal Nadya.
Dave menghempaskan tangan Nadya dengan kasar dan sorot matanya memandangnya dengan sangat datar.
"Jika kamu bukan perempuan aku sudah menghajarmu. " geram Dave menarik tangan Arumi setelah itu pergi dari kelas.
Di luar kampus Dave dan Arumi tidak menemukan keberadaan Skylar dimanapun. Arumi langsung membuang nafas berat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.
"Sebaiknya kita susul Sky, Dave. " ucap Arumi.
"Ayo masuklah kemobilku. " ujar Dave dengan ramah.
Arumi mengangguk lalu masuk mobil dan Dave melajukannya meninggalkan area kampus. Selama di dalam mobil, Arumi berusaha menghubungi Skylar namun ponselnya tidak aktif.
"Ya ampun Sky ayolah angkat teleponmu. " gumam Arumi penuh harap.
__ADS_1
Arumi menyerah dan memilih memeriksa akun medsos sahabatnya itu namun ternyata Skylar tidak online.
"Mungkin saja Sky butuh waktu sendiri dan kita jangan menganggunya. " sahut Dave.
"Ya aku berharap demikian Dave!
Arumi menyimpan kembali ponselnya dalam tasnya lalu memilih menatap pemandangan dari balik kaca mobil.Setelah itu keheningan menyelimuti mereka berdua.Arumi larut dalam pemikirannya sendiri mengenai Skylar sedangkan Dave fokus menyetir.
Di sisi lain
Sky kini berada di sebuah danau sambil melempar batu yang diarahkannya kearah Danau melampiaskan kekesalannya terhadap Nadya.Berulang kali membuang nafas kasar dan menetralkan emosinya yang menguasai dirinya.
"Aku diam pasti salah dan kalau aku bicara pastinya tambah salah haish menyebalkan. " racaunya tidak jelas.
Seseorang yang berbaring di bawah pohon dekat danau terganggu dengan gerutuan Skylar hal itu membuatnya kesal.
"Hei diamlah nona kamu menganggu tidurku. " geram pria tersebut menahan kekesalannya.
Skylar langsung menoleh kearah seorang pria yang berjalan menghampirinya lalu duduk di sebelahnya.Dia langsung memperhatikan penampilan pria tersebut dari atas sampai bawah.
"Memangnya kamu tidak punya rumah kenapa tidurnya di bawah pohon. " cecar Skylar dengan raut bingungnya.
"Tidak! jawab pria tersebut dengan cuek.
"Aku Skylar nama kamu siapa? " tanya Skylar.
"Bima. " jawab Bima sambil melirik kearah
Skylar.
Mereka berdua duduk menghadap kearah danau sambil menikmati hembusan angin yang menerpa kulit mereka.
"Berteriaklah jika kamu ingin berteriak agar beban dihatimu sedikit berkurang. " ucap Bima tiba tiba.
Skylar langsung bangkit dan berjalan ke tepi danau setelah itu berteriak sekeras kerasnya mengeluarkan beban dihatinya.
Beberapa menit kemudian
Skylar kembali duduk setelah puas berteriak dan menatap kearah Bima sambil tersenyum ceria.
"Sekarang aku merasa lega setelah berteriak tadi. " ungkapnya.
__ADS_1
TBC