
...🍁 Happy Reading! 🍁...
Cahaya matahari menyinari setiap sudut ruangan kamar pengantin baru tersebut membuat Sky terusik.Diapun membuka matanya lalu turun ke bawah melihat tubuhnya yang polos hanya tertutup selimut.Skylar menoleh ke samping dan menatap pria yang telah resmi menjadi suaminya.
"Kak Bintang ternyata sangat perkasa dalam urusan ranjang. " Sky tersenyum simpul sambil mengusap rahang kokok suaminya.
Hup Bintang mengenggam tangan Sky lalu membawanya ke depan dan mengecupnya sekilas setelah itu membuka matanya. Tersenyum manis menatap wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan penuh damba.
Cup Dia kecup bibir cherry istrinya yang telah menjadi candunya sekarang, sambil berkata. "Pagi istriku yang cantik. "
"Pagi juga suamiku, Skylar langsung mendusel manja di dada bidang suaminya yang polos. Bintang merengkuh tubuh istrinya sambil saling berpagutan mesra. Seusai berciuman, Bintang mendorong istrinya hingga terlentang diatas ranjang setelah menyibak selimutnya.
"Kita lakukan lagi kayak semalam. Tanpa enunggu jawaban istrinya, Bintang kembali menjamah dan meneguk manisnya setiap lekuk tubuh istrinya yang kini menjadi candunya. Skylar hanya bisa pasrah meskipun tubuhnya masih lemah namun tetap melayani kebutuhan suaminya dan tak dipungkiri dia juga menginginkan sentuhan suaminya lagi.
Erangan dan Desahan saling bersahutan dalam kamar.Skylar memeluk tubuh Bintang dengan erat kala lesakan suaminya dibawah sana kian dalam dan semakin cepat.
Setelah menghabiskan tiga ronde pagi itu mereka langsung membersihkan diri di kamar mandi.Selesai mandi dan berganti pakaian, Sky menyuruh pelayan mengganti sprei dan selimut mereka.
Sky dan Bintang ke luar kamar dan menuruni tangga.Mereka saling merangkul dan melangkahkan kaki mereka menuju ke meja makan.
Di meja makan
Sky segera melayani suaminya dimeja makan setelah itu dia tarik kursinya kemudian duduk dan fokus sarapan.Selesai sarapan,Sky mengelap bibirnya dengan tisu setelah itu menatap sang suami.
__ADS_1
"Hubby hari ini aku ada jadwal mata kuliah Dosen Ellio. " cetus Sky.
"Biar aku antar kamu ke kampus sayang. " Sky mengangguk lalu pergi ke kamar mereka.
Tak lama kemudian Sky kembali membawa tas dan bukunya dan segera menghampiri suaminya, "Bie ayo berangkat sekarang! Bintang bangkit lalu merangkul istrinya dan bersama sama keluar dari mansion.
Dalam perjalanan ke kampus, Skylar terlihat ragu menanyakan sesuatu pada suaminya itu disadari oleh bintang. "Sebenarnya hubungan Dosen Ellio dengan Vanessa itu apa sih Bie. "
"Dulu Nessa menyukai Ellio tapi Ellio menolaknya mentah mentah. Skylar langsung manggut manggut mendengar penjelasan suaminya.
"Huh aku jadi kangen Nessa bagaimana kabarnya ya di Inggris. " gumam Skylar.
"Dia pasti sangat merindukanmu sayang karena dia pergi tanpa pamit sama kamu. " sahut Bintang. Mobil mereka masuk area kampus dan Skylar turun dari mobil setelah memberi kecupan di bibir suaminya.
Setelah istrinya masuk ke dalam kampus, Bintang menyalakan mobilnya dan melesat meninggalkan area kampus.
Sementara Sky melangkahkan kakinya dengan senyum mengembang dibibirnya menuju ke kelasnya. "Sky tunggu. " panggil Kanaya.
Sky menoleh dan menatap sahabatnya dengan raut bingung.Kanaya mengatur nafasnya yang memburu setelah itu menatap Sky.Dia langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Sky, sambil berkata. "Ini ada kiriman surat untuk kamu Sky.Aku tak tahu pengirimnya siapa. "
Sky mengambil suratnya kemudian membuka surat yang diketik dengan tinta hitam tersebut.
Skylar Serafina Marlyn, Kamu tidak pantas menjadi istri seorang Bintang.Hanya aku yang pantas untuknya bukan kamu lebih baik kamu mundur sebelum nyawamu yang melayang.
__ADS_1
Berulang kali membaca surat tersebut, Sky tidak menemukan identitas atau inisial nama dari sang pengirim.
Siapa sebenarnya orang ini? Kenapa juga aku harus meninggalkan suamiku. Skylar membuang nafas kasar lalu menyimpan surat tersebut dalam tasnya. "Oh ya Nay, kamu dapet surat ini darimana. " ucap Skylar penasaran.
"Dari kurir Sky.Emangnya isi suratnya apa sih Sky. " Kanaya merasa penasaran dengan surat tersebut melihat reaksi Sky sahabatnya.
"Ayo masuk dulu ke kelas. " Sky menarik sahabatnya itu lalu masuk ke dalam kelas mereka.
Di dalam kelas Sky memberikan suratnya pada Kanaya.Kanaya segera membacanya dan tak lama reaksinya menunjukkan keterkejutan.Dia melirik Sky dengan raut tak percaya. "Dua kali ini aku mendapat teror dari seseorang Nay yang pertama menggunakan boneka berdarah yang kedua surat ini. "
"Sabar ya Nay tapi kamu jangan menyerah. Bintang itu sekarang suami kamu jadi sebaiknya nanti kamu ceritakan kejadian ini padanya. " Kanaya mengenggam tangan sahabatnya sekaligus meyakinkan Sky.
"Kenapa orang itu bisa mengenalku dan Bintang. Padahal setahuku kami tidak punya musuh. " Skylar memijit kepalanya terasa pusing memikirkan surat tanpa nama pengirim tersebut.
Kanaya hanya bisa menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.Tak lama Ellio masuk ke dalam kelas dan mata kuliah akan segera dimulai. Namun sebelum itu Ellio menghampiri Skylar dan Kanaya. "Oh ya Sky apa Nessa menghubungi kamu atau chat kamu. " ujar Ellio penasaran.
"Enggak kak, aku chat dia tapi enggak dibalas. " balasnya dengan jujur.
"Ya sudah! Ellio berbalik dan kembali ke depan lalu memulai mata kuliahnya.
Kanaya kini mengerutkan kening bingung kearah Sky dan Sky hanya menanggapinya dengan senyuman. "Udah nanti aku jelasin kenapa dosen kita itu akrab sama aku. " imbuhnya.
"Oke. "
__ADS_1
TBC